Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kisah Nabi Muhammad

Hikmah Peristiwa Isra & Mikraj

Peristiwa Isra Mikraj jadi mata rantai terpenting dalam sejarah keislaman yang dibawa Nabi Muhammad.

ilustrasi-hikmah-peristwa-Isra-Mikra

Isra Mikraj jadi salah satu peristiwa penting bagi umat Islam di seluruh negara. Al-Quran menceritakan kisah perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad lewat surat Al-Isra.


tmtimes.id

Iklan

Mayoritas ulama meyakini peristiwa Isra Mikraj sebagai momen di mana fisik Nabi melakukan perjalanan. Walau begitu, sekelompok orang menyebut bahwa Nabi tidak melakukan perjalanan fisik.

Betul ada peristiwa Isra Mikraj, namun Nabi mengalaminya lewat mimpi. Atau setidaknya – menurut penulis Sejarah Hidup Muhammad Muhammad Haekal – ruh Nabi yang mengalami peristiwa Isra Mikraj.

Nabi yang Terlelap dan Jibril yang Membawa Buraq

Di satu riwayat diceritakan Nabi Muhammad berdoa dan menghabiskan malam di samping Ka’bah. Tidak berselang lama Nabi terlelap di tempat yang sama. Lalu datanglah Malaikat Jibril membangunkan Nabi sembari membawa seekor hewan, Buraq. Nabi menaiki hewan itu, yang kemudian membawanya menuju Bait’l-Maqdis.

Sampai disana, mengutip Sejarah Hidup Muhammad, “Muhammad mengikatkan hewan kendaraannya itu. Di puing-puing kuil Sulaiman ia bersembahyang bersama-sama Ibrahim, Musa dan Isa. Kemudian dibawakan tangga, yang lalu dipancangkan di atas batu Ya’qub. Dengan tangga itu Muhammad cepat-cepat naik ke langit,” demikian tulis Haekal.

Ilustrasi Khamsa of Nizami yang menceritakan peristiwa Mikraj. Gambar: Wikimedia

Dalam perjalanannya menuju langit, sambil ditemani Jibril, gerbang demi gerbang surga dibuka untuk Nabi Muhammad. Detil peristiwa ini dikisahkan Ghulām Murtaza Azād dalam artikelnya ISRA’ AND M’IRAJ: NIGHT JOURNEY AND ASCENSION OF ALLAH’S APOSTLE MUḤAMMAD (S. A. W. S.) (Islamic Studies Vol. 22, No. 2 (Summer 1983), hlm. 63-80).

  • Di langit lapis pertama Nabi Muhammad bertemu Adam. Keduanya saling bertukar salam.
  • Di langit lapis kedua Nabi Muhammad bertemu Yahya dan Isa. Mereka saling bertukar salam pula.
  • Di langit lapis ketiga Nabi Muhammad bertemu Yusuf. Keduanya saling bertukar salam.
  • Di lapis langit keempat Nabi Muhammad bertemu Idris. Keduanya saling bertukar salam.
  • Di lapis langit kelima Nabi bertemu Harun. Keduanya saling bertukar salam.
  • Di lapis langit keenam Nabi bertemu Musa. Keduanya saling bertukar salam. Setelah pertemuan itu Musa menangis. Ketika ditanya mengapa ia menangis, Musa menjawab: “Aku menangis karena seorang Nabi muda diutus setelahku, yang pengikutnya akan masuk ke dalam surga, jauh lebih banyak ketimbang pengikutku,” kata Musa seperti ditulis Azād.
  • Di lapis langit ketujuh Nabi bertemu Ibrahim. Jibril memperkenalkannya sebagai ayah Muhammad, dan keduanya pun saling bertukar salam.

Setelah pertemuan dengan Nabi Nabi yang mendahuluinya, sampailah Muhammad ke Sidrat-ul-Muntaha dan Al-Bait-Ul-Mamur. Disini Muhammad menerima perintah salat lima waktu.

Kemudian diriwayatkan Nabi dibawa kembali ke Bait’l-Maqdis bersama Jibril. Nabi kembali menunggangi Buraq, yang membawanya kembali pulang ke Makkah. Di jalan pulang Nabi sempat melihat beberapa pedagang yang kembali ke Mekah melewati jalur yang sama dengan jalur kepulangannya.

Ujian yang Menimpa Rasulullah Setelah Peristiwa Isra Miraj 

Begitu sampai di Mekah, Nabi menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada Umm Hani, salah seorang sepupunya.

“Rasullulah, janganlah menceritakan ini kepada orang lain. Orang akan mendustakan dan mengganggumu lagi!

Tapi harus saya ceritakan kepada mereka,” jawab Muhammad seperti ditulis Haekal di dalam Sejarah Hidup Muhammad.

Dugaan Umm Hani benar terjadi. Tidak sedikit kaum Quraisy yang mengejek dan menghina Muhammad saat kisah ini diceritakan sendiri olehnya. Mereka tidak percaya dan menganggap peristiwa Isra Mikraj sebagai sesuatu yang mustahil. Tetapi jauh melebihi hinaan orang-orang Quraisy, Muhammad Iqbal memaknai Isra Mikraj dengan dua cara. Pertama, hikmah Isra Mikraj menandai penobatan Muhammad sebagai rasul pilihan. Kedua, Isra Mikraj adalah cobaan nyata bagi Muhammad dan pengikutnya.

Beberapa orang kemudian memilih meninggalkan Muhammad dan ajarannya. Meski pada gilirannya kebenaran peristiwa dan cerita Muhammad akhirnya kelak terbukti ketika rombongan pedagang yang dilihatnya pada malam Isra Mikraj tiba di kota Mekah dan Muhammad sanggup bercerita dengan lancar tentang apa yang terjadi kepada kelompok pedagang tersebut.

Dan pedagang itu membenarkan cerita tersebut.

Iklan

Artikel Menarik Lainnya

Iklan