Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tokoh Sejarah

Arti Penting Patih Gajah Mada di Kerajaan Majapahit

Patih Gajah Mada menempati posisi penting dalam sejarah Majapahit. Dialah yang mempopulerkan Sumpah Palapa, dengan tekadnya mempersatukan nusantara.

Gajah Mada
Patung Mahapatih Gajahmada di depan pintu masuk air terjun Mardikaripura. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

the Monkey Times – Majapahit merupakan kerajaan yang berdiri di pulau Jawa bagian timur, tepatnya di dekat sungai Brantas. Dalam sejarah, era kepemimpinan Raja Hayam Wuruk merupakan masa kejayaan kerajaan Majapahit.

Hal ini tidak lepas dari campur tangan dan dukungan patih Gajah Mada, seorang mahapatih yang mahsyur namanya. Suatu kali dia pernah bersumpah akan menyatukan wilayah nusantara di bawah naungan Majapahit.

Kelahiran Mahapatih Gajah Mada

Ada pendapat yang menyatakan Gajah Mada lahir sekitar abad ke 14. Ia berasal dari kalangan rakyat biasa. Dari kasta yang tidak diperhitungkan. Gajah Mada memulai karir di kerajaan Majapahit sebagai seorang bekel. 

Saat itu ia berhasil menyelamatkan Prabu Jayanegara dan juga mengatasi pemberontakan Ra Kuti yang sangat berbahaya dalam sejarah Majapahit. Kemudian sosok tersebut diangkat menjadi Patih Kahuripan.

Di tahun 1329 Masehi, Arya Tadah mengundurkan diri dari jabatannya. Arya Tadah pun kemudian menunjuk Gajah Mada sebagai penggantinya. Namun Gajah Mada tidak langsung menyetujuinya, sebab ia masih ingin membuat jasa terlebih dahulu kepada Majapahit dengan cara menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu tengah melakukan pemberontakan. 

Seusai kerajaan Sadeng dan Seta takluk, Gajah Mada akhirnya diangkat menjadi Mahapatih oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi.

Bagaimana Gajah Mada dapat Menyatukan Wilayah Nusantara

Ketika Arya Tadah tidak bisa menjalankan kebijakan kerajaan karena sakit, hati Gajah Mada terketuk untuk melanjutkan tugas sebagai Mahapatih. Ketika diangkat ia mengucap sumpah yang sekarang dikenang sebagai sumpah palapa.

Setelah tunduk nusantara, aku akan beristirahat. Seusai tunduk Gurun, Seram, Tanjungpura (Kalimantan), Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik (Singapura), barulah aku beristirahat.

isi sumpah palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada

Sumpah yang diucapkannya itu direalisasikan semasa kepemimpinan Raja Hayam Wuruk.

Waktu itu Majapahit berhasil menaklukkan seluruh wilayah nusantara, kecuali kerajaan Sunda Galuh dan Sunda Pakuan. Keberhasilan tersebut pada gilirannya menaikkan pamor Gajah Mada di kerajaan Majapahit.

Dicatat dalam Negarakertagama, wilayah kekuasaan Majapahit meliputi Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, hingga Indonesia bagian timur. Pengaruh dan ekspansi yang dilakukankerajaan Majapahit juga sampai ke negara tetangga. 

Mulai dari semenanjung Malaysia, Tumasik (Singapura), hingga sebagian Thailand dan Filipina. Di masa itu, Angkatan Laut Majapahit sangat kuat sehingga disebut Talasokrasi atau Kemaharajaan Bahari.

Hubungan antara pusat kerajaan Majapahit dengan daerah kekuasaan juga meliputi aspek ekonomi dan bisnis.

Dalam aspek ekonomi, wilayah yang berada bawah Majapahit dipersatukan dalam rangka memenuhi kepentingan perdagangan. Bukan dalam arti pertuanan atau kekuasaan, melainkan Majapahit akan memberikan dukungan ekonomi kepada daerah kekuasaan yang ditukar dengan penjagaan keamanan di jalur perdagangan. 

Terlibat di Perang Bubat

Dalam sebuah Kidung Sunda, diceritakan bahwa perang Bubat yang terjadi di tahun 1357 bermula ketika Prabu Hayam Wuruk hendak meminang Dyah Pitaloka putri kerajaan Sunda. 

Kemudian lamaran tersebut diterima oleh pihak kerajaan Sunda, dan berangkatlah rombongan menuju Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung. Saat itu, Mahapatih Gajah Mada ingin Sunda takluk dan menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit.

Pihak Kerajaan Sunda menolak keras permintaan tersebut, dan akhirnya terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan kerajaan Sunda. 

Perang ini terjadi di Bubat. Saat itu Dyah Pitaloka akhirnya bunuh diri setelah melihat sang ayahanda dan seluruh pasukan gugur dalam pertempuran. Dikisahkan bahwa Gajah Mada dinonaktifkan sebagai Mahapatih karena peristiwa tersebut.

Namun dalam Negarakertagama diceritakan hal yang sedikit berbeda. Di kitab tersebut diceritakan Raja Hayam Wuruk sangat menghargai Gajah Mada sebagai Mahamantri Agung yang bijaksana, wira, dan setia berbakti kepada negara. 

Sang Raja kemudian menghadiahkan dukuh “Madakaripura”, daerah dengan pemandangan elok di Probolinggo, kepada Gajah Mada. Dia diangkat kembali menjadi patih di Madakaripura.

Kematian Mahapatih Gajah Mada

Dalam Negarakartagama diketahui bahwa sekembalinya Raja Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia menjumpai sang Patih dalam keadaan sakit.

Kemudian disebutkan Gajah Mada meninggal dunia di tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi, akan tetapi tidak diketahui secara pasti dimana Mahapatih tersebut dikebumikan. Wafatnya Gajah Mada menjadi salah satu faktor melemahnya kekuasaan Majapahit.

Untuk menggantikan sosok Gajah Mada, Raja Hayam Wuruk kemudian memilih enam Mahamantri Agung untuk membantu dalam menyelenggarakan segala urusan negara.

Sayang keenam Mahamantri tersebut tidak bisa menggantikan sosok Gajah Mada yang begitu agung. Sepeninggal Gajah Mada, Raja Hayam Wuruk menjadi limbung dan kejayaan Majapahit akhirnya goyah.

Mahapatih Gajah Mada memiliki banyak peran dalam membawa Majapahit menuju kejayaan di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Melalui sumpah dan keberhasilan menyatukan wilayah nusantara, sosok Mahapatih tersebut begitu disegani.

Bahkan pengaruhnya bisa dikatakan telah melampaui Raja Hayam Wuruk dan anggota Saptaprabhu (Dewan Pertimbangan Agung yang berisi anggota keluarga kerajaan Majapahit).

Artikel Menarik Lainnya

Mozaik

Hippocrates secara umum dikenal sebagai Bapak Kedokteran, kendati kita bisa menyebut nama lain seperti Ibnu Sina yang mendapat gelar yang sama.

Kerajaan Nusantara

Menurut cerita rakyat Mojokerto, Kerajaan Majapahit didirikan Raden Jaka Sesuruh, yang membangun kerajaan atas petunjuk seorang nenek pertapa.

Bolaku

Media Italia dan timnasnya tidak pernah akur selama Piala Dunia 1982 berlangsung.

Mozaik

DI dunia medis, Frederick Banting dikenal sebagai orang pertama yang mengekstrak insulin dari pankreas. Namun dia tidak melakukannya sendirian.

Film

Philip Seymour Hoffman adalah aktor berbakat, namun jalan hidupnya mengharuskannya mati sia-sia karena obat-obatan terlarang.

Film

Salah satu ciri khas yang lazim ditemui dalam sejumlah film Paul Thomas Anderson adalah kentalnya isu keluarga.

Mozaik

Mencari jawaban mengapa Wilhelm Wundt disebut bapak psikologi modern. Dari dialah istilah 'psikolog' dikenal.

Kisah Nabi Muhammad

Kendati minim sumber sejarah, bukan berarti tak ada yang bisa diceritakan dari sosok Abdullah bin Abdul Muttalib.