Makan Ketoprak kaki lima di Tanjung Duren Utara

Di Jakarta, ketoprak ada dimana-mana. Termasuk di Tanjung Duren Utara, tempat kami menyantap sepiring ketoprak kaki lima spesial dengan telur dadar.


Gerobak ketoprak spes dadar di tanjung duren utara

Foto: tmtimes.id


Oleh: Mas Hadid

Diterbitkan:

the Monkey Times – Kalau sudah lama tinggal di Jakarta, tentu kamu paham satu makanan khas macam ketoprak. Teman saya pernah sedikit berkelakar, menceritakan betapa hebat ketoprak di matanya

Lu belom sah tinggal di Jakarta kalau belum mencicipi ketoprak, katanya penuh semangat.  Dan memang. Di Jakarta ketoprak ada dimana-mana

Dulu ketika usia saya masih di sekitar angka 5 – 13 tahun, kedatangan gerobak tukang ketoprak di depan rumah mudah dikenali dari bunyi khas denting sendok yang diadu dengan pinggiran piring keramik.

alat-alat peracik menu ketoprak.
Foto: tmtimes.id

Saya rasa pemandangan kedatangan gerobak tukang ketoprak seperti di atas sudah sangat umum, alias jamak ditemukan di Jakarta, termasuk di Jalan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat.

Saya termasuk orang yang demen mengunyah makanan jenis apapun yang mengandung bumbu kacang. Apalagi kalau rasa kacangnya terasa pekat di lidah. Tidak terlalu encer, dan manisnya enak. Sudah pasti jenis seperti bakal masuk ke daftar menu favorit.

Nah, ada satu tukang ketoprak di Tanjung Duren Utara yang memenuhi kriteria saya tentang sepiring ketoprak yang – setidaknya menurut lidah saya – yummy. Kalau Anda kebetulan melewati Jalan Tanjung Duren Utara 3 dari arah Selatan ke Utara, kamu akan menemukan lapangan basket di sebelah timur, persis sebelum TK Melati.

Di dekat lapangan itu ada tukang ketoprak kaki lima yang biasanya mulai beroperasi setiap jam 5 sore. Ketopraknya tidak punya merek khusus. Hanya saja di gerobaknya tertulis “Ketoprak Spes Dadar”. Sepertinya stiker bertuliskan “spesial” di gerobak itu terpenggal. Jadinya yang terbaca hanya “spes”.

Tapi tidak apa-apa. Toh terpenggalnya kata “spesial” tidak mempengaruhi rasa ketoprak yang saya beli itu. Cuma pertanyaannya: apakah rasanya benar-benar spesial?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita mesti kembali ke akar pertanyaan: kalau banyak tukang ketoprak di Jakarta, apakah itu tandanya makanan tersebut benar-benar asli Jakarta? Bagaimana rasa ketoprak asli Jakarta?

Berat rasanya menjawab kedua pertanyaan diatas. Saya belum menemukan satu pun sumber sejarah sahih yang bisa menjelaskan asal usul ketoprak. Dan kalau ditanya rasa aslinya. Well …. yang pasti – dan seharusnya – manis. Pun rasa manis ketoprak bisa dibuat jadi lebih kaya. Misalnya: kamu bisa meminta abang penjualnya menambahkan ulekan cabai merah rawit.

Rasanya ‘tidak ada’ yang namanya rasa asli ketoprak. Sebab menurut saya makanan satu ini – kendati populer – tidak memiliki akar kesejarahan yang jelas. Toh di mana-mana kita juga bisa menemukan makanan serupa, mulai dari gado-gado, lotek, dan pecel Jawa Timur-an. Mereka semua disatukan objek yang sama: bumbu kacang.

Baca Juga:  Kuliner Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja yang Pernah Dicicipi Artis Korea

Tentang bumbu kacang, saya punya penilaian sendiri untuk “Ketoprak Spes Dadar”.

Saya cenderung menyukai jenis makanan berbumbu kacang, entah itu gado-gado maupun lotek. Pokoknya pendapat saya tentang bumbu kacang spesial: rasa kacangnya harus terasa. Nah, perkara ini jelas membutuhkan kelihaian kang ketoprak dalam meracik bumbu kacang yang pas.

Artinya, rasa kacang tidak boleh hilang, meski ada campuran gula merah, cabai, bawang, telur dadar yang dibumbui, ketupat, dan seterusnya. Dalam hal ini, “Ketoprak Spes Dadar” sudah memenuhi syarat ketoprak enak menurut saya.

Di sepiring “Ketoprak Spes Dadar”, saya menemukan rangkaian bahan makanan standar-khas ketoprak: telur dadar, tahu goreng, bihun, dan ketupat. Saya kebetulan minta kepada kang ketoprak supaya dilebihkan saus kacangnya.

Menu ketoprak spes dadar di Tanjung Duren Utara.
Foto: tmtimes.id

Keputusan tepat. Sebab “Ketoprak Spes Dadar” berhasil membuat saya terus menagih setiap suap telur, ketupat dan kawan-kawannya. Sore itu memuaskan. Ketoprak pun tandas.

Entah kenapa saya selalu yakin ketoprak enak disantap di pagi hari atau sore hari. Orang yang doyan makan biasanya rawan lapar di jam-jam tersebut, entah karena sedang bersiap pergi bekerja di pagi hari; atau karena di sore hari merasa lelah dan perut kosong setelah seharian bekerja.

Laa gimana. Wong “Ketoprak Spes Dadar” kan isinya penuh dengan karbohidrat: bihun, ketupat, telur, kacang. Jadilah menu sepiring ketoprak jadi pemuas rasa lapar yang menyergap di sore hari di Tanjung Duren Utara.

Bumbu kacang yang top. Bisa bikin kenyang dalam waktu lama. Plus harga yang lumayan bersahabat. Jadilah elemen-elemen baik itu nongol sebagai konklusi: sekali-kali saya akan makan di “Ketoprak Spes Dadar” lagi.

Oh ya. Sepiring “Ketoprak Spes Dadar” disana bisa kamu tebus dengan harga Rp 17,000.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: review kuliner

Atau baca artikel lain yang ditulis: Mas Hadid

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru