Ini Dia Jenis-jenis Hujan yang Menarik Untuk Diketahui

Perbedaan panas juga memberikan pengaruh terhadap jenis-jenis hujan lho.


jenis hujan

Suasana saat hujan turun. (Foto : free for Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Hujan adalah anugerah. Kalau turun ke bumi, air hujan sanggup menyuburkan tanah dan memberi kesejukan. Tapi ada kalanya curah hujan yang terlalu tinggi turut menjadi salah satu penyebab banjir.

Namun, diluar permasalahan tersebut, turunnya hujan termasuk bagian dari berkah yang memberikan banyak manfaat untuk makhluk hidup. 

Artikel ini ingin membantu kamu mengenali jenis-jenis hujan yang ada di muka bumi.

Bagaimana proses terjadinya hujan

Mengutip laman SciJinks, hujan yang turun ke bumi tidak lepas dari proses pembentukan awan. Di dalam awan itulah terkumpul droplet air yang saling terkondensasi satu sama lain.

Air yang terkondensasi membantu droplet berkembang. Dan ketika kumpulan droplet itu terlalu berat untuk tetap berada di dalam awan, mereka jatuh ke bumi sebagai hujan.

Walau begitu, hujan yang turun ke bumi tidak hanya satu jenis saja, melainkan ada beberapa jenis. Salah satunya: hujan konvektif. 

Hujan Konvektif

Hujan jenis ini terbentuk melalui proses yang terdapat perbedaan antara panas yang ada pada permukaan tanah dan lapisan udaranya.

Biasanya hujan konvektif sendiri memiliki ciri-ciri dengan intensitas hujan yang sangat tinggi, cepat, dan wilayahnya pun tidak begitu luas.

Turunnya hujan konvektif akibat udara naik ketika panas dan dingin ketika ketinggian tertentu. 

Akibatnya udara yang tidak mampu untuk menampungnya lagi menyebabkan udara mengembun dan membentuk awan kumulus. Sehingga, apabila bagian awan-awannya mulai terbentuk akan turun hujan. 

Proses ini akan terjadi pada tanah dan air yang memiliki dasar kelembaban, apabila terjadi di lautan tropis mengakibatkan udara penuh air dan panas yang begitu terik menimbulkan badai dan hujan. 

Hujan Orografis 

Untuk yang tinggal di pegunungan rasanya sering menemukan hujan orografis, karena terjadi pada area dengan ketinggian tertentu.

Mengenai prosesnya sendiri hujan jenis ini disebabkan oleh naiknya udara yang memiliki kandungan uap air dan menimbulkan penurunan pada suhu yang ada di atas gunung dan terbentuk kondensasi yang akhirnya terjadilah hujan. 

Hal ini dipengaruhi oleh angin yang membawa uap air dan mencapai pada gerak yang horizontal di lereng gunung.

Apabila suhunya begitu dingin membuat curah hujan turun mirip seperti salju. Fenomena tersebut jarang terjadi di Indonesia, namun untuk beberapa kawasan sering Anda lihat dan temukan. 

Hujan Frontal 

Jika Anda melihat petir dan kilat secara bersamaan yang bertahan selama beberapa menit bahkan hitungan jam, maka Anda melihat hujan frontal. Kenapa disebut sebagai hujan frontal?

Baca Juga:  Mengapa Pule jadi Keju termahal Sejagat?

Karena ada salah satu tempat yang mengalami front dan membentuk kondensasi yang membentuk awan yang memicu hujan. 

Mengenai proses terjadinya sendiri diakibatkan pertemuan antara massa dingin dan suhu rendah dengan massa panas dan suhu tinggi.

Hujan jenis ini sering terjadi pada area yang terletak astronomis yang lintang sedang atau pertengahan antara utara dan selatan. Untuk intensitasnya sendiri sangat deras. 

Apabila hujan frontal turun pada wilayah tropis atau garis ekuator akan menimbulkan hujan es yang sering Anda lihat pada beberapa fenomena alam. 

Hujan Muson 

Jenis hujan satu ini akibat adanya angin musim yang bertiup dan bergerak berdasarkan pada semu tahunan matahari.

Terjadi dari baris utara dan selatan yang turunnya pada kurun waktu tertentu dan membuat menyebabkan dua musim, diantaranya musim hujan dan musim kemarau. 

Untuk Anda yang tinggal di Indonesia sering menemukan fenomena alam tersebut, karena terjadi dari bulan Oktober sampai bulan April.

Adanya hujan ini akibat angin muson dari wilayah benua Asia menuju Benua Australia, sehingga tidak mengherankan untuk nusantara yang akan mengalami hujan yang sering dan tinggi. 

Hujan Siklonal 

Turunnya hujan memang memberikan banyak manfaat untuk seluruh makhluk hidup yang ada dimuka bumi.

Hujan Siklonal paling banyak dinanti, karena memberikan dampak positif untuk semuanya yang hidup. Hujan tersebut akan terjadi pada wilayah garis ekuator dengan beberapa tanda yang ada, mulai dari mendung gelap pekat dan mendadak. 

Lalu, menimbulkan beberapa intensitas hujan yang begitu deras. Proses pembentukan dari hujan siklonal terjadi melalui udara yang panas, suhu yang tinggi serta dipengaruhi oleh angin yang berputar dan bertemunya antara angin pasat tenggara dan timur laut. 

Hujan Buatan 

Berbeda dari beberapa jenis hujan yang ada sebelumnya, semuanya terjadi akibat pembentukan alami.

Namun, hujan buatan sendiri sesuai dengan namanya yang dibentuk dan direkayasa oleh manusia. Ada banyak kebutuhan dibuatnya hujan tersebut, biasanya untuk pemadaman dari kebakaran hutan dan untuk menghujani area yang lama tidak turun hujan. 

Untuk prosesnya sendiri melalui tahapan fisika yang melibatkan beberapa tumbukan dan gabungan antara collision dan coalescence, lalu diolah yang memberikan proses pembentukan hadirnya es.

Hadirnya hujan ini juga memerlukan kandungan air yang cukup, sehingga prosesnya pun bisa sampai ke permukaan tanah. 

Nah, itulah beberapa jenis-jenis hujan yang bisa Anda kenali. Jaga dan lebih peduli terhadap lingkungan ya, semoga hujan terus memberikan manfaat dan bukan bencana.

Baca Juga:  Cara membuat Blog di Wordpress.com: Plus tips untuk Pemula
Temukan artikel menarik lainnya di topik: Pengetahuan sehari-hari

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru