Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Topik: Surat

Kepada Sosok Tangguh di luar sana yang Tengah Berjuang

Surat ini saya tujukan untuk para pejuang yang tengah menghadapi situasi tidak pasti. Tetap kuat dan semangat, ya!


Ilustrasi sosok tangguh

Foto: Getty Images lewat Canva

Oleh: Pak Pos
Diterbitkan:

the Monkey Times – Untuk semua pejuang di luar sana, semoga tetap sehat. Inilah yang pertama kali ingin aku ucapkan untuk semua pekerja keras yang harus memutar otak untuk tetap bertahan.

Iklan

Tahun ini memang begitu berat untuk semua lini, siapa yang menduga dan mengira jika imbas dari pandemi begitu dahsyat. 

Semua orang dipaksa untuk bisa bertahan dan terbiasa dengan segala aturan yang berlaku. Tahun tahun terberat ini rasanya semakin berat untuk para pejuang yang sedang bersimbah keringat.

Iklan

Sedang berdiri berjajar di terik siang untuk mencari orderan. Duduk menghalau panas untuk menunggu pembeli yang datang. Memulai bisnis yang loyo pun juga mulai dilakukan, dan semuanya ini begitu terasa berat. 

Rasa kemanusiaan mungkin masih ada, walaupun keegoisan lebih mendominasi di beberapa sisi. Menjadi sisi gelap manusia yang bisa keluar kapan saja tanpa pernah diminta.

Iklan

Batas antara hidup dan mati bagi yang terbiasa hidup happy mungkin terasa tipis. Berbeda untuk mereka yang memang setiap hari harus bertaruh dengan hidup yang mati. 

Mereka sudah terbiasa, pekerjaan penuh resiko hingga kelaparan yang mungkin menjadi faktornya. Dan ketika masalah kesehatan menjadi sebuah ancaman, mereka akan lebih memikirkan bagaimana untuk tetap hidup. 

Karena semuanya akan menjadi lebih keras dan sulit lagi.

Pemikiran ini mungkin saja salah, tapi juga bisa terjadi di lapangan. Aku sebagai insan yang biasa saja tidak bisa berbuat banyak. 

Hanya bisa memberikan semangat dan mencoba merangkul yang bisa direngkuh tangan kecilku. Untuk itu, melalui surat ini semoga saja sulutan semangat untuk mereka yang tengah berjuang bisa tersampaikan. Karena memang kesulitan ini tidak hanya dialami oleh segelintir orang.

Semuanya harus berjuang sekuat tenaga, berdiri sekokoh mungkin meskipun sesekali terjatuh dan tersungkur. Tapi tidak apa apa, mau menangis atau meraung juga sah sah saja. karena tanda sebagai manusia masih bisa merasakan sakit dan pedihnya. 

Terus meratap dan meminta kepada sang Maha adalah keputusan yang sangat bijaksana. Tidak bisa menampik jika saat ini kita masih berdiri dan bisa merasakan makanan masuk adalah kehendak Tuhan.

Saat senja mulai menyapa, masih bisa aku temukan para pahlawan ini yang masih berjuang. Mendorong gerobaknya tanpa gentar meskipun lelah mungkin menguasai tubuh. Berjalan menjajakan jualan tanpa terseok meskipun kaki mungkin sudah ingin segera beristirahat. 

Dan para pengguna jaket hijau, yang masih terpengkur di atas kendaraannya masing masing. Pemandangan ini makin lama makin terasa berat, menyerbu rongga dada hingga sesak.

Sementara, berita terus menyebutkan korban yang terkubur di tanah semakin banyak. Para petinggi bahkan berencana untuk melakukan pembatasan sekali lagi. Siapa yang menyangka jika kita melewati setengah tahun lebih dengan tipisnya batas hidup dan mati. 

Tidak ada yang bisa disalahkan, jika memang akhirnya Tuhan sedang menguji hambanya. Meskipun tidak sedikit yang mengutuk para petinggi akan leletnya kebijakan yang diambil.

Tetapi semua tidak bisa dipaksakan begitu saja, sehingga mau tidak mau perjuangan kita yang harus semakin keras. Kehilangan pekerjaan, shift kerja hingga berakhir dengan pemangkasan gaji, harus menjadi guru dadakan untuk si kecil dan banyak lagi lainnya. 

Siapa yang bilang ini tidak berat? Sedikit banyak pasti akan dikeluhkan. Sekalipun untuk mereka yang bisa mandi dengan cuan juga akan mengeluh, karena aktivitas yang menjadi dibatasi.

Para sosok tangguh di luar sana yang masih berjibaku, melawan bahaya setiap waktu ada kalanya ingin menyerah. Tidak mengapa, ambil saja jeda beberapa waktu untuk menghela nafas. Barulah nanti berjalan perlahan kembali agar tungku di rumah tetap mengepul. 

Agar si kecil tetap bisa belajar meskipun hanya lewat genggaman. Agar bisa memenuhi biaya kredit atau kontrakan yang mungkin menjadi tunggakan selama masa berat ini.

Jangan lupakan juga untuk mementingkan kesehatan dengan patuhi protokol yang telah ditegaskan. Walaupun banyak yang masih bertanya tanya, apakah ini semua nyata atau hanya drama. 

Yang terpenting tetap selalu mematuhinya, toh tidak akan memberikan efek negatif untuk tubuh. Dengan meminta keluarga tetap di rumah, mungkin akan menjadi jalan agar semua ini segera berlalu.

Karena jika sampai angka terus melaju, hal hal yang lebih sulit akan segera diterapkan. Pembatasan sosial besar besaran hingga adanya lockdown mungkin akan dijadikan jalan keluar lanjutan. 

Tidak ada yang pernah tahu bagaimana masa mendatang akan berjalan. Tapi tetap ada kemungkinan besar menuju hal yang tidak diinginkan. Hingga semuanya benar benar pergi dan kembali lagi virusnya menjajah dunia.

Sampai saat itu tiba, kaki ini harus tetap berjalan dengan tegak. Seberapa sayatan atau luka yang mengenainya akan tetap ditahan. Sosok tangguh, jangan patah semangat dan teruslah sehat. 

Sehat secara fisik dan juga kewarasan yang justru akan membuat tubuh meringis. Masa ini tak selalu buruk, karena kita bisa lebih banyak bersyukur dan kemanusiaan terlihat lebih cerah dan akan jadi jalan penerang.

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei
Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar belakang