Liverpool Kalah: Perpanjang Rekor Buruk Awal Tahun

Perjuangan Liverpool mempertahankan gelar juara Liga Premier Inggris makin berat setelah kalah 0-1 dari Burnley.


kalah-lawan-burnley

Liverpool mulai terengah-engah dalam misi mempertahankan gelar juara Liga Inggris.


Oleh: Bola

Diterbitkan:

the Monkey Times – Liverpool mengakhiri rekor gemilang di Anfield setelah kalah 0-1 dari tim tamu Burnley pada lanjutan Liga Premier Inggris Jumat dini hari (22/01/2021).

Kekalahan tersebut memperpanjang rekor buruk Liverpool di awal tahun. Mereka kini kalah dua kali dalam lima pertandingan terakhir di liga.

Lebih jauh lagi, Burnley mengakhiri rekor kemenangan Liverpool di Anfield, yang sebelum pertandingan tadi malam berjalan sejak April 2017.

Menguasai jalannya pertandingan, dengan ball possesion hingga 72 %. Menciptakan 27 kali tembakan dan 6 kali peluang mencetak gol, Liverpool justru kebobolan di tujuh menit jelang pertandingan usai.

Adalah Ashley Barnes yang menjebol gawang Liverpool pada menit 83 lewat titik penalti. Hadiah penalti diberikan wasit setelah Barnes lolos dari penjagaan Fabinho dan tinggal berhadapan muka dengan Allison.

Sang kiper yang berusaha menggagalkan peluang Barnes justru membuat pelanggaran yang memicu keputusan wasit menunjuk titik putih.

Walhasil, gol Barnes menjauhkan Liverpool dari peringkat teratas klasemen. Mereka tertahan di peringkat 4 dengan 34 poin, tertinggal 6 angka dari pemilik puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris, Manchester United.

Laporan pertandingan Liverpool vs Burnley

statistik pertandingan Liverpool vs Burnley

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memainkan formasi “aneh” ketika menjamu Burnley. Alih-alih memainkan Salah dan Firmino sedari awal, Klopp memilih Divock Origi dan Oxlade-Chamberlain untuk menggantikan keduanya.

Salah dan Firmino baru dimasukkan di babak kedua, ketika tim tuan rumah tidak kunjung mampu menjebol gawang Burnley.

Memang tensi pertandingan di menit-menit awal terkesan anyep, alias kurang ada gregetnya sama sekali. Tapi kondisi mcam itu mungkin wajar karena kedua tim masing-maing hanya mencetak satu gol dalam empat pertandingan Liga Inggris termutakhir.

Walau begitu Burnley mendapat peluang pertama lewat kaki Barnes. Umpan panjang menusuk ke area penalti Liverpool memancing Allison keluar sarang.

Sang kiper berusaha menangkap bola, namun gagal melakukannya dengan sempurna. Bola kemudian jatuh ke kaki Barnes, yang kemudian menembak keras ke gawang kosong. Beruntung Allison kemudian masih bisa mengebloknya dan mencegah gawang Liverpool kebobolan.

Setelah itu parade pertunjukan peluang mencetak gol diperlihatkan Liverpool lewat serangkaian usaha dari Shaqiri dan Origi. Percobaan pertama Liverpool lewat kaki Shaqiri, yang menembak bola dari luar kotak penalti, masih menyamping di sisi kiri atas gawang Burnley.

Baca Juga:  Hasil Liga Italia: Inter Menang, Pesaingnya Gagal

Baca Juga: Man. City dan Liverpool serta Rivalitas yang (mungkin) tak Abadi

Divock Origi kemudian mendapat dua kali peluang, salah satunya nyaris membuahkan gol. Origi yang mencuri bola dari bek Burnley terlepas sendiri, hingga tinggal berhadapan langsung dengan kiper Burnley, Pope. Sayang usahanya menaklukkan Pope digagalkan mistar gawang.

Pope malam itu memang memperlihatkan harga dirinya sebagai kiper. Setidaknya dia dua kali mengeblok peluang Liverpool di babak kedua yang didapat Arnold dan Salah.

Walhasil, gol penalti Burnley seakan-akan jadi akumulasi rasa frustrasi yang didapat Liverpool setelah berkali-kali gagal menjebol gawang Burnley.

Rasa frustrasi tersebut bisa jadi membayangi mereka di pekan-pekan berikutnya, ketika Liga Premier Inggris mulai memasuki fase krusial penentuan gelar juara.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: hasil dan skor sepakbola, kabar sepakbola

Atau baca artikel lain yang ditulis: Bola

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru