Penulis: Dina Meidiana

Sulitnya Merantau Bisa Berikan Manfaat Untukmu

Ternyata aku merasakan banyak sekali manfaat dari mencari rezeki di kota orang. 

the Monkey Times – Mencari kehidupan lebih baik dengan merantau terkadang menjadi pilihan yang berat. Jauh dari keluarga dan lingkungan yang berbeda jelas tidaklah mudah.

Aku sendiri juga sedang merantau dan memang sangat sulit sekali. Tapi, ternyata aku merasakan banyak sekali manfaat dari mencari rezeki di kota orang. 

Manfaat Merantau yang Telah Kurasakan 

Kekhawatiran tinggal di tempat baru dan jauh dari keluarga pasti menjadi dilema sendiri. Aku pun juga banyak sekali berpikir ulang ketika memutuskan untuk merantau ke luar kota.

Tapi karena sudah memutuskan untuk mencoba peruntungan di kota lain, aku pun menguatkan hati. Selama merantau ini, ada banyak sekali manfaat yang kurasakan. Contohnya adalah sebagai berikut: 

Atur Keuangan yang Tidak Pernah Kulakukan 

Ini adalah hal yang paling sulit aku lakukan di awal pertama kali. Mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan per bulan.

Bagaimana tidak, aku harus menjatah makan dalam sehari, ongkos transport dan kebutuhan lainnya. Belum lagi masalah sewa kost, walau dapat yang termurah juga harus dipikirkan. Aku juga harus membagi pendapatan untuk keluargaku di rumah. 

Jadi, selama merantau aku benar-benar berusaha untuk mengatur keuangan agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Sulit banget, karena aku terbiasa di rumah makan sudah tersedia, tidak mikirin bayar listrik atau bahkan urusan pulsa pun tidak terpikirkan. Tapi, setelah merantau, semua harus aku lakukan sendiri dan harus hati-hati untuk mengeluarkan uang. 

Butuh adaptasi memang, tapi lama kelamaan aku bisa melakukannya. Walau terkadang suka luput, tapi setidaknya semua kebutuhan bisa aku penuhi. Disinilah aku sadar betapa pentingnya mengatur keuangan.

Jadi Lebih Selektif dalam Pergaulan 

Ada kalimat yang sering kali didengar yaitu jangan pernah pilih-pilih teman. Ya, ada benar juga.

Tapi, itu berlaku kalau kamu tidak mudah terpengaruh dan bisa menahan diri. Mungkin dulu berteman dengan siapa saja aku tidak takut, karena dekat dengan keluarga.

Tapi, karena merantau dan jauh dari mereka, sudah jelas aku harus berhati-hati dalam memilih pergaulan. 

Aku harus benar-benar selektif agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Aku memilih teman yang sekiranya bisa membantuku berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, saling mendukung dan tahu akan batas privasi. Tidak hanya itu saja, aku juga tidak ingin mempunyai teman yang hanya memanfaatkan saja. 

Jadi, sekarang aku lebih memilih pergaulan yang mempunyai impian yang sama, yaitu menjadi orang yang sukses. Nongkrong pun aku harus tahu apakah ada manfaatnya atau tidak. Karena hidup ini harus terus belajar, jadi aku tidak ingin membuang waktuku dengan sia-sia. 

Jadi Pribadi yang Kuat 

Pertama kali aku merantau, benar-benar terasa sulit. Apalagi ketika sedang sakit, tidak ada yang merawat.

Mau tak mau, aku harus merawat diriku sendiri. Harus tahu kapan waktu minum obat, masih memasak sendiri dan lain sebagainya. Pernah juga sampai menangis karena saat sakit aku benar-benar merasa sendirian. 

Walaupun terkesan agar ebay, tapi memang itu yang aku rasakan. Namun, seiring berjalannya waktu, aku jadi paham bahwa tidak boleh manja. Harus bisa kuat agar tidak mengkhawatirkan orang di rumah.

Aku tidak ingin menyerah hanya karena sakit saja. Harus benar-benar kuat agar hari esok menjadi lebih cerah. 

Jauh Lebih Mandiri 

Menjadi jauh lebih mandiri juga aku rasakan saat merantau ini. Aku tidak lagi bergantung pada orang di rumah.

Semuanya kulakukan sendiri, mulai dari beberes kamar kost, cuci baju, makan dan lain sebagainya. Inilah yang membuatku sekarang tidak lagi bergantung uluran tangan orang lain. 

Karena ternyata semua bisa kulakukan sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain. Ya, kadang minta bantuan juga, tapi bukan untuk hal paling dasar. Setidaknya apa yang menjadi kebutuhan dasar, aku bisa memenuhinya sendiri.

Menyadari Pentingnya Keluarga 

Karena aku jauh dari orang tua dan saudara, aku menjadi sadar bahwa mereka adalah orang terpenting dalam hidupku.

Kalau dulu masih serumah, aku seperti acuh tak acuh. Bahkan kadang tidak saling sapa. Tapi, karena jauh, sudah pasti ada perasaan kangen. Akhirnya hanya lewat video call atau telepon saja yang bisa mengobati rasa kangen. 

Sekarang aku tiap hari pasti bertanya bagaimana keadaan di rumah, apa yang mereka masak dan hal remeh lainnya.

Hal ini menjadikan diriku tahu bahwa tanpa keluarga aku tidak akan ada sampai sekarang. Waktu luang yang terbatas pun aku manfaatkan untuk menghubungi keluarga di rumah. 

Itulah beberapa manfaat yang aku rasakan ketika merantau seperti sekarang. Bagi kalian yang sedang menjalankan kehidupan yang sama denganku, mungkin akan sangat memahami betapa sulitnya hidup di kota orang.

Namun, dibalik semua pengorbanan kalian, pasti akan ada hal baik yang dialami. Jadi, jangan pernah menyerah, ya.