Keju-In: Pucuk Dicinta, Mozzarella pun Tiba

Ada banyak makanan di Bandung, tapi Keju-In sulit dilupakan. Apa yang membuat Keju-In dan menunya jadi sangat menarik bagi para pemburu kuliner di Bandung?


Ilustrasi makanan berbasis keju

Oleh: Kukuh

Diterbitkan:

the Monkey Times – Ketika menikmati liburan di Bandung, ada satu perbincangan penting yang selalu terjadi antara kami berdua. Apalagi kalau bukan soal makanan. Semakin banyak menu yang ada di Bandung, semakin bingung untuk memilihnya.

Tapi ada satu menu yang sukses menarik perhatian kita berdua, yaitu makanan yang dibalut dengan keju mozzarella.

Melihat indahnya kota Bandung, membuatku juga ingin menikmati makanan dengan tampilan cantik dan rasa yang menggugah selera. Mulailah kita menjelajahi Bandung, untuk menemukan hidangan dengan keju mozzarella yang lezat.

Tapi mengapa harus berkeliling, bukankah saat ini ada banyak hidangan dengan topping keju mozzarella?

Keju Mozarella Cocok Dengan Segala Hidangan

Memang saat ini ada banyak sekali hidangan yang menambahkan keju mozzarella sebagai topping, tapi tentu rasanya akan jauh berbeda jika menikmati langsung dari pelopornya. Jika saat ini kamu sedang mengunjungi Bandung, coba saja kunjungi Keju-In.

Kamu dapat mengunjungi beberapa outlet Keju-In yang tersebar di beberapa tempat.

Kedai-In memiliki tiga outlet di Bandung, tapi kami memilih mengunjungi kedai Keju-In Gasibu yang ada di jalan H.Hasan No. 19 Bandung.

Dari depan restoran, kamu akan disuguhkan dengan interior modern dan cantik. Bangunan ini memang menjadi bangunan pertama yang dibangun oleh Keju-In, setelah sebelumnya hanya berjualan di halaman rumah saja. Tak heran gedung yang baru dibangun tahun 2018 ini memiliki desain yang kekinian. Ditemani lampu-lampu yang menggantung, semakin mempercantik setiap sudutnya.

Awal mula dari munculnya Keju-In ini dimulai pada tahun 2016, ketika Iqbal Jabbar ingin memberikan masyarakat makanan berkualitas, namun dengan harga yang terjangkau. Uniknya Iqbal Jabbar mulai merintis usaha dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, yang mengalami kebangkrutan.

Iqbal membuat sebuah olahan baru menggunakan keju, yang disajikan dengan makanan pokok sehari-hari seperti nasi hingga mie. Awalnya Keju-In beroperasi di garasi rumah Iqbal, selanjutnya pada tahun 2017 Keju-In berpindah ke halaman rumah.

Saat itu, masyarakat masih merasa aneh dengan perpaduan makanan lokal dan internasional ini. Namun, saat ini sudah beda cerita. “Saya ingin orang –orang bisa menikmati makanan serba keju yang enak” ujar Iqbal. Dari keinginan itulah, ia membuat 18 makanan kreasi yang serba keju.

Menyantap Keju Mozarella yang Masih Segar

Dari waktu ke waktu, Keju-In semakin di kenal oleh warga Bandung. Membuat Iqbal berhasil membangun sebuah restoran pertamanya, yang diberi nama Kedai Keju-In Gasibu. Disinilah Kedai-In semakin berkembang dengan pesat.

Baca Juga:  8 Lokasi Wisata Malang yang Dekat Dengan Stasiun

Menu yang ada di kedai Keju-In inipun memiliki keunikan tersendiri. Iqbal memastikan bahwa setiap tiga hari sekali, karyawan akan menggunakan keju yang baru. Tak heran mengapa keju disini terasa lebih enak.

 “Kami memiliki komitmen, We are Fresh Food, jadi semuanya baru” ujar iqbal. Bagi pendiri Keju-In tersebut, menggunakan produk keju sendiri bisa menghemat 30% daripada keju pasaran. Memiliki keju sendiri pun bisa membuat harga menjadi lebih terjangkau oleh pelanggan.

Keju Mozarella Penggugah Selera

Perpaduan unik dari nasi dan keju mozzarella, nyatanya tidak seaneh yang orang pikirkan. Olahan masakan pada Keju-In, membuat seluruh hidangan tersebut terasa manyatu dengan sempurna. Salah satu menu yang sering disukai di tempat ini adalah nasi rame, dengan lelehan keju diatas nasinya.

Keju yang digunakan sebagai saus, selalu dalam keadaan fresh atau baru sehingga terasa lebih enak. Memberikan bahan makanan yang selalu fresh, tak heran jika masyarakat selalu memuji rasa dari Keju-In.

Aku penasaran dengan menu nasi rame, yang ternyata sebuah nasih gurih dengan lelehan keju diatas nasinya. Harganya hanya Rp 20 ribu rupiah, dengan tampilannya yang  unik dan “rame”, tapi setelah aku mencobanya rasanya pujian masyarakat pada resto ini bukan bualan biasa.

Tak pernah terpikirkan keju mozzarella akan cocok dipadukan dengan nasi. Apalagi keju yang disajikan sangat segarsehingga lelehannya sangat terasa di lidah. Temanku pun membeli katsu lava seharga Rp 18 ribu rupiah, yaitu berupa olahan ayam yang disajikan dengan kezu mozzarella dan saus keju. Dengan ayamnya yang masih hangat, memuaskan kekosongan dalam perut setelah lelah berkeliling Bandung.

Pencinta keju rasanya perlu mencoba kombinasi yang unik ini. Apalagi keju yang digunakan merupakan keju segar olahan baru, membuat kenikmatan semakin memanjakan lidah. Gurihnya keju mozzarella, nyatanya menambah cita rasa setiap hidangan.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: review kuliner

Atau baca artikel lain yang ditulis: Kukuh



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial