Penulis: Ika Umi Hayati

Review Lip Cream Martha Tilaar: Lipstik Matte yang Ringan di Bibir

Rasanya belum afdhol kalau belum mencoba lip cream satu ini.

[rwp_box id=”0″]

the Monkey Times – Dikenal sebagai salah satu brand lokal kecantikan kenamaan di tanah air, Martha Tilaar terus berinovasi untuk menghadirkan produk-produk kecantikan terbaik. Salah satunya lip cream. Sudah banyak yang melakukan review lip cream Martha Tilaar ini. 

Sebagai orang yang tidak pernah absen menggunakan lipstik, rasanya belum afdol kalau aku tidak mencoba beberapa varian lip cream tersebut.

Kali ini aku mencoba dua varian lip cream dari Martha Tilaar, yaitu Color Trend Lite Lip Cream 2019 dan Color Trend Lip Cream 2018. 

Untuk Color Trend Lip Cream 2018, aku memilih menggunakan warna merah maroon dengan kode J-05.

Sedangkan, Lite Lip Cream 2019 yang kupilih adalah kode WI-02 dengan warna nude. Aku akan membagikan bagaimana pengalamanku ketika menggunakan kedua lip cream dari Sariayu Martha Tilaar selama sebulan. Ikuti, terus ya ulasannya. 

Kemasan 

lip cream martha tilaar kemasan
Tampilan kemasan lip cream Martha Tilaar (Foto : tmtimes)

Kalau berbicara sebuah produk, tidak mungkin bisa lepas dari kemasan yang digunakan. Namun, untuk lip cream ini menggunakan dus, sama seperti jenis lip cream atau lipstik lain. Hanya saja yang bisa diperhatikan adalah dari tulisannya yang disematkan. 

Untuk yang Lip Cream 2018, tertulis Inspirasi Jakarta dengan dominasi warna dus coklat susu dan dikombinasikan warna putih serta terlihat ada gambar Tugu Monumen Nasional atau Monas dan ikon kota Jakarta lainnya.

Sedangkan untuk yang Lite Lip Cream, menggunakan kombinasi warna dominan putih dan peach, namun ada motif dengan nuansa hijau tosca. 

Disisi lain untuk packaging keduanya sama-sama menggunakan akrilik dengan bentuk kotak dan bening.

Jadi, kamu tidak perlu lagi menebak-nebak warna lip cream, karena sudah terlihat sangat jelas. Bahan akrilik yang digunakan membuatku tidak takut untuk membawanya kemana saja. Sudah pasti tidak akan mudah rusak. 

Bagian yang membedakan adalah dari hiasannya saja. Kalau yang Lite Lip Cream 2019, bagian tutupnya diberikan motif kotak-kotak dengan warna pink dan biru.

Sedangkan untuk seri 2018, tidak ada motif apapun di bagian tutup, namun untuk bagian tube nya ada gambar Patung Pancoran, Monas dan juga ondel-ondel. 

Keduanya juga menyematkan petunjuk pemakaian pada bagian dusnya. Lalu keterangan bahan yang digunakan serta tanggal kadaluarsa. Sehingga bisa disimpulkan bahwa seluruh informasi terkait produk ini bisa kamu temukan dengan lengkap hanya dari dusnya saja. 

Pada Lite Lip Cream 2019, ada tulisan 2x lebih banyak pada bagian atasnya. Dimana ketika ku bandingkan memang ukurannya lebih panjang ketimbang Lip Cream Inspirasi Jakarta. Tidak begitu banyak, sih. Tapi yang jelas memang ukurannya memang jelas sangat berbeda. 

Kalau dilihat dari segi kemasan, Sariayu Martha Tilaar memang mengangkat tema “Inspirasi Warna Indonesia” dan “Inspirasi Jakarta”. Dimana mereka ingin menunjukan keharmonisan serta persatuan di Indonesia karena meski berbeda, Ibu Pertiwi mempunyai kecantikan sendiri yang tidak dapat ditandingi. 

Jadi, untukku sendiri bagian kemasan dari kedua lip cream ini sangatlah menarik dan benar-benar menggambarkan Indonesia. Bahkan untuk pilihan warnanya benar-benar bisa disesuaikan dengan kulit wanita Indonesia. 

Bahan yang Digunakan 

lip cream Sariayu
Produk lip cream Martha Tilaar yang kami gunakan. (Foto: tmtimes.id)

Kalau dilihat dari bagian kemasan, baik yang Color Trend seri 2018 dan 2019 sama-sama tertera keterangan mengandung ekstrak kersen serta vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan, Amethyst Powder, Bisabolol dan tabir surya.

Dimana seluruh kandungan tersebut bisa melindungi bibir dari iritasi serta pengaruh buruk yang disebabkan oleh sinar matahari. 

Jadi, aku merasa bahwa kedua jenis lip cream ini terbilang aman. Apalagi keduanya tidak menggunakan animal testing, sehingga sudah pasti telah membawa dampak yang positif untuk lingkungan.

Namun, ketika kamu menggunakan lip cream ini dan muncul iritasi, lebih baik segera hentikan penggunaannya. 

Bagian Aplikator 

Selanjutnya, aku membuka bagian aplikator kedua lip cream ini. Kalau diperhatikan tampak jelas sekali aplikator dari keduanya mempunyai bentuk yang berbeda.

produk lip cream
Aplikator Lip Cream. (Foto: tmtimes)

Untuk seri Lite Lip Cream mempunyai bentuk doe foot dan kecil, sedangkan untuk yang seri Lip Cream 2018 bentuknya lebih pipih dan panjang ke bawah. 

Tapi, keduanya berfungsi dengan sangat baik. Ketika diusapkan ke bibir pun sangat nyaman dan mudah sekali untuk digunakan. Bahkan brushnya juga sangat lembut. Jadi, secara garis besar aku tidak ada masalah dengan perbedaan bentuk aplikator antara keduanya.

Tekstur dan Swatch 

tes warna lip cream
Tampilan saat di swatch di tangan. (Foto: tmtimes)

Kemudian, untuk perbandingan tekstur kedua lip cream ini pun juga agak sedikit berbeda.

Aku mencoba untuk mengaplikasikan ke bagian lengan terlebih dulu. Untuk tekstur Lite Lip Cream 2019 terlihat lebih cair. Namun, untuk Lip Cream 2018, tekstur terasa lebih kental dan padat.  

Saat aku coba menggunakan Lite Lip Cream 2019, butuh berkali-kali pengaplikasian agar bisa menutup seluruh area bibir.

Tapi, kalau dibandingkan dengan seri Lip Cream Inspirasi Jakarta, aku cukup puas dengan pigmentasinya, sangat intens. Karena hanya cukup dua kali saja semua bagian bibir bisa tertutup dengan sangat baik. 

Ketika aku mencoba untuk mengaplikasikan kedua lip cream ini secara bergantian, terasa sangat ringan dan tidak lengket.

Tipikal lip cream matte, pada awalnya bibir terasa kering. Namun kenyataannya tidak, malah terasa lembut. Aku juga tidak perlu menunggu lama untuk menunggu lip cream kering setelah diusap ke bibir.

Aroma 

Aku juga suka dengan aroma kedua lip cream dari Sariayu ini. Tercium aroma seperti permen karet yang terasa sangat segar. Aku menilai bahwa aroma yang digunakan tidak mengganggu sama sekali.

Apalagi ketika aku pakai salah satu lip cream ini dibarengi dengan menggunakan masker, masih bisa aku toleransi. Tapi, bagi kamu yang tidak suka wangi permen karet, mungkin harus berpikir lagi, ya. 

Ketahanan 

pemakaian lip cream
Tampilan saat di swatch di bibir (Foto: tmtimes)

Aku juga melakukan wear test untuk kedua lip cream ini dengan menggunakannya seharian. Untuk yang Lite Lip Cream, terbilang sangat nyaman dan aku sama sekali tidak merasa terganggu. Lip cream seri 2019 ini mampu bertahan setidaknya 6 jam. 

Tapi, itu pun aku tidak makan besar. Hanya sedikit-sedikit saja hilang, namun tidak begitu banyak berubah. Jadi tidak perlu diaplikasikan berkali-kali. Ketika aku makan makanan berminyak, warna Lite Lip Cream 2019 ini hampir seluruhnya pudar

Sedangkan untuk Lip Cream 2018 Inspirasi Jakarta, bisa dibilang memiliki ketahanan yang sama.

Selama aku gunakan untuk bekerja pun, warnanya tidak banyak pudar. Tapi, saat makan besar, bisa dikatakan sebagian besar warnanya hilang. Jadi, terpaksa aku harus mengaplikasikannya sekali lagi. 

Saat menggunakan masker juga masih ada yang menempel walau tidak begitu banyak.

Jadi, bisa ku simpulkan antara Lite Lip Cream 2019 dan Lip Cream 2018 dari Sariayu Martha Tilaar ini tidak transferproof. Karena ketika minum pun masih ada yang menempel di pinggiran bibir gelas atau sedotan. 

Transfernya juga tidak terlalu tebal, sih hanya saja jika kamu lebih memilih yang transferproof, tentu saja ini tidak akan cocok.

Overall, aku tidak masalah dengan ketahanannya. Masih bisa dimaafkan, karena dalam sehari aku hanya perlu mengaplikasikan lip cream sekitar 2 hingga 3 kali saja. Itu pun setelah makan. 

Harga Lip Cream Martha Tilaar

Selanjutnya untuk harga kedua lip cream ini, aku cek di website resmi Martha Tilaar Shop, harga untuk Lite Lip cream Rp. 83.904 saja.

Sedangkan untuk Lip Cream Inspirasi Jakarta, di websitenya tertera harga Rp. 90.252. Kedua harga tersebut pun sudah diskon. Jadi, kalau kamu ingin membeli di toko lain aku pikir juga harganya tidak akan jauh berbeda.

Pendapatku Tentang Color Trend Lip Cream Sariayu

lip cream dan pemakaiannya
Setelah pemakaian lip cream Martha Tilaar secara intens. (Foto: tmtimes.id)

Seperti yang tadi aku sebutkan, karena aku memilih warna merah maroon untuk yang Lip Cream Inspirasi Jakarta 2018, aku sempat berpikir bahwa akan terlihat menor atau mencolok.

Tapi, ternyata tidak. Warnanya terlihat sangat cantik dan cocok sekali di kulit. Belum lagi, warna ini membuat wajah tampak menjadi lebih segar.  Ya, meski bagiku warna ini tidak begitu aku suka. 

Untuk Lite Lip Cream Warna Indonesia 2019, aku memilih warna nude. Jadi, kalau kamu perhatikan di foto tidak begitu terlihat. Bila memang kamu menyukai warna-warna earthy dan natural, sudah jelas seri dari Lip Cream yang satu ini akan sangat cocok untukmu. 

Nah, selanjutnya aku mencoba untuk ombre kedua lip cream ini. Hasilnya memuaskan sekali. Keduanya dapat menyatu dengan baik, walau dari segi warna tetap dominan ke warna merah. Hasilnya terlihat tidak seperti menggunakan lip cream, tapi seperti pakai lip tint. 

Aku lebih memilih untuk mengombre keduanya, karena bagiku terlihat lebih keluar dari segi warna. Wajah pun juga terlihat segar ditambah dengan warna yang menurutku tidak begitu terang.

Kalau untuk dipakai sehari-hari tentu saja keduanya akan memberikan kesan yang segar pada wajah.

Hanya saja untuk warna yang merah maroon dari Lip Cream 2018, mungkin bisa diaplikasikan sedikit saja. Karena bisa dibilang warnanya mencolok. Lalu, kalau ingin warna-warna netral dan tidak begitu terang, tetap Lite Lip Cream 2019 sepertinya lebih tepat. 

Selama sebulan aku pakai pun aku tidak banyak mendapatkan kesulitan. Karena kalau untuk daya tahannya pun bagiku sudah oke.

Hanya sayangnya ketika sehabis makan, warna kedua lip cream ini pudar bahkan hilang. Jadi, jika kamu tidak suka penggunaan lip cream berkali-kali, jelas tidak akan cocok dengan keduanya. 

Sedangkan dari segi harga juga aku pikir masih bisa terjangkau. Untuk ukuran lip cream dengan daya tahan yang cukup lama dan lembut di bibir, harga 80an ribu hingga 90an ribu sudah masuk harga yang standar. 

Jadi, jika disuruh memilih diantara keduanya, sepertinya sangatlah sulit. Karena baik yang Lite Lip Cream 2019 dengan Lip Cream 2018 mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun, untuk urusan pigmentasi Lip Cream 2018 lebih baik dibanding dengan Lite Lip Cream 2019. Tapi, dari urusan warna, aku akan lebih memilih warna natural dari Lite Lip Cream. 

Itulah review Lip Cream Martha Tilaar yang telah aku gunakan selama sebulan ini. Walaupun kedua lip cream termasuk koleksi lawas, tapi aku sama sekali tidak merasa rugi untuk menggunakannya.

Nah, bagi kamu yang ingin mencoba kedua seri Color Trend Lip Cream Matte 2018 dan 2019 dari Sariayu Martha Tilaar ini bisa membeli di toko terdekat atau di website resminya. 

Photo of author
Penulis konten. Tinggal di Yogyakarta. Suka traveling, jalan-jalan dan jajan-jajan.

Berita Terkini:

Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen
jenis power steering
Dua Jenis Power Steering yang Bikin Hidup Pengendara jadi Lebih Mudah

Artikel Terkait:

Review Lip Cream Martha Tilaar
Review Lip Cream Martha Tilaar: Lipstik Matte yang Ringan di Bibir

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontak
Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia