Penulis: Dandun Kusuma

Kisah Nabi Muhammad SAW : Mutiara Budi Yang Terpancar di Seantero Dunia

Tokoh paling berengaruh di Dunia ini selalu mendapatkan tempat terbaik di hati orang banyak.

the Monkey Times – Kisah Nabi Muhammad SAW seseorang yang tak pernah lapuk ditelan jaman.

Keturunan Bani Hasyim salah satu klan dari suku Quraisy, putra dari Abdullah, Nabi Muhammad Saw, baginda rasul yang budi luhur nya terpancar di Seantero Jagat Dunia dari zaman ke zaman.

Tokoh paling berengaruh di Dunia ini selalu mendapatkan tempat terbaik di hati orang banyak.

“Sepanjang sejarah nabi – nabi di Dunia, Muhammad Saw adalah satu – satunya nabi yang sejarah kehidupannya terungkap secara mendetail serta diakui oleh sejarawan dunia.

Beliau adalah seorang yatim yang penyayang, seorang suami yang bertanggungjawab, seorang ayah dan seorang kawan yang tulus setia.

Selain itu beliau adalah seorang perwira yang gagah dan pemberani, komandan militer yang cakap, administrator yang piawai, hakim yang tidak memihak, negarawan yang ulung, dan seseorang yang kecerdasaan, kejujuran dan integritas yang terteladani.

Tidak ada satupun peranan yang belum pernah diperankan oleh Nabi, dan tidak satupun peranan beliau yang tidak dapat diterapkan dan dikembangkan pada zaman – zaman sesudahnya.” Catat Prof K. Ali dalam buku Sejarah Islam.

Kisah Nabi Muhammad SAW: Sebelum Kelahiran Nabi Agung

Pada abad ke- 6 bangsa atau negeri di dunia tidaklah sebanyak seperti sekarang yang dengan keturunan manusia beranak pinak sehingga menciptakan banyak bangsa dan negara.

Pada zaman sebelum kelahiran Muhammad Saw hanya beberapa bangsa yang paling menguasai beberapa daerah terekam dan tercatat secara genealogi sejarah seperti Negeri Persia, Romawi, Tiongkok, Hindustan dan Yunani, merupakan negeri-negeri yang terlingkung sebagai kata dunia.

Lain halnya dengan negeri yang disebutkan melalui Al-Ardh (bumi) ternyata merupakan suatu daerah kecil, yaitu Negeri Mesir.

Keadaan di masa itu timbul banyaknya perpecahan di dunia, ketegangan Persia dan Romawi salah satunya disebabkan oleh faham agama yang bertentangan, Kaum Nasrani (Romawi) dan Kaum Yahudi hingga 20 tahun lamanya (541-561 AD) yang sebagian besar dimenangkan oleh Bangsa Persia.

Romawi pada masa pemerintahan Heraclius paham Nasrani pecah menjadi beberapa partai dengan keyakinan paham berbeda, seperti Partai Ya’kubi, Partai Nasturi, Partai Malkani.

Sedangkan di kubu Persia di dukung dengan keberpihakan Kaum Yahudi terhadap Persia.

Namun, dibawah Heraclius pada tahun 627 AD Romawi menang sampai menginjakkan kakinya di Babilonia purbakala.

Di berbagai sumber tercatat selain bersitegangnya dua kerajaan Persia dan Romawi, di wilayah lain juga terjadi banyak perselisihan.

Di Italia, kerajaan Romawi yang mempunyai peradabaan tinggi berpecah belah menyisakan Kota Roma yang meninggalkan bekas kekuasaan agama.

Kota Yunani pun telah menjadi kota kecil yang tiada artinya lagi setelah sekian waktu memegang peradaban.

Negeri Inggris terjadi keributan yang hebat antara Bangsa Anglo dan Bangsa Saxon. Sementara di Prancis perebutan kekuasaan dari anak – anak Raja Kaluves antara Bangsa Goth dan Bangsa Frank.

Keadaan di Benua Asia tak jauh berbeda Kerajaan Persia, Tibet, bangsa Tionghoa juga banyak kekacauan di dalam nya.

Di tanah Afrika dikusai oleh saudagar – saudagar kaya Romawi. Sedangkan di seberang benua Afrika negeri Arab yang sangat jahiliyah (yang berarti masa kebodohan atau ketidaktauan).

Pada masa ini sangat jatuh derajatnya dalam hal kesopanan dan budi, terlebih dalam urusan politik dan keagamaan.

Kelahiran Muhammad Saw

Pada hari senin pagi, Rabi’ul Awwal, tahun pertama dari tahun Gajah yang masyhur, yaitu 40 tahun setelah Kisra Anu Syirwan duduk di atas singgasana Kerajaan Persia bertepatan dengan bulan April tahun 571 AD menurut perhitungan Mahmud Pasya, ahli falak Mesir yang masyhur.

Ia besar dari kecil tanpa Ayah Abdullah yang meninggal sewaktu Muhammad Saw masih 2 bulan berada dalam kandungan, kemudian Ibunda Siti Aminah meninggal saat Muhammad Saw berusia 4 tahun.

Muhammad Saw besar dalam asuhan kakeknya yang masyhur di Bani Quraisy Abdul Muthalib dan paman nya Abu Thalib.

Masa muda Muhammad Saw dengan usahanya sendiri tanpa menerima harta warisan ayahnya sering menggembalakan kambing dan melakukan perniagaan, banyak berita yang positif di dalam diri Muhammad Saw sampai suatu saat berita itu terdengar oleh Siti Khadijah seorang janda yang memegang perniagaan besar, bangsawan dan berharta.

Khadijah memberikan amanah kepada Muhammad Saw untuk melakukan perniagaan, demi menyaksikan kepandaian Muhammad Saw dalam menjalankan perniagaan dan kelurusan hatinya, Khadijah mengirim bujang nya Maisarah untuk menemani Muhammad selama perniagaan ke Syam.

Singkat cerita perniagaannya mampu membawa keuntungan yang tidak sedikit. Dan Maisarah memberikan komentar yang baik terhadap Muhammad Saw, sehingga Khadijah pun meminang Muhammad Saw.

Pada waktu mudanya Muhammad Saw sudah diberi gelar Al Amin yang artinya dapat dipercaya.

Selain itu ia dinilai banyak orang atas ketinggian budinya, pemaaf, penyantun, penyabar, pandai bersyukur, adil, tawadhu, menghormati orang tua, mengasihi orang muda, dermawan, gagah berani dan seorang pemalu.