Mengenal Hybrid Learning beserta Manfaat dan Kerugian

metode pembelajaran yang menggabungkan sistem konvensional dan online membutuhkan penyesuaian baik dari murid dan pengajar.


Hybrid Learning

Tampilan orang sedang belajar (Foto : Free for Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey TimesHybrid Learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang menggabungkan antara kegiatan tatap muka di kelas dengan teknologi media digital.

Tentunya dengan bimbingan dari seorang pengajar atau guru serta dapat menyesuaikan cara belajar yang diinginkan oleh para siswa.

Secara keseluruhan dapat dikatakan jika sistem belajar ini merupakan perpaduan dari beberapa manfaat e-learning (belajar online) dan tatap muka agar nantinya bisa berjalan secara maksimal, sehingga kedua metode pembelajaran ini harus selaras dalam pelaksanaannya.

Manfaat dari Hybrid Learning

Dalam era digital seperti sekarang dan juga pandemic yang terjadi, pembelajaran campuran saat ini merupakan cara yang dapat dijadikan sebuah metode alternatif di negara kita. Tapi, sebenarnya cara pembelajaran ini telah digunakan di beberapa negara lain.

Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta membantu peserta didik dan guru lebih mudah dalam proses belajar mengajar.

Tidak hanya itu saja, metode ini juga terbilang lebih praktis bagi guru untuk memberikan materi pelajaran.

Adapun manfaat lain yang bisa kamu rasakan dengan metode pembelajaran campuran, seperti berikut ini:

  1. Lebih efisien dan efektif

Dengan diadakannya kelas online akan memungkinkan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih efisien dan efektif, baik dari sisi waktu, suasana dan tempat untuk belajar.

Contohnya, ada murid yang mudah menerima pelajaran dengan mendengarkan musik, sambil ngemil atau ada juga yang lebih menyukai suasana belajar yang tenang.

Intinya adalah baik peserta didik maupun pengajar, dapat menentukan waktu bersama kapan ingin memulai jam belajar dan pelajaran apa yang akan dibahas nantinya.

Lalu dapat juga membuat jadwal pertemuan tatap muka, jika memang diperlukan misalnya ketika harus mengumpulkan tugas atau ada kegiatan praktek.

Tidak hanya itu saja, dengan menggunakan metode belajar ini, baik pengajar maupun peserta didik juga dapat lebih menghemat waktu serta memangkas biaya yang digunakan untuk transportasi.

  1. Tren belajar masa depan

Bisa dikatakan pembelajaran dengan metode ini bisa menjadi trend yang akan disukai oleh banyak kalangan.

Tidak hanya para peserta didik, namun juga perusahaan dan institusi. Hal tersebut dikarenakan metode ini didukung dengan beragam kemudahan untuk mencari informasi yang kamu butuhkan.

Bahkan peserta didik bukan hanya bisa mencari informasi untuk materi pelajaran dari tempat mereka belajar, namun juga dapat mencarinya ke laman resmi milik institusi lain.

Baca Juga:  11 Prospek Kerja Agroteknologi di Indonesia dan Gajinya

Tidak hanya itu saja, peserta didik tentunya juga merasa bebas untuk mengekspresikan diri mereka dalam memberikan pendapat kepada pengajar.

  1. Meningkatnya keterampilan digital

Apakah kamu menyadarinya, jika metode belajar ini dapat meningkatkan kemampuanmu dalam hal keterampilan digital?

Tidak untukmu saja, tapi juga berguna bagi para pengajar. Apalagi seperti yang kamu ketahui, kebanyakan pengajar di Indonesia memiliki usia yang tidak lagi muda.

Dengan adanya sistem belajar ini, tentunya membuat para pengajar yang tadinya tidak mengenal apapun tentang hal digital, akhirnya harus mau belajar agar bisa mengimbangi peserta didiknya.

Kerugian dari Hybrid Learning

Kelebihan dari metode belajar ini memang cukup memuaskan, namun segala hal pasti ada kerugian atau kekurangannya.

Seperti peserta didik tidak memiliki prasarana dan sarana yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar, apalagi untuk mata pelajaran yang mengharuskan melakukan praktek.

Kemudian tidak semua lokasi tempat tinggal peserta didik memiliki akses jaringan internet yang baik, bahkan di Indonesia sendiri masih banyak daerah yang sangat susah untuk dijangkau sinyal internet.

Hal ini tentunya sangat berdampak buruk pada kegiatan belajar mengajar, mau tidak mau entah guru atau peserta didik harus tatap muka agar aktivitas belajar dapat dilakukan.

Masalah berikutnya adalah banyaknya pengajar di Indonesia yang masih belum mengerti cara menjalankan metode pembelajaran ini.

Banyak pengajar yang masih bertanya-tanya bagaimana cara membuat materi pelajaran agar tidak membuat anak didik menjadi bosan.

Selain itu, pemerintah juga harus membuat sebuah program yang dikhususkan bagi staf pengajar dan mengajarkan secara khusus bagaimana caranya menjalankan metode belajar ini agar mereka tidak mengalami kesulitan dalam menjalankannya.

Berikutnya adalah masalah dengan para orangtua yang merasa kesulitan untuk menyesuaikan jadwal sekolah anaknya, karena bagi beberapa orang tua murid yang bekerja harus dapat membagi waktu mereka dengan baik.

Kesimpulan dari Hybrid Learning

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa metode pembelajaran yang menggabungkan sistem konvensional dan online membutuhkan penyesuaian baik dari murid dan pengajar.

Meski, waktu pembelajaran antara online dan offline bisa diatur dengan baik, tapi tentu saja masih ada beberapa sistem yang harus diperbaiki.

Apabila sistem dari gabungan metode pembelajaran ini bisa berhasil, maka sudah pasti dunia pendidikan akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Hybrid Learning juga bisa memberikan kesempatan bagi guru dalam memberikan perhatian kepada peserta didik.

Baca Juga:  Asal Muasal dan Fakta Hari Minggu yang Menjadi Hari Libur di Seluruh Dunia

Karena waktu pembelajaran dapat diatur, maka ada jeda yang bisa membuat guru memberikan motivasi lebih kepada murid.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: pendidikan

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru