Connect with us

Hi, what are you looking for?

IKLAN

Sepakbola Spanyol

Dua Tim Besar La Liga Spanyol Kalah tipis-tipis

Dua tim penguasa La Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, sama-sama kalah tipis 1-0 di matchday 6.

Madrid dan Barca sama-sama kalah
Bola itu bulat. Yang mendominasi total belum tentu menang. (Grafis: The Monkey Times)

the Monkey Times – Di Coliseum Alfonso Pérez, Barcelona dipaksa pulang tanpa membawa kemenangan, setelah kalah 1-0 melawan tuan rumah Getafe di lanjutan La Liga Spanyol matchday 6 yang berlangsung pada Minggu dini hari (18/10/20).

Frustrasi. Kata itu barangkali pas untuk menggambarkan kondisi Barca di pertandingan tersebut. Mutlak menguasai penguasaan bola, sampai 72,7 persen, tidak membuat Barca merajai segalanya.

Sebab di pertandingan itu mereka miskin imajinasi. Dari tujuh tembakan yang mengarah ke gawang Getafe, Barca sama sekali tidak menghasilkan tembakan akurat yang mengancam gawang Getafe.

Malah tim tuan rumah, yang hanya menguasai bola sebanyak 27,3 persen dan menghasilkan 9 tembakan, mampu menembak akurat sebanyak 12,5 persen.

Gol Getafe dicetak Jaime Mata di menit ke-56 lewat titik penalti. Hukuman diberikan wasit setelah Frenkie de Jong menjatuhkan Djene di kotak penalti.

Dini hari tadi Barca tampak kesulitan membongkar pertahanan ketat Getafe, kendati mereka sepenuhnya menguasai pertandingan.

Kita melihat satu bukti disana: tentang betapa Barca kesulitan menerjemahkan dominasi mutlak menjadi sebiji-dua-biji gol ke gawang Getafe – yang memilh bermain pragmatis.

Di babak pertama, Messi dan Griezmann memegang peluang besar mencetak gol. Tapi nihilisme – plus tembakan yang sama sekali jauh dari kata ‘akurat’ – membuat gawang Getafe aman dari kebobolan.

Secara keseluruhan, Barca bermain jauh lebih baik ketimbang Getafe di babak pertama. Penampilan Pedri patut diberi nilai lebih, walaupun di sisi lain Getafe tampak lebih banyak mengancam lewat skema serangan balik.

Maksimovic dan Cuculella mencatat peluang akurat di buku statistik penampilan Getafe, walau gagal menghasilkan gol.

Situasi yang tidak jauh berbeda dengan babak pertama terus berlanjut sampai babak kedua selesai. Barca menekan Getafe habis-habisan.

Walau begitu Getafe sempat mencuri peluang bagus lewat Cucurella. Sayang tembakannya masih bisa diselamatkan kiper Barca, Neto, dengan cara yang terbilang spektakuler.

Lalu Cucho kembali mengancam gawang Barca, dua kali, kendati masih jauh panggang dari api. Tapi sekali lagi kedua peluang tersebut memperlihatkan kerja keras Getafe yang dalam hal statistik tembakan jauh lebih akurat ketimbang Barca.

Setidaknya dua peluang tersebut membuat pasukan Barca deg-degan.

Dan pada akhirnya, kekecewaan melengkapi rasa frustrasi yang diterima Barca pasca pertandingan tersebut.

Madrid setelah menit ke-16 melawan Cadiz

Tak mampu mencetak satu pun gol. Begitulah yang terjadi ketika Madrid memainkan partai matchday 6 melawan Cadiz di Estadio Alfredo Di Stéfano pada Sabtu malam (17/10/20).

Gol di menit ke-16 yang dicetak Cadiz lewat Lozano tidak mampu dibalas pasukan asuhan Zinedine Zidane. Bagi Madrid, hasil itu terbilang mengejutkan.

Namun sama seperti Barca, Madrid miskin imajinasi ketika melawan Cadiz. Menguasai bola hingga 74,8 persen dan menembak bola sebanyak 14 kali, tidak membuat pasukan Madrid tampak seperti sepasukan jenius sepakbola.

Kalau bicara akurasi tembakan, Madrid terlihat jauh dari kata imajinatif. Sebab mereka tidak sekalipun menghasilkan presentase tembakan yang akurat.

Bandingkan dengan Cadiz yang cuma menguasai bola sebanyak 25,2 persen, namun mampu menghasilkan akurasi tembakan sebanyak 7,1 persen dari 14 tembakan yang dihasilkan.

Madrid menekan habis-habisan Cadiz di babak kedua, dimana Zidane melakukan empat kali penggantian. Namun mereka tidak bisa menembus tembok Cadiz, yang memilih bermain pragmatis – sama seperti Getafe yang mengalahkan Barca.

Benzema sempat menerbitkan harapan pada menit ke-80, ketika sundulannya menerpa mistar gawang. Namun sisanya hanya kekecewaan, karena toh pada akhirnya apa gunanya peluang jika tidak mampu diterjemahkan jadi gol.

Di matchday 6 La Liga, Barca dan Madrid sama-sama frustrasi menghadapi tim yang bertahan terlalu dalam, sembari mengandalkan serangan balik untuk mengancam gawang lawan.

IKLAN

Artikel Menarik Lainnya

Sepakbola Inggris

Selain rekor kemenangan, Pep Guardiola juga merayakan hal lain dalam karirnya sebagai pelatih.

Bolaku

Sampai hari ini Robert Lewandowski tercatat mencetak 25 gol di Bundesliga. Terbanyak dibandingkan pemain Eropa lainnya.

Kabar Liga Champions

Hasil pertemuan 1 babak 16 besar Liga Champions menampilkan hasil yang mengejutkan untuk dua tim besar.

Sepakbola Italia

Sementara Juventus dan Milan kalah dari lawan masing-masing, Inter untuk sementara menikmati puncak klasemen Serie A matchday 22.

Sepakbola Italia

Hasil Serie A: tim ibukota AS Roma naik ke peringkat tiga, menggusur Juventus, setelah menang 3-0 atas Udinese.

Sepakbola Inggris

Liverpool kalah 3-1 dari Leicester di pertandingan Liga Premier Inggris matchday 24. Perjuangan semakin berat.

Sepakbola Italia

Di atas kertas, Juventus lebih matang ketimbang Atalanta. Jadi kami rasa mereka lebih layak menang ketimbang rivalnya itu.

Sepakbola Italia

Juventus, Inter dan Milan sama-sama mendapat kemenangan atas lawan-lawannya di matchday 21 Serie A. Tiga tim itu kini bersaing mengejar scudetto.