Penulis: Dina Meidiana

Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern yang Harus Diketahui

Keberadaan pasar modern jelas memberikan banyak dampak terhadap eksistensi dari pasar tradisional. Karena keduanya sangatlah berbeda, meski secara umum barang yang diperjualbelikan sama.

the Monkey Times – Masyarakat sekarang sudah pasti lekat akan kegiatan jual beli di pasar. Apapun kebutuhan yang diperlukan, sudah pasti pasar adalah tempat pertama yang akan dikunjungi. Ada dua jenis pasar yang ada, yaitu tradisional dan modern. Dimana terdapat perbedaan pasar tradisional dan pasar modern yang harus kamu ketahui. 

Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern 

Keberadaan pasar modern jelas memberikan banyak dampak terhadap eksistensi dari pasar tradisional. Karena keduanya sangatlah berbeda, meski secara umum barang yang diperjualbelikan sama. Sebelum mengetahui tentang perbedaan kedua jenis pasar ini, mari kita simak terlebih dahulu tentang pasar. 

Pengertian besar secara luas adalah tempat terjadinya jual beli. Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 112 tahun 2007, pasar adalah tempat jual beli barang dengan penjual yang berjumlah lebih dari satu, baik yang disebut dengan pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan, pasar tradisional, plaza dan lain sebagainya. Seperti yang dikutip dalam buku Pemberdayaan Pasar Tradisional Ditengah Kepungan Pasar Modern. 

Dari pengertian tersebut, maka sudah jelas bila dalam satu lokasi terdapat aktivitas jual beli, dimana penjualnya lebih dari satu, maka disebut dengan pasar. Carrefour, Hypermat, Indomaret dan lain sebagainya termasuk dalam kategori pasar modern. Sedangkan pasar tradisional adalah pasar yang terdiri dari kios kecil atau bahkan hanya tenda. Contohnya adalah Pasar Senen, Pasar Minggu, Pasar Bringharjo dan lain sebagainya. 

Dari penjelasan di atas, sudah sedikit terlihat akan perbedaan antara pasar tradisional dan pasar modern. Adapun perbedaan spesifik antara keduanya, yaitu sebagai berikut:

Kesepakatan harga 

Perbedaan pertama yang sangat jelas ada kesepakatan harga. Kamu pasti menyadari, ketika belanja pasar tradisional bisa ditawar. Hal ini adalah kebudayaan yang sudah ada semenjak dulu. Sehingga bagi masyarakat keberadaan pasar tradisional sangatlah membantu karena dapat memperoleh barang kebutuhan dengan harga yang lebih miring. 

Sedangkan di dalam pasar modern, harga setiap barang sudah ditentukan dan pembeli tidak dapat menawarnya. Penetapan harga yang sudah pasti ini tentu saja mengurangi persaingan antar produk. Tapi, secara tidak langsung harga yang diperoleh juga menjadi lebih tinggi. Jika ingin berhemat pun pembeli hanya bisa mencari harga termurah dari produk. 

Barang yang dijual 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika pada pasar tradisional dan modern menjual beberapa barang yang sama. Tapi, tetap ada perbedaan yang sangat nyata. Dalam pasar tradisional, rata-rata barang yang dijual adalah kebutuhan pokok dan juga masih segar. 

Seperti sayur mayur, daging dan lain sebagainya. Perputaran penjualan juga sangat cepat karena pembeli terus berdatangan setiap hari. Meski begitu, ada juga pasar tradisional yang khusus menjual pakaian atau tekstil. Bahkan kebanyakan barang yang dijual di pasar tradisional tidak mempunyai brand khusus yang terlalu mahal. 

Sedangkan dalam pasar modern, memang ada bahan kebutuhan pokok. Tapi, dilengkapi juga dengan berbagai kebutuhan sekunder dan tersier. Apabila kamu datang ke salah satu supermarket atau mall, pasti sangatlah lengkap. Bahkan furniture serta barang elektronik juga akan mereka jual. 

Di pasar modern sudah jelas yang dijual adalah produk dengan brand ternama. Termasuk dalam kebutuhan pokok yang mereka sediakan. Contohnya paling mudah adalah ketika kamu ingin belanja sayur mayur. Di pasar tradisional, kamu membeli wortel yang harganya tidak jauh berbeda dengan penjual lain di pasar yang sama. 

Tapi di pasar modern, kamu akan menemukan wortel dengan harga yang berbeda-beda. Misalnya adalah baby wortel, wortel danvers dan masih banyak lagi. Perbedaan kelas yang ada inilah membuat pasar modern terkenal dengan konsumen yang juga berpenghasilan lebih tinggi. 

Orang yang menjual 

Maksud dalam poin ini adalah dari sisi penjual. Dalam pasar tradisional, kamu akan menemukan penjual sayur mayur yang jumlahnya sangat banyak. Bahkan dalam satu blok atau lorong di pasar tradisional menjual barang yang sama. Sehingga kamu bisa memilih satu toko atau penjual yang memang jadi langganan. 

Sedangkan pada pasar modern, penjual yang ada hanyalah satu saja, yaitu si pemilik pasar modern tersebut. Contohnya adalah Hypermart, Carrefour, Alfamart dan lain sebagainya. Dimana pilihan konsumen hanyalah dari brand produk yang dijual. Tidak ada persaingan antar penjual dan hanya ada persaingan brand satu dengan yang lainnya. 

Promo 

Kamu pasti menyadari bahwa ketika belanja di pasar tradisional tidak ada yang namanya promo. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa dalam pasar tradisional, satu penjual dengan yang lainnya menjalankan persaingan sehat. Dimana penetapan harga bisa saja berubah di saat itu juga ketika kamu menawar.

Sedangkan dalam pasar modern yang jelas tidak ada sistem tawar menawar harga harus memikirkan berbagai strategi agar barang yang dipajang akan dibeli. Sehingga ada sistem promo dari setiap brand yang mereka jual. Misalnya buy 1 get 1, diskon 50% dan lain sebagainya. 

Bahkan mereka menciptakan sistem poin yang bisa dipakai berbelanja lagi jika memang mencapai jumlah yang cukup. Promo yang dijalankan sendiri tidak berlangsung setiap hari, terkadang setiap brand akan diberikan promo di hari yang berbeda-beda. Tujuannya jelas untuk menarik konsumen agar membeli barang promo tersebut. 

Waktu operasional 

Nah, perbedaan yang satu ini juga pasti kamu menyadarinya. Pasar tradisional hingga sekarang hanya beroperasi di waktu tertentu. Contohnya hanya beroperasi pada pagi hari atau malam hari. Meski ada beberapa penjual di pasar yang membuka tokonya dari pagi hingga sore. 

Tentu saja, ini berbeda dengan pasar modern yang mana jam operasionalnya hampir sama antara satu dengan yang lainnya. Paling umum pasar modern akan beroperasi dari pagi hingga malam. Sehingga pembeli bisa mengunjungi pasar modern sesuai dengan waktu luang.

Sistem pembayaran 

Perbedaan yang juga sangat jelas adalah dari sistem pembayaran yang diterapkan dari kedua jenis pasar ini. Pasar tradisional hingga sekarang masih menggunakan sistem pembayaran dengan uang tunai. Walaupun dengan kemajuan teknologi sudah ada beberapa yang beralih ke pembayaran modern, tapi hingga sekarang uang tunai adalah pembayaran yang utama. Berbeda dengan pasar modern yang menerima berbagai jenis pembayaran, mulai dari uang tunai, penggunaan kartu debit atau kredit hingga e-wallet dan e-money. 

Fasilitas dan kenyamanan 

Pembaruan pasar tradisional oleh pemerintah belakangan ini tidak lepas dari persaingan yang terjadi dengan pasar modern. Sebagian kota besar telah melakukan banyak renovasi untuk membuat pasar tradisional menjadi lebih nyaman. Tapi, masih banyak juga pasar tradisional yang apa adanya. Hanya kios-kios dan penjual yang hanya menggelar dagangannya di atas terpal plastik atau meja kecil. 

Tentu saja ini berbeda dengan fasilitas dan kenyamanan yang diberikan oleh pasar modern. Sudah tertata rapi, bersih, tidak panas dan nyaman. Bahkan belakangan sudah banyak pasar modern yang juga menyediakan food court yang dapat dinikmati konsumen untuk menyantap berbagai sajian lezat. 

Secara garis besar, memang sangat terlihat bahwa pasar modern menawarkan banyak hal. Tapi, menjamurnya pasar jenis ini memberikan dampak yang signifikan terhadap kehadiran pasar tradisional. Meski sekarang sudah banyak pasar tradisional yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas tambahan, tetap saja masyarakat banyak yang beralih ke pasar modern. 

Dengan perbedaan pasar tradisional dan pasar modern yang dijelaskan telah memberikan gambaran akan situasi aktivitas jual beli di negara ini. Memang menjadi PR berat bagi pemerintah untuk menghidupkan persaingan antara pasar modern dan tradisional agar terjadi transaksi seimbang. Namun, kita juga harus mengapresiasi pemerintah yang ingin mengubah pasar tradisional menjadi lebih baik dan jauh lebih nyaman. 

Photo of author
Penulis konten yang tinggal di Jogja. Menggemari segala hal berbau Korea. Tetap santai dikala ada kesempatan.

Berita Terkini:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen

Artikel Terkait:

Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern yang Harus Diketahui

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini