Penulis: Dina Meidiana

Mengenal Pencak Silat: Beladiri Khas Nusantara

Pencak Silat sangat berkaitan erat dengan kehidupan nenek moyang rakyat Indonesia

the Monkey Times – Semua orang sudah tahu bahwa Pencak Silat berasal dari negara Indonesia. Meski begitu tidak banyak yang tahu bagaimana asal usul dari pencak silat yang merupakan seni beladiri dari Nusantara ini.

Bagaimana pencak silat bisa menjadi beladiri yang dikenal hingga mancanegara? Untuk mengenal lebih jauh akan seni beladiri ini, simak ulasannya berikut ini. 

Asal Usul Pencak Silat 

Pencak silat terdiri dari dua kata, dimana ‘pencak’ digunakan untuk wilayah Jawa di daerah tengah dan timur. Sedangkan kata ‘silat’ digunakan pada area Sumatera, Kalimantan dan Semenanjung Malaysia. Pencak sendiri mengedepankan tentang keindahan dari gerakan yang seperti seni, sedangkan silat sendiri adalah ilmu beladirinya. 

Bela diri seperti pencak silat sangat berkaitan erat dengan kehidupan nenek moyang rakyat Indonesia. Dimana mereka harus bertahan di alam dengan menciptakan gerakan-gerakan yang mirip dengan beberapa jenis hewan, seperti harimau, burung elang, monyet dan ular. 

Asal mula berkembangnya beladiri yang satu ini sendiri ada kemungkinan dari suku-suku asli Indonesia yang dulu berperang menggunakan tombak, parang, perisai dan lain sebagainya. Contohnya adalah Suku Nias yang hampir tidak tersentuh budaya luar hingga abad ke-20. 

Pencak silat juga diperkirakan mulai muncul di Nusantara sekitar abad ke 7, tapi hingga sekarang masih belum pasti kebenarannya. Mengingat pada saat itu ada kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Mataram yang sudah pasti memiliki pendekar hebat di masanya. 

Dalam buku berjudul Weapons and fighting arts of Indonesia, Donald F. Draeger – peneliti silat – mengemukakan pendapatnya bahwa adanya seni bela diri ini terbukti dari artefak senjata yang telah ditemukan pada masa Hindu dan Buddha. Tidak hanya itu saja dari pahatan relief yang terpampang di Candi Borobudur dan Candi Prambanan ada gambar sikap kuda-kuda dari silat. 

Draeger dalam bukunya juga menuliskan, senjata serta beladiri silat tidak bisa dipisahkan. Bukan hanya olah tubuh, tapi silat juga memiliki hubungan spiritual yang erat dengan seluruh kebudayaan di Indonesia. 

Selain Donald F. Draeger, Sheikh Shamsuddin lewat bukunya yang berjudul The Malay Art Of Self-defense: Silat Seni Gayong, juga memiliki pendapat bahwa ilmu bela diri ini juga dipengaruhi oleh Tiongkok serta India. Pernyataan tersebut bisa jadi benar, mengingat bahwa kebudayaan orang melayu banyak mendapatkan pengaruh dari Tiongkok, India dan negara lain karena adanya pedagang atau perantau dari negara tersebut. 

Tahukah Kamu?

Pencak silat dikenal oleh suku Melayu dalam berbagai nama yang berbeda. Contohnya adalah Singapura dan Semenanjung Malaysia yang lebih mengenal sebutan Gayong serta Cekak. Lalu, di negara Thailand, beladiri ini disebut dengan Bersilat. Sedangkan di Filipina, nama pencak silat dikenal dengan pasilat. 

Dari seluruh nama yang ada tersebut, bisa kamu lihat bahwa kata ‘silat’ adalah yang paling banyak digunakan dan sudah tersebar luas. Sehingga muncul satu dugaan bahwa pencak silat tersebar dari Sumatera sampai ke berbagai wilayah kawasan Asia Tenggara. 

Penyebaran Beladiri Pencak Silat di Nusantara 

Tradisi silat sendiri diturunkan dengan cara lisan. Hanya diajarkan dari guru ke murid dan menyebar dari mulut ke mulut. Maka, tidak heran jika hingga sekarang masih sangat sulit sekali menemukan kapan pertama kalinya pencak silat diciptakan. Ada banyak sekali kisah tertulis yang membuat penyebaran Pencak Silat dapat ditelusuri.

Salah satunya adalah dari legenda yang berasal dari Minangkabau, dimana dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Silek merupakan ciptaan dari seseorang yang bernama Datuk Suri Duraja. Berasal dari Pariangan, Tanah Datar, kaki Gunung Merapi pada sekitar abad ke 11. Dimana Silek ini kemudian dikembangkan oleh perantau dari Minang ke negara Asia Tenggara. 

Kemudian ada juga satu cerita rakyat akan silat dari aliran Cimande. Dimana ada seorang perempuan yang sedang mencontoh gerakan dari pertarungan yang dilakukan oleh harimau dengan monyet. Tapi, setiap daerah di Indonesia sendiri mempunyai tokoh pendekar yang sudah terkenal. 

Contohnya adalah Prabu Siliwangi yang merupakan tokoh dari Sunda Pajajaran. Kemudian ada Gadjah Mada yang seorang mahapatih dari Majapahit. Belum lagi Hang Tuah, Panglima Malaka dan Si Pitung yang berasal dari Betawi. 

Pencak Silat Erat dengan Kebudayaan Tradisional 

Penyebaran pencak silat sendiri sudah tercatat sekitar abad ke 14. Dimana pada masa tersebut beladiri digunakan sebagai salah satu pelajaran spiritual dari Kyai kepada para santri. Sehingga tidak heran jika hingga sekarang pesantren yang ada di Indonesia pasti memberikan pelajaran tentang pencak silat. 

Tidak hanya itu saja, Pencak Silat juga sering terlihat dalam beberapa kegiatan tradisional. Contohnya adalah acara adat pernikahan dari Betawi, yaitu Palang Pintu. Pencak Silat disini dibawakan secara sandiwara. Dimana saat rombongan pengantin pria datang, akan dihadang oleh salah satu jago silat dari kampung asal pengantin wanita.

Pengantin pria yang sudah siap pun harus mengalahkan si pendekar tersebut dengan jagoan yang ia bawa. Tentu saja, dalam tradisi ini tidak ada pertarungan sungguhan.

Semata-mata hanya untuk penghibur dan memberikan arti bahwa dalam membangun rumah tangga harus berusaha sekuat tenaga. Dalam beberapa acara adat dari Minangkabau pun, Pencak Silat atau Silek sering kali dibawakan. 

Perkembangan Pencak Silat yang sedemikian rupa seperti sekarang ini memang membanggakan. Terlebih Pencak Silat sudah mulai dikenalkan oleh aktor-aktor Indonesia di kancah film Internasional, seperti The Raid dan John Wick 3.

Sejumlah fakta seperti sudah disebutkan di atas membuktikan bahwa Pencak Silat berasal dari Negara Indonesia dan merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. 

Photo of author
Penulis konten yang tinggal di Jogja. Menggemari segala hal berbau Korea. Tetap santai dikala ada kesempatan.

Berita Terkini:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen

Artikel Terkait:

Bioskop kita
Bioskop Kita Akan Semarak Pada Lebaran Tahun Ini
teater adalah
Apa itu Kesenian Teater: Pengertian dan Sejarahnya
pengertian etika
Pengertian Etika Menurut para Ahli Filsafat
Perubahan Sosial
Pengertian Perubahan Sosial: Ciri-ciri dan Contohnya dalam Hidup Bermasyarakat
musik tradisional Talempong berasal dari daerah
Musik Tradisional Talempong: Kekayaan Daerah khas Minangkabau
primordialisme adalah
Pengertian Primordialisme: Ciri-Cirinya dalam Kehidupan Sehari-hari

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini