Connect with us

Hi, what are you looking for?

DigiDay

Kenapa dengan Signal? dan Mengapa ia Dianggap Alternatif Whatsapp

Signal sempat memperoleh popularitas dadakan. Apa yang membedakan aplikasi tersebut dengan Whatsapp?

ilustrasi-pengguna-signal
Pengguna aplikasi Signal lebih mementingkan privasi. (Foto: the Monkey Times)

the Monkey Times – Ketika mendengar seseorang mengucap “privasi” sembari menunjukkan sejumlah aplikasi pertukaran pesan, mungkin sekarang tidak banyak orang yang menunjuk Whatsapp sebagai garda depan dalam hal perlindungan privasi.

Dan rasanya reaksi semacam itu wajar, apalagi bila Anda termasuk orang yang sangat peduli kepada keamanan data pribadi dan pokoknya tidak mau memberikan persetujuan begitu saja kepada perusahaan teknologi yang membagi data penggunanya kepada pihak lain.

Anda tentu ingat “kehebohan” yang dirujuk media beberapa waktu lalu, persisnya ketika Whatsapp memperbarui ToS-nya dan memaksa pemakainya untuk menyetujui satu hal: bahwa Whatsapp berhak membagi data-data ke beberapa nama perusahaan teknologi dan juga kepada Facebook, pemilik Whatsapp.

Semua pengguna Whatsapp harus menyetujui ketentuan tersebut. Atau, mereka tidak akan bisa memakai aplikasi itu lagi, terhitung mulai 9 Februari 2021.

Baca Juga:

Melesatnya jumlah pengguna Signal

Ketika Whatsapp mulai ditinggalkan sebagai rujukan, muncul nama – diantaranya – Signal. South China Morning Post (SCMP) melaporkan kenaikan jumlah pengguna Signal pada Senin (12/01/2021) lalu.

Menurut laporan SCMP, 810,000 pengguna dari seluruh negara memasang Signal pada Senin silam. Lebih jauh lagi, total jumlah pengguna baru yang memasang Signal setiap harinya hampir mencapai 1 juta orang.

Meningkatnya jumlah pengguna Signal terjadi hampir bersamaan dengan pengumuman pembaruan Term of Services Whatsapp.

Sebagai catatan tambahan, Signal kini sudah diunduh lebih dari 50 juta kali di Google Play Store.

Jadi, kenapa Signal, bukan yang lain?

Sebelum kita membahas soal kontrol privasi yang diberikan Signal, spekulasi yang beredar terkait dengan menanjaknya popularitas Signal bukan cuma disebabkan perubahan ToS Whatsapp, namun juga disebabkan satu cuitan dari pria termakmur di muka bumi.

Dan dia adalah Elon Musk.

Pada 7 Januari 2021, Musk – juragan di balik mobil Tesla dan Space X – mencuit dua patah kata singkat: Use Signal.

Sejak cuitan itu dihamburkan begitu saja di langit Twitter, Signal untuk pertama kalinya jadi sebuah aplikasi yang memecahkan rekor unduhan, baik di Google Play Store maupun App Store milik Apple, menurut laporan Vox.

Kenaikan jumlah pengguna dadakan bahkan dilaporkan menyebabkan delay pengiriman kode verifikasi ke pengguna baru aplikasi Signal.

Mengapa Signal berbeda dengan Whatsapp?

Aplikasi pertukaran pesan yang terenkripsi adalah kaul yang diucapkan Moxie Marlinspike dan Brian Acton pada 2018, tahun ketika mereka berdua memperkenalkan Signal di semesta aplikasi pertukaran pesan.

Oh ya, Brian Acton – bersama Jan Koum – adalah orang yang berada di balik pengembangan Whatsapp. Dia meninggalkan Facebook, tiga tahun setelah perusahaan itu mengakuisisi Whatsapp senilai $19 triliun pada 2014.

Mengutip the Hindu, pesan yang dikirimkan melalui Signal katanya sudah dienkripsi secara end-to-end. Artinya pemilik platform tidak bisa mengakses pesan privat atau media, dan seterusnya tidak bisa menyimpan pesan pengguna di server mereka.

Whatsapp sebetulnya menawarkan sistem enkripsi serupa. Namun berbeda dengan Signal, Whatsapp masih punya kebebasan untuk mengakses informasi privat seperti alamat IP, detil grup Whatsapp, dan status masing-masing pengguna.

Sampai disitu, kita bisa menambahkan empat hal lain yang jadi alasan mengapa Signal berbeda dengan Whatsapp:

  • Layanan Signal menyembunyikan informasi tentang penerima dan pengirim pesan, melalui fitur yang disebut ‘sealed sender’.
  • Signal menambahkan fitur untuk menyamarkan foto wajah secara otomatis sebelum dikirimkan ke calon penerima pesan.
  • Signal juga mengizinkan pengguna untuk melakukan relay panggilan suara ke server mereka. Ini bisa saja dilakukan bila pengguna ingin menyembunyikan identitas pengguna dari kontak.
  • Signal juga mampu memberi tahu apakah kontak yang tersimpan di daftar kontak di perangkat pengguna adalah pengguna Signal atau bukan. Mereka mampu melakukannya tanpa harus mengakses daftar kontak pengguna.

Lima hal itulah yang kemudian disebut-sebut sebagai pembeda antara Signal dan Whatsapp. Vox bahkan menyebut sistematika privasi pengguna yang dirancang Signal sudah cukup bagi pengguna biasa seperti kita-kita.

(Sumber: South China Morning Post/Vox/the Hindu)

Artikel Menarik Lainnya

DigiDay

Seseorang yang sedang mencari smartphone terbaru, dan penghasilannya di bawah 5 juta per bulan, kemungkinan besar akan mencari handphone yang harganya di bawah 2...

DigiDay

Poco agaknya senang betul melabeli produknya dengan embel-embel "killer". Ketika Poco F1 dirilis pada 2018, perangkat smartphone satu ini dilabeli sebagai flagship killer.

DigiDay

Belantara aplikasi perpesanan bergoyang oleh kabar perubahan Kebijakan Privasi Whatsapp terbaru dimana aplikasi tersebut dikabarkan akan berbagi data penggunanya ke Facebook, perusahaan yang memilikinya.

DigiDay

Salah satunya adalah keberadaan layar AMOLED 90Hz yang cocok untuk para gamers.

DigiDay

Yang berubah setelah WhatsApp memperbarui term of services serta kebijakan privasi mereka terkait penggunaan aplikasi.

DigiDay

Oppo akan mengumumkan kehadiran Reno 5 varian 4G di Indonesia. Apa saja spesifikasi hp yang diletakkan di kelas upper-mid tersebut?

DigiDay

Di saat bersamaan, kenaikan jumlah pengguna perangkat digital memicu kenaikan jumlah pengguna internet.

DigiDay

Informasi pre-order dan harga Playstation 5 di Indonesia. Konsol ini nantinya akan dirilis resmi di Indonesia pada 22 Januari 2021.