Kisah Perjalanan Kak Seto, Sahabat Anak yang Masih Lincah di Usia 70 tahun

Tidak jarang Kak Seto menunjukkan video saat ia sedang Parkour, lho!


Kak Seto

Kak Seto


Oleh: Ika Umi Hayati

Diterbitkan:

the Monkey Times – Memasuki usia 70 tahun, biasanya orang-orang akan menyapa kita dengan panggilan ‘Eyang’ atau ‘Kakek’. 

Namun, hal tidak biasa terjadi pada Seto Mulyadi, dari awal berkarir sebagai psikolog anak sampai dengan hari ini masih kerap disapa dengan panggilan ‘Kak Seto’. 

Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok ini? Nama Seto Mulyadi tentu tidak asing di telinga masyarakat Indonesia terutama jika sudah menyangkut tentang anak-anak.  

Pada 28 Agustus 2021 lalu, psikolog asal Klaten, Jawa Tengah ini genap berusia 70 tahun.

Meskipun usianya tidak lagi muda, ia masih tampak bugar dan kuat melakukan push up, bahkan tidak jarang Kak Seto menunjukkan video saat ia sedang Parkour, lho!

Wah keren banget, apa sih rahasianya? Sebelum membahas rahasia Kak Seto yang masih lincah di usia 70 tahun, mari kita simak terlebih dahulu kisah perjalanan hidupnya yang punya peran penting dalam kehidupan anak-anak Indonesia.  

Sebelum jadi Sahabat Anak, Kak Seto Pernah Jadi Gelandangan

Seto Mulyadi atau yang lebih akrab disapa Kak Seto ini lahir di Klaten, Jawa Tengah pada 28 Agustus 1951, tepatnya 70 tahun silam.

Namanya mulai dikenal setelah menjadi pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro.

Kak Seto merupakan psikolog anak yang pernah menjabat sebagai ketua LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia).

Sebelum menjadi tokoh yang berpengaruh seperti sekarang, ia mengaku dulu pernah jadi gelandangan.

Kejadian itu bermula ketika Kak Seto dan kembarannya, Kresno Mulyadi lulus dari SMA dan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sayangnya, saat ia mengikuti tes masuk kedokteran Universitas Airlangga, Kak Seto tidak berhasil lolos dan yang diterima menjadi mahasiswa kedokteran hanyalah kembarannya.  

Kak Seto tidak lantas patah semangat, ia masih berusaha keras supaya diterima sebagai mahasiswa kedokteran di kampus ternama Indonesia lainnya.

Meskipun telah beberapa kali mencoba dan mengikuti tes, Kak Seto tetap gagal menjadi mahasiswa kedokteran.

Dengan perasaan kecewa yang mendalam, ia nekat minggat ke Jakarta tanpa bekal dan keahlian apapun hingga akhirnya menjalani hidup sebagai pemulung dan gelandangan.

Tanpa saudara maupun tempat tinggal di Jakarta, ia harus bertahan hidup bahkan sampai tidur di dekat tempat sampah.  

Menurut cerita Kak Seto, perjalanan hidupnya mulai berubah setelah ia bertemu dengan Pak Kasur.

Baca Juga:  Apa arti Indonesia Resesi bagi orang Biasa seperti Kita?

Kak Seto mengisi hari-harinya sebagai asisten pemilik taman kanak-kanak dan membantu Pak Kasur melaksanakan pembelajaran di taman bermain.

Melihat ada potensi dalam diri Kak Seto, Pak Kasur kemudian menyarankan supaya ia mengikuti tes masuk fakultas psikologi dan ternyata berhasil lolos.

Kak Seto berhasil menuntaskan pendidikan S1 bahkan sampai S1 jurusan psikologi di Universitas Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Kak Seto mulai dikenal sebagai sahabat anak setelah ia tampil di layar kaca TVRI bersama Henny Purwonegoro dalam acara Aneka Ria Taman Kanak-kanak.

Ia pun dipercaya mengelola acara tv khusus anak, hingga lahirlah sosok Si Komo yang pada masa itu sangat populer.

Kak Seto juga berbakat dalam menciptakan lagu-lagu anak yang mendidik dan ceria. Ia juga sering berpesan kepada orang tua supaya tidak menggunakan kekerasan dalam mendidik anak, dan harus mengasuh dengan penuh senyuman.

Kak Seto menikah dengan Deviana dan saat ini punya empat orang anak yaitu Nindya Putri, Shelomita, Bimo, dan Eka putri. Selain kembarannya, ia juga punya seorang kakak bernama Maruf Mulyadi.

Peran Kak Seto Terhadap Anak-anak Indonesia

Setelah sukses di program tv anak-anak, Kak Seto turut memborong beberapa penghargaan seperti Men’s Obsession Award (2006), The Outstanding Young Person of the World kategori Contribution to World Peace (1987) dan beberapa penghargaan lainnya.

Ia juga mendirikan Yayasan Nakula Sadewa dan Yayasan Mutiara Indonesia. Kak Seto juga pernah menjabat sebagai ketua umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia pada tahun 1998.

Sebelumnya pada tahun 1997, Kak Seto mendirikan Homeschooling yang merupakan lembaga pendidikan alternatif bagi anak-anak Indonesia yang ia namai dengan HSKS (Homeschooling Kak Seto).

Kak Seto, Umur 70 Tahun Tapi Masih Bugar dan Aktif Parkour

Kak Seto sering membagikan aktivitas kesehariannya lewat sosial media. Beberapa waktu lalu, ia juga memposting video joget bersama keluarga ketika merayakan hari ulang tahunnya yang ke-70.

Mantan ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia ini masih tampak bugar dan bahkan sering melakukan parkour.

Apa sih rahasianya? Rahasia Kak Seto adalah ‘G-E-M-B-I-R-A’, tentu ini punya arti yang istimewa. Yakni:

  • Gerak anti-mager, artinya jangan malas bergerak, tetap beraktivitas dan olahraga seperti lari, koprol, dan push up.
  • Emosi cerdas, artinya tidak boleh marah menggebu-gebu, takut berlebihan dan sedih. Kita harus mampu mengelola emosi dengan cerdas.
  • Makanan sehat, ia hanya makan buah dan sayuran tanpa mengkonsumsi telur, susu, dan daging.
  • Berdoa, beribadah, bersyukur kepada yang kuasa.
  • Rukun dan selalu kompak bersama anak, istri, dan sekitar.
  • Aktif berkarya untuk menyeimbangkan hidup.
Baca Juga:  Update Corona 6 September: konfirmasi kasus positif Menyentuh 194,109 orang

Demikian ulasan mengenai perjalan hidup Seto Mulyadi dan perannya terhadap anak-anak Indonesia.

Kami juga sudah membeberkan tentang rahasia tetap bugar dan sehat di usia 70 tahun ala Kak Seto, sahabat anak. Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: Kak Seto Ulang Tahun, Siapa Kak Seto

Atau baca artikel lain yang ditulis: Ika Umi Hayati

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru