Connect with us

Hi, what are you looking for?

iklan
gol-lukaku
gol-lukaku
Lukaku mencetak gol kemenangan Inter atas Fiorentina. (Foto: the Monkey Times)

Sepakbola Italia

Inter Butuh Perpanjangan Waktu untuk Kalahkan Fiorentina

Dengan kemenangan 1-2 atas Fiorentina, Inter melenggang ke perempat final Coppa Italia. Inter melakukannya dengan bekerja sangat keras.

the Monkey Times – Perhelatan 16 besar Coppa Italia antara Fiorentina vs Inter yang dilangsungkan kemarin malam (Rabu, 13/01/2021) di Stadion Artemio Franchi menjadi saksi betapa Inter dibuat kerepotan oleh Fiorentina.

Tim asal Milano itu harus bekerja keras hingga menit terakhir perpanjangan waktu guna memastikan kemenangan 1-2 atas tim tuan rumah.

Proses Inter mengalahkan Fiorentina

Babak pertama berjalan relatif imbang, dimana kedua tim tampak meraba-raba peluang mencetak gol. Sayangnya baik Fiorentina maupun Inter gagal menciptakan peluang berarti di depan gawang lawan.

Dari sisi tamu, Inter untuk pertama kalinya memainkan Cristian Eriksen secara penuh, mulai dari awal sampai akhir pertandingan.

Antonio Conte membebankan posisi baru kepada Eriksen: deep-lying play-maker. Dan itu merupakan kali pertama bagi Eriksen melakoni posisi tersebut.

Keputusan Conte didasari keyakinan bahwa Eriksen mampu melakoni peran di mana tidak banyak pemain Inter yang bisa melakukannya.

“Saya berharap pertandingan [melawan Fiorentina] bisa membantunya lebih percaya diri,” kata Conte seperti dikutip the Monkey Times (Kamis, 14/01/2021) dari Sempre Inter.

Eriksen menjaga amanat Conte di babak pertama lewat sumbangsih tembakan dari luar kotak penalti di menit 36.

Usaha itu memang belum berhasil menjebol gawang Fiorentina yang dijaga Terracciano. Namun menjadi awal bagi terciptanya gol penalti pada menit 40 yang dicetak Arturo Vidal.

Ceritanya begini. Terracciano mengeblok tendangan Eriksen. Menyebabkan bola kembali ke tengah kotak penalti, yang kemudian langsung disambar Alexis Sanchez.

Terracciano yang berusaha menggagalkan peluang striker asal Chile itu gagal menggapai bola yang terlanjur disontek Sanchez. Sayangnya bola masih membentur tiang gawang.

Nah, wasit menerima instruksi untuk mengecek VAR setelah peluang Sanchez gagal membuahkan gol bagi Inter.

Setelah beberapa menit menonton tayangan VAR, wasit memutuskan untuk menghukum penalti kepada Fiorentina karena pelanggaran yang dilakukan Terracciano kepada Sanchez.

Arturo Vidal maju mengeksekusi penalti dan menjebol gawang Fiorentina pada menit 40. Walhasil Inter unggul 0-1 atas Fiorentina di babak pertama.

Babak kedua

statistik-fiorentina-inter

Babak kedua dimulai. Inter langsung tancap gas. Lautaro Martinez mendapat peluang manis di menit 46.

Menerima umpan silang dari sisi kiri, Lautaro berdiri bebas dan mendapat kesempatan menembak bola, yang sayangnya masih melenceng di sisi kanan gawang Fiorentina.

Sepuluh menit kemudian Fiorentina membalas gol Inter lewat tendangan Kouame pada menit 57. Menerima bola buangan dari kotak penalti Inter, Kouame melancarkan tendangan keras, sedikit dari luar kotak penalti, yang meluncur deras tanpa bisa ditahan Handanovic.

Kedua tim terus menerus bertukar serangan setelah Fiorentina menyamakan kedudukan. Namun sampai 90 menit berakhir, kedudukan imbang belum berubah, sehingga pertandingan mesti dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Di sinilah kaki-kaki Fiorentina mulai lelah. Sampai-sampai mereka lengah.

Satu menit sebelum perpanjangan waktu berakhir di menit 120, Nicolo Barella mengirim umpan silang ke jantung pertahanan Fiorentina.

Bek-bek Fiorentina terpaku pada pergerakan bola, sampai-sampai mereka lupa mengawal Lukaku yang berdiri bebas di tengah kotak penalti.

Walhasil, pemain internasional Belgia itu bebas menanduk bola, mengirimkannya ke dalam gawang Fiorentina tanpa mampu ditahan Terracciano. Inter menang. Nyaris menghabiskan energi selama 120 menit.

Baca Juga:

Dengan kemenangan tersebut, Inter dipastikan melenggang kangkung ke babak perempat final Coppa Italia. Mereka akan menghadapi rival sekota AC Milan pada 26 Januari 2021.

Bola
Written By

Redaktur yang bertanggung jawab mengabarkan informasi seputar dunia sepakbola. Dia sebenarnya nggak demen sepakbola.

iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

Sepakbola Italia

Bukan Lukaku, bukan Lautaro. Adalah Matteo Damian yang jadi pahlawan babak kedua, yang mengantar Inter menang tipis 1-0 atas tim tamu Cagliari.

Sepakbola Spanyol

Tim-tim yang berjuang di papan tengah memperoleh hasil menggembirakan. Sementara yang di papan bawah sebaliknya: perjuangan tambah berat bagi mereka.

Sepakbola Spanyol

Real Madrid menang 2-1 atas Barcelona dalam duel yang memperlihatkan kebingungan Barca dalam menciptakan peluang bersih di depan gawang Madrid.

Sepakbola Inggris

Kekalahan 1-2 yang diterima Manchester City dari Leeds United agak di luar dugaan. Mengingat City tinggal 11 poin lagi menuju gelar juara.

Sepakbola Italia

Sepuluh kali menang berturut-turut di Serie A jadi yang pertama kalinya sejak era Roberto Mancini (2006/2007), ketika Inter menang 17 kali berturut-turut.

Sepakbola Italia

Inter dan Juventus akan memainkan partai tunda di tengah pekan. Kedua tim memegang misi berbeda. Juve harus memperbaiki penampilan. Inter ingin memecahkan rekor.

Sepakbola Inggris

Liga Inggris bukan cuma Chelsea yang kalah telak kemarin, tapi juga persaingan diantara tim-tim lain.

Sepakbola Inggris

Chelsea takluk 2-5 di tangan West Brom, tim semenjana yang kini sedang berjuang melepaskan diri dari zona drgradasi.