Penulis: Dina Meidiana

Penyebab Perang Dunia 2: Konflik Dunia Paling Mematikan

Berakhirnya Perang Dunia I, tidak hanya membuat peta politik berubah tapi juga menimbulkan rasa dendam antar negara.

the Monkey Times Perang Dunia Kedua adalah sejarah terkelam konflik yang melibatkan sekitar 30 negara. Berlangsung selama 6 tahun lamanya, yaitu antara tahun 1939 – 1945. Perang ini telah menewaskan lebih dari 50 hingga 70 juta jiwa dan sebagian besar adalah warga sipil. Tapi, sebenarnya apa penyebab Perang Dunia 2?

Penyebab Perang Dunia 2

Perang Dunia II terjadi bukan tidak tanpa alasan. Berakhirnya Perang Dunia I, tidak hanya membuat peta politik berubah tapi juga menimbulkan rasa dendam antar negara. Pecahnya PD II menghasilkan kehancuran massal. Bagaimana tidak, kala itu teknologi sudah semakin berkembang. Sehingga kerusakan negara-negara yang terlibat juga tidak sedikit. 

LBB Kehilangan Fungsi

Penyebab kenapa PD II terjadi adalah dimulai dari kesalahan LBB atau Liga Bangsa-Bangsa yang merupakan organisasi internasional dan mengatur banyak hal, terutama perang atau konflik antar negara. Tujuan utama dari didirikan LBB adalah untuk menciptakan perdamaian dunia, melenyapkan perang, membangun diplomasi terbuka serta menaati hukum dan perjanjian internasional. 

Pada mulanya, usaha LBB ini berhasil membuahkan hasil. Sayangnya, tujuan tersebut berganti. LBB dikuasai oleh negara-negara besar yang semakin hari semakin seenaknya. Misalnya adalah ketika Italia menyerang Ethiopia. Tidak hanya itu saja, Jepang pun juga didiamkan ketika menyerang Manchuria. 

Ketidakadilan sikap antara negara besar dengan negara kecil ini membuat LBB kehilangan kekuatan awal. Tidak ada fungsi nyata yang menunjukan perdamaian dunia. Saat Perang Dunia II dimulai, LBB benar-benar kehilangan kekuatan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga tujuan utama untuk menciptakan perdamaian juga tidak bisa dilaksanakan LBB. 

Setiap Negara Bersaing dalam Kekuatan Militer 

Seperti yang sudah disebutkan tadi, setelah PD I negara-negara mulai memahami betapa pentingnya memiliki militer yang sangat kuat. Sehingga mereka pun memperkuat diri dengan melakukan pengembangan senjata dan transportasi yang mampu mendukung kekuatan militer. Hal ini tentu saja menjadi salah satu paranoia dari antar negara. 

Kala itu Uni Soviet dan Amerika Serikat adalah negara raksasa yang terus menghasilkan berbagai macam senjata mematikan dengan dalih untuk meningkatkan keamanan negara. Tapi, tindakan ini adalah bukti dari ketakutan yang dimiliki. Agar negara lain tidak akan menyerangan karena segan dengan teknologi militer yang dimiliki. 

Revanche Idea 

Revanche idea merupakan aksi politik balas dendam yang dilancarkan oleh Jerman ke Perancis. Adanya tindakan ini tidak lepas dari masalah Perjanjian Versailles yang merupakan perjanjian perdamaian antara Sekutu dengan Jerman. Dalam isi perjanjian ini, Jerman harus bertanggung jawab penuh akan kerusakan yang terjadi di negara-negara sekutu. 

Sayangnya, dalam pembuatan perjanjian ini, Jerman tidak diizinkan mengikuti negosiasi. Akhirnya Jerman melayangkan protes dan menganggap bahwa tindakan tersebut tidak adil yang membuat negara ini mundur dari perundingan. 

Perjanjian yang dibuat di Vervilles, Perancis di tahun 1919 ini pun berlanjut tapi tanpa mengundang Jerman. Hal inilah yang membuat Jerman merasa dipermalukan Perancis dan menumbuhkan rasa dendam yang semakin besar. 

Konflik Ideologi 

Terjadinya konflik ideologi pun menjadi penyebab pecahnya Perang Dunia II. Fasisme adalah paham yang dianut oleh Jerman, Italia dan Jepang. Dalam ideologi ini menganut kekuasaan pemerintah secara absolut tanpa adanya demokrasi. 

Ketiga negara sendiri memang mempunyai pedoman yang berbeda, tapi secara garis besar tindakan yang dilakukan adalah ideologi dari fasisme. Di dalam Fasis Jerman sendiri, Adolf Hitler menanamkanya dalam Partai Nazi. Sang Diktator pun mengumumkan Lebensraum dan ingin mengekspansi wilayah Eropa Tengah. 

Kemudian Italia pun juga menyatakan Italia Irredenta yang dijalankan oleh Benito Mussolini dengan tujuan menyatukan Italia yang belum merdeka dan mengekspansi Laut Tengan dan Abyssinia. Terakhir adalah Jepang dengan Hakko Ichiu yang memiliki arti Delapan Penjuru Dunia Menjadi Satu Atap dengan tujuan untuk Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. 

Politik Aliansi 

Adanya politik aliansi yang menimbulkan pembentukan dua blok besar juga ikut mengompori terjadinya Perang Dunia II. Dengan satu ideologi Fasisme, maka sudah jelas bahwa Jerman, Italia dan Jepang menjadi satu aliansi dan dinamakan Blok Poros. 

Kemudian, Blok Sekutu terdiri dari Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan Republik Tiongkok. Terbentuk aliansi politik dari negara-negara ini tidak hanya karena satu ideologi. Tapi, karena kekhawatiran yang terjadi perang besar. 

Penyerangan Jerman Ke Polandia 

Sekitar tahun 1919 hingga 1939, Polandia melakukan upaya untuk menetapkan kebijakan keseimbangan dengan membuat perjanjian non agresi antara Uni Soviet dengan Jerman. Di tahun 1939, Hitler menuntut Polandia untuk masuk dalam Pakta Anti Komintern. Namun, Polandia menolak karena khawatir akan dirampas kemerdekaanya.

Hitler pun mengambil keputusan untuk melaksanakan penyerangan terhadap Polandia. Dimana hal ini pun didengar oleh Britania Raya (Inggris) dan Perancis. Mereka pun mengancam kepada Jerman apabila nekat melakukan penyerangan ke Polandia, maka ini berarti perang. 

Namun, ancaman tersebut tidak diindahkan oleh Jerman dan malah melakukan pendekatan dengan Uni Soviet dengan membuat perjanjian, dimana sebagian Polandia bisa dikuasai oleh mereka. Tentu negara adidaya tersebut menyambut manis usulan dari Jerman dan tidak membantu Polandia saat itu. 

Akhirnya pada tanggal 1 September 1939, Jerman mulai menginvasi Polandia. Dimulai dari memuntahkan bom dari pesawat Kota Wielen pada pukul 4.40 pagi dan menewaskan setidaknya 1.200 orang. Kemudian 5 menit setelahnya, kapal Jerman menembakan Kota Danzig. 

Britania Raya dan Perancis yang telah mengancam pun akhirnya melaksanakannya. Pada tanggal 3 September 1939, kedua negara tersebut menyatakan perang dengan Jerman. 

Jatuhnya Bom di Pearl Harbor

Penyebab terakhir dari terjadinya Perang Dunia II adalah ketika Jepang menyerang habis-habisan Pearl Harbor, di Hawaii. Dimana Pearl Harbour adalah pangkalan militer terbesar milik Amerika dan dikenal sangat kuat. 

Pada tanggal 17 Desember 1941, Jepang menjatuhkan bom langsung sekitar pukul 07.53 pagi. Serangan besar ini sendiri membuat Amerika menelan kekalahan. Sebanyak 2.403 orang tewas dalam serangan ini dan sekitar 1.718 orang terluka.

Amerika pun harus menelan pahit penyerangan ini mengingat bahwa kapal dan pesawat yang ada di Pearl Harbor rusak parah bahkan tenggelam. Serangan ini pun disambut dengan pernyataan perang oleh Jepang untuk memperebutkan Asia-Pasifik Raya. 

Konflik global yang terjadi pada kala itu berhasil dihentikan ketika kekuatan Sekutu semakin besar dan mampu menggempur Blok Poros. Tewasnya Mussolini karena dibunuh oleh pemberontak Italia serta Hitler yang berakhir bunuh diri menjadi babak akhir dari Blok Poros. Jepang pun harus bertekuk lutut karena Amerika berhasil menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Itulah beberapa penyebab Perang Dunia 2, konflik paling mematikan dalam sejarah. 

Photo of author
Penulis konten yang tinggal di Jogja. Menggemari segala hal berbau Korea. Tetap santai dikala ada kesempatan.

Berita Terkini:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen

Artikel Terkait:

Perang Dunia 2 di Asia Pasifik Serta Pendudukan Militer Jepang di Indonesia
Penyebab Perang Dunia 2: Konflik Dunia Paling Mematikan

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini