Klarifikasi Whatsapp: Pesan Pribadi tetap Dienkripsi

Belantara aplikasi perpesanan bergoyang oleh kabar perubahan Kebijakan Privasi Whatsapp terbaru dimana aplikasi tersebut dikabarkan akan berbagi data penggunanya ke Facebook, perusahaan yang memilikinya.


tukar-pesan-wa

Persepsi kita tentang kebijakan privasi terbaru whatsapp mungkin salah. (Foto: the Monkey Times)


Oleh: Kaisar

Diterbitkan:

the Monkey Times – Namun perkaranya mungkin bukan sekadar soal berbagi data pengguna kepada perusahaan induk. Lebih dari itu, Whatsapp sudah mempublikasikan halaman FAQ untuk menjawab keresahan soal berbagi data seperti sudah disebut diatas.

Di halaman tersebut Whatsapp memberikan penjelasan bahwa pembaruan kebijakan privasi tidak mempengaruhi privasi pesan yang dikirimkan pengguna

“Tetapi,” jelas Whatsapp, “pembaruan ini mencakup perubahan yang berhubungan dengan berkirim pesan ke bisnis, yang bersifat opsional, di WhatsApp.

Pembaruan ini juga memberikan transparansi lebih lanjut mengenai cara kami mengumpulkan dan menggunakan data.”

Whatsapp Privasi
Whatsapp memberikan klarifikasi terkait perubahan kebijakan privasi mereka. (Foto: tangkapan layar situs faq.whatsapp.com)

Ada tujuh poin penting yang ditegaskan Whatsapp, terkait dengan cara mereka memperlakukan data pengguna:

  • Pengguna dapat mengunduh datanya.
  • Pesan dapat disetel menjadi pesan sementara.
  • Grup Whatsapp tetap bersifat privat.
  • Whatsapp tidak membagi daftar kontak Anda dengan Facebook.
  • Whatsapp maupun Facebook tidak dapat melihat lokasi yang Anda bagikan ke pengguna lain.
  • Whatsapp tidak menyimpan catatan siapa saja pengguna yang melakukan panggilan atau berkirim pesan.
  • Whatsapp maupun Facebook tidak dapat melihat pesan privat pengguna.

Dari sejumlah poin diatas, pada dasarnya Whatsapp mengumumkan kepada pengguna pribadi untuk tidak khawatir, sebab mereka toh tidak memperlemah enkripsi pertukaran pesan antar pengguna.

Namun soalnya jadi berbeda ketika seorang pengguna memakai Whatsapp untuk melakukan transaksi jual beli dengan akun Facebook bisnis.

Sebagai layanan yang terhubung langsung dengan Facebook, pengguna Whatsapp Business – yang juga membuka bisnis di Facebook – tentu sudah memahami bahwa mereka akan diberi opsi untuk mengatur chat Whatsapp supaya bisa terhubung langsung dengan konsumen di Facebook, misalnya untuk kepentingan menjawab pertanyaan seputar bisnis atau mengirim bukti penerimaan pembayaran.

Lalu pemilik akun bisnis juga diberi opsi memajang barang dagangan supaya bisa dijual langsung di Whatsapp.

Nah, jika seorang pengguna Facebook menghubungi akun Whatsapp Business setelah dia melihat barang dagangan yang diperjualbelikan pemilik akun, data pengguna itulah yang kemudian dibagi untuk tujuan personalisasi iklan.

“Jika Anda memilih untuk berinteraksi dengan Facebook Shops, aktivitas berbelanja Anda dapat digunakan untuk memersonalisasi pengalaman Anda di Facebook Shops serta iklan yang Anda lihat di Facebook dan Instagram.

Fitur-fitur seperti ini bersifat opsional. Ketika Anda menggunakannya, kami akan memberitahukan dari dalam aplikasi bagaimana data Anda dibagikan dengan Facebook,” demikian penuturan Whatsapp seperti tertulis di halaman FAQ terbarunya.

Baca Juga:  Ini Harga dan Spesifikasi Oppo Reno6 5G dan Reno6 5G Pro

Yang luput diperhatikan

Awal Januari silam Whatsapp mengirim notifikasi ke penggunanya, yang pada intinya memaksa penggunanya untuk menyetujui kebijakan privasi terbaru terkait dengan penggunaan aplikasi tersebut untuk transaksi bisnis.

Berbeda dengan pengumuman pembaruan privasi Whatsapp pada 2016, misalnya, yang memberi opsi bagi pengguna untuk tidak setuju dengan pemakaian data mereka untuk kepentingan bisnis, pemaksaan itulah yang kemudian menjadi masalah, dipermasalahkan, dan memantik orang untuk ramai-ramai mengunduh sejumlah alternatif seperti Signal dan Telegram.

Baca Juga: Kenapa dengan Signal? dan Mengapa ia Dianggap Alternatif Whatsapp

kebijakan-privasi-wa

Singkat cerita, Whatsapp merevisi kebijakan privasinya karena Facebook ingin menjadikan aplikasi tersebut sebagai ruang pertukaran pesan, dimana kita mungkin memakainya untuk berbisnis dengan akun Facebook yang menjual produk yang kita butuhkan.

Dalam sebuah artikel New York TImes berjudul the Truth about Your Whatsapp Data, Shira Ovide menulis perubahan kebijakan Whatsapp merefleksikan kemungkinan transaksi komersil yang melibatkan jejaring aktivitas di antara aplikasi yang dimiliki Facebook.

“Contohnya, sebuah tas tangan yang Anda cari di Whatsapp bisa saja tiba-tiba muncul di aplikasi Instagram Anda,” tulis Ovide.

Artinya, Anda mungkin akan melihat iklan yang relevan, dengan apa yang Anda ketikkan di Whatsapp atau dengan transaksi yang Anda lakukan dengan pemilik bisnis di Facebook lewat Whatsapp, di aplikasi lain yang dimiliki Facebook.

Perkaranya, menurut Ovide, Whatsapp gagal – atau setidaknya tidak dengan cara yang tepat – menjelaskan apa yang baru dalam kebijakan privasi mereka.

Baca Juga: Ketakutan Menyoal Privasi setelah Whatsapp Memperbarui ToS

Masalah lain kemudian muncul lewat asumsi bahwa Facebook tidak akan memakai data Anda untuk keperluan komersial, selama ada tombol lain yang menyediakan opsi bagi pengguna untuk menolak pemakaian data untuk kepentingan komersial.

Padahal, asumsi itu bisa jadi salah.

Facebook tetap mengoleksi data yang kita pakai di aplikasi Whatsapp, namun selama 2016 sampai sebelum pembaruan kebijakan privasi pada Januari 2021, mereka tidak menggunakannya untuk “meningkatkan” pengalaman komersial – dalam bentuk sajian iklan.

Jadi ketika Whatsapp menghilangkan opsi untuk menolak, otomatis data pengguna nantinya bisa jadi digunakan untuk keperluan komersial.

Begitulah ceritanya. Sebagian besar orang mungkin tidak akan pernah merasa nyaman dengan cara-cara seperti itu. Tapi walaupun kita tahu, apa yang bisa dilakukan? Toh mungkin kita sudah terlanjur menggunakan Whatsapp dan sangat tergantung kepadanya – terutama untuk keperluan pekerjaan.

Baca Juga:  Bisa Jadi kamu Mengisi ulang Baterai Smartphone dengan Cara yang Salah

Di sisi lain, kami yakin aplikasi seperti Whatsapp jadi sebuah lahan digital yang mudah digunakan dan intuitif.

Namun ketika berbicara tentang kebijakan privasi atau mencari tahu bagaimana persisnya raksasa teknologi mengoleksi dan menggunakan data kita, kebanyakan orang akan merasa seolah-olah mereka sedang mendaki gunung yang puncaknya terlihat indah namun kita tidak pernah bisa tahu apa yang ada disana dan bagaimana cara kerjanya.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: berita teknologi, kabar aplikasi, whatsapp

Atau baca artikel lain yang ditulis: Kaisar

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru