Inter Pecahkan Rekor Setelah 14 Tahun tak Melakukannya

Sepuluh kali menang berturut-turut di Serie A jadi yang pertama kalinya sejak era Roberto Mancini (2006/2007), ketika Inter menang 17 kali berturut-turut.


inter menang 2-1 atas Sassuolo

Kemenangan Inter 10 kali berturut-turut membuat mereka semakin dekat ke gelar juara Serie A. (Foto: Inter.it | Grafis: the Monkey Times)


Oleh: Bola

Diterbitkan:

the Monkey Times – Sassuolo jelas bukan lawan sepadan untuk Inter Milan. Siapa klub kecil itu dibanding kebesaran nama Inter? Tapi pertandingan Serie A yang mempertemukan Inter vs Sassuolo kemarin malam (Rabu, 07/04/2021) membuktikan sebaliknya.

Kalau acuannya statistik pertandingan, rasanya agak sulit kita menyebut Inter mendominasi Sassuolo. Sebab yang terjadi bukan seperti itu.

Ambil contoh pada statistik penguasaan bola, misalnya, Sassuolo menguasai bola sampai 71 persen. Unggul telak ketimbang Inter yang hanya menguasai bola sampai 29 persen. Lalu kalau bicara jumlah operan, Sassuolo menang telak. Tim tamu melakukan 848 kali operan dalam 90 menit pertandingan – berbanding 361 kali milik Inter.

statistik pertandingan Inter vs Sassuolo

Walau begitu, nasib beruntung masih milik Inter malam itu. Tim tuan rumah menang 2-1, lewat gol yang dicetak Romelu Lukaku (menit 10) dan Lautaro Martinez (67). Tim tamu mendapatkan gol pelipur lara pada menit 85 lewat usaha Hamed Junior Traore.

Kemenangan atas Sassuolo memperpanjang nafas Inter di puncak klasemen sementara Serie A, dengan koleksi 71 poin. Mereka kini unggul 11 angka atas AC Milan di peringkat kedua, dengan sisa musim menyisakan 9 pertandingan lagi.

Yang perlu dicatat tentu saja kesempurnaan menang 10 kali berturut-turut, yang menjadikan Inter terlihat sempurna sejak paruh kedua musim Serie A dimulai. Sepanjang periode tersebut, tim asuhan Antonio Conte mencetak 23 gol dan hanya kebobolan empat gol.

Dan … Inter butuh 14 tahun untuk kembali memecahkan rekor kemenangan. 10 kemenangan berturut-turut musim ini merupakan rekor kemenangan terpanjang, sejak era Roberto Mancini pada musim 2006/2007. Ketika itu Inter memenangkan 17 pertandingan berturut-turut di bawah komando Mancini.

Persahabatan penyerang: Lautaro dan Lukaku

Inter praktis hanya menembak tepat ke gawang sebanyak dua kali, dan beruntung keduanya jadi gol. Namun yang perlu dicatat bukan hanya dua golnya, melainkan persahabatan dua penyerang: Lautaro Martinez dan Lukaku.

Jadi kedua penyerang sama-sama mendukung satu sama lain, untuk kedelapan kalinya musim ini. Sederhananya, beberapa kali, baik Lautaro maupun Lukaku, mempermudah rekan strikernya untuk mencetak gol.

Dalam pertandingan melawan Sassuolo, Lukaku memberikan umpan matang kepada Lautaro yang dikonversi nama terakhir, untuk kemudian membawa Inter unggul 2-0.

Hingga pekan 29 Serie A, duet Lukaku – Lautaro sudah mencetak 36 gol musim ini. Lukaku mencetak 21 gol, sementara Lautaro 15 gol. Sebagai catatan tambahan, mereka berdua mencetak 37 gol musim lalu.

Baca Juga:  Bagaimana Bila Atletico Madrid gagal Juara Liga Spanyol?

Duet maut Serie A masih tetap maut. Sama seperti musim lalu.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: hasil serie a italia, kabar sepakbola

Atau baca artikel lain yang ditulis: Bola



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial