Penulis: Dandun Kusuma

Masa Jahiliyah dan Wahyu Pertama yang Diterima Nabi Muhammad

Rasulullah Saw dalam tiga tahun awal semenjak turunnya wahyu kedua, beliau dakwah tentang risalah Islam secara sembunyi – sembunyi, kemudian setelah itu baru turun wahyu dari Allah Swt

the Monkey Times – Di masa jahiliyah di Bumi Arab, Kisah Nabi Muhammad. Wahyu pertama telah diterima oleh Muhammad Saw saat beliau bertafakur di Gua Hira dengan ayat dalam surah Al Alaq 1 – 5 yang berbunyi : 1) Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan; 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; 3) Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia; 4) Yang mengajar manusia dengan pena; 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. 

Setelah mendengar cerita dari Nabi Muhammad, kemudian Siti Khadijah ingat dengan sepupunya Waraqah bin Naufal seorang yang telah lanjut dan kehilangan penglihatannya, seorang nasrani yang mampu menulis  dalam bahasa Ibrani bahkan pernah menulis bagian-bagian Injil dengan bahasa Ibrani. 

Ia bergegas menemui sepupunya dengan membawa suaminya Muhammad Saw. Dalam pertemuan tersebut diceritakanlah perihal maksud kedatangan Siti Khadijah, Ia menyampaikan kepada Waraqah bin Naufal agar mendengarkan cerita yang dialami oleh suami tercinta Muhammad Saw. Kemudian Muhammad Saw bercerita yang dialami sewaktu di Gua Hira. 

Waraqah bi Naufal berkata : “itu adalah malaikat yang pernah Allah utus kepada Musa As. Oh, alangkah bahagianya apabila aku masih muda dan perkasa. Alangkah bahagianya seandainya aku masih hidup tatkala kamu diusir oleh kaummu.’

“Apakah mereka akan mengusirku?” Muhammad Saw, lantas bertanya.

“Ya, tidak ada seorangpun yang membawa seperti apa yang kamu bawa kecuali dimusuhi dan diperangi oleh kaumnya. Seandainya kelak aku masih hidup dan mengalami hari yang akan kamu hadapi itu, niscaya aku akan membantumu sekuat tenaga.” Jawab Waraqah bin Naufal. Namun tidak selang berapa lama semenjak adanya kedatangan Rasulullah Saw, Waraqah bin Naufal meninggal dunia.

Menurut riwayat dari Baihaqi. Setelah kejadian tersebut wahyu diberhentikan sementara selama enam bulan dalam masa itu Rasulullah Saw gundah gulana, dalam sebuah riwayat yang disampaikan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata,  “Aku mendengar Rasulullah Saw berbicara tentang terhentinya wahyu. 

Nabi yang Diselimuti Khadijah

Beliau berkata kepadaku: “Di saat aku sedang berjalan, tiba – tiba aku mendengar suara dari langit. Ketika kepala kuangkat, ternyata Malaikat yang datang kepadaku di Gua Hira,” kulihat sedang duduk di kursi di antara langit dan bumi. Aku segera pulang menemui istriku dan kukatakan kepadanya,’ Selimutilah aku, selimutilah aku.. selimutilah aku !”

Sehubungan dengan kejadian itu Allah berfirman : “1) Hai orang yang berselimut; 2) Bangunlah dan berilah peringatan; 3) Dan tuhanmu agungkanlah; 4) Dan pakaianmu bersihkanlah; 5) Dan perbuatan dosa tinggalkanlah; 6) Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang banyak; 7) Dan karena Tuhanmu, bersabarlah. (QS Al Muddatsir 1-7). Sejak turunya ayat tersebut, wahyu yang datang kepada Nabi Muhammad Saw berlangsung terus menerus secara kontinyu.

Rasulullah Saw dalam tiga tahun awal semenjak turunnya wahyu kedua, beliau dakwah tentang risalah Islam secara sembunyi – sembunyi, kemudian setelah itu baru turun wahyu dari Allah Swt yang mengisyaratkan untuk melakukan dakwah secara terang – terangan. Sebagai utusan Allah untuk rahmat seluruh alam beliau sangat penyayang terhadap seluruh makhluk, baik bagi manusia, tumbuhan dan hewan. 

Sekalipun manusia tersebut orang yang kafir dan menolak dakwah beliau. Bukan hal yang mudah dilalui oleh baginda Rasul Saw ketika beliau mendakwahkan di tengah masyarakat Arab yang banyak melakukan kezaliman. Hanya sedikit sekali orang – orang yang mengikuti jejak

Nabi Muhammad Saw, itupun sebagian besar dari kalangan bawah, sedangkan sebagian besar kalangan bangsawan Mekkah menentang dengan sangat keras apa yang disampaikan oleh Muhammad Saw. Banyak dihadapi Rasulullah Saw sebuah penyiksaan, pengusiran, pemboikotan, serta pembunuhan yang diupayakan oleh pembesar – pembesar di Mekkah. 

Pemboikotan ini berlangsung selama tujuh tahun kenabian Rasulullah Saw, istrinya turut serta dalam perjuangan Nabi Muhammad Saw, ia rela meninggalkan rumahnya dan bersama Rasulullah dan para sahabat di pemukiman bani Muthalib. 

Nabi yang Teramat Bijak

Meski banyaknya halangan dan rintangan yang dialami Rasulullah Saw sampai pada beberapa peperangan pun keluhuran budinya tetap tersohor sebagai contoh salah satunya terekam dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim : Dari ‘Siti Aisyah Ra istri Nabi Muhammad Saw, bahwasannya dia pernah bertanya kepada Nabi Muhammad, “Apakah anda pernah melewati (merasakan) suatu hari yang lebih berat dibandingkan hari perang Uhud?”. 

Beliau Rasulullah Saw menjawab : “Sungguh aku banyak merasakan gangguan (perlakuan jahat) dari kaummu. Dan gangguan paling berat yang datang dari mereka adalah kejadian pada hari Al-Aqabah ketika aku menawarkan diriku kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kulal namun tidak mau memenuhi keinginanku.lalu aku pergi dengan wajah sedih, aku tidak sadar kecuali aku telah berada di Qarnu ats-Tsa’aalib.

Aku mengangkat kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang menaungiku dan ternyata di atasnya ada Jibril As, lalu dia memanggilku seraya berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu terhadapmu dan apa bantahan mereka kepadamu. Dan Dia (Allah Swt) telah mengutus kepadamu Malaikat penjaga gunung, untuk kamu perintahkan sesuai kehendakmu terhadap mereka.”Kemudian Malaikat penjaga gunung memanggilku, lalu memberi salam kepadaku kemudian berkata, “Wahai Muhammad, apa yang kamu inginkan katankanlah. Jika kamu ingin aku akan timpakan kepada mereka dua gunung Akhsyab (niscaya akan aku lakukan).”

Maka Rasulullah Saw menjawab. “Tidak (aku tidak ingin itu), akan tetapi aku berharap kepada Allah Swt bahwa akan terlahir dari tulang sulbi mereka orang – orang yang menyembah Allah Swt semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari no 3059 dan HR. Muslim 4754)

Demikianlah sebagian kecil sekali Kisah Nabi Muhammad yang mulia budinya saat akhir zaman, Nabi Muhammad Saw yang mempunyai hati yang paling mulia di seantero jagad dunia ini yang melaluinya kita dapat belajar pesan yang terdapat di kitab Al Quran yang merupakan sebuah pegangan hidup nan agung. Penyembuh bagi penyakit – penyakit yang berada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang – orang yang beriman dan sekalian alam.