Fakta-fakta Unik Mengenai Binatang Bangun Pagi: Krepuskular

Berbeda dengan diurnal dan nocturnal, krepuskular adalah binatang bangun pagi yang juga aktif pada malam terang bulan. 


binatang bangun pagi jenis hewan krepuskular

Salah satu jenis spesies krepuskular (foto : Istimewa)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Hewan memiliki ritme biologis. Ritme ini tercipta dari rangsangan yang masuk ke tubuh dan diatur oleh otak.

Setiap hewan mempunyai waktu istirahat dan waktu aktif, baik itu pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Jika selama ini kita hanya menandai periode aktivitas hewan dengan sebutan nokturnal dan diurnal, maka ada satu istilah lagi untuk hewan yang aktif di waktu fajar dan senja saja, yakni krepuskular.

Apa itu hewan krepuskular? Hewan apa saja yang termasuk dalam golongan ini? Bagaimana ciri-ciri yang bisa diketahui untuk mengenalinya?

Istilah krepuskular berasal dari bahasa latin ‘crepusculum’ yang artinya ‘remang-remang’.

Sebutan ini menandakan bahwa hewan tersebut memiliki sifat atau ritme biologis yang aktif selama saat peralihan hari, yakni pada waktu fajar dan senja.

Berbeda dengan diurnal dan nocturnal, krepuskular adalah binatang bangun pagi yang juga aktif pada malam terang bulan. 

Dalam kelompok krepuskular, terdapat hewan yang aktif saat fajar saja (matutinal) dan hewan yang aktif saat senja saja (vespine).

Contoh hewan matutinal adalah gerbil, lebah, dan sebagainya. Sedangkan hewan vespertine terdiri dari lalat, ngengat, dan lain-lain.

Untuk mengenali lebih jauh tentang hewan krepuskular, silahkan simak fakta-fakta unik tentangnya yang kami rangkum dalam pembahasan berikut ini. 

Fakta Menarik Kropuskulas

  1. Beristirahat di Waktu Siang dan Malam

Menurut laman Animal Snake, hewan krepuskular menghabiskan waktu di siang hari untuk berbaring atau beristirahat.

Begitu pula pada malam harinya, mereka hanya akan bergerak di waktu temaram seperti fajar dan senja.

Perilaku Krepuskular diduga merupakan respon terhadap seleksi dari pemangsa. Karena pada malam hari, biasanya banyak predator yang mencari mangsa.

Sementara di siang hari adalah waktu terbaik bagi para predator untuk melihat buruannya.  

Dengan kebiasan krepuskular tersebut, mereka dapat mengurangi tekanan pemangsaaan.

Perilaku krepuskular ini juga dapat menghindarkan hewan dari sengatan panas matahari, khususnya yang berada di wilayah beriklim panas seperti gurun.

Mereka masih bisa beraktivitas normal dengan memanfaatkan terang cahaya yang tersedia pada waktu tersebut.

  1. Tidak Hanya Hewan, Tanaman Juga Memiliki Perilaku Krepuskular

Perilaku krepuskular tidak hanya tampak pada hewan, tapi juga tanaman. Contohnya tanaman morning glory, tanaman berbunga dari keluarga Primulaceae, tanaman dari keluarga Convolvulaceae dan primrose ternyata punya sifat krepuskular.

Baca Juga:  Hewan Laut paling Mematikan bukan Cuma Hiu

Menurut laman Inspiring Science, penyerbukan tanaman tersebut yang terjadi saat senja dan fajar akan lebih optimal hasilnya.

Ini merupakan evolusi spesies tumbuhan yang memanfaatkan peluang penyerbukan yang dibawa hewan krepuskular.

  1. Contoh-contoh Hewan Krepuskular

Apakah kamu penasaran, hewan apa saja sih yang termasuk krepuskular? Cukup banyak, dan rusa salah satunya.

Hewan ini hanya aktif ketika senja dan fajar saja. Maka dari itu banyak kejadian dimana pengendara mobil sering menabrak rusa di waktu sore dan pagi saja ketika melewati jalan yang membelah hutan.

Selain rusa, berikut ini merupakan contoh-contoh hewan krepuskular:

  • Burung hantu telinga pendek
  • Harimau tasmania yang telah punah
  • Sigung
  • Kelinci
  • Tikus belanda
  • Tikus dan mencit
  • Spesies kucing liar
  • Panda merah
  • Kelinci
  • Hamster
  • Musang
  • Babi guinea
  • Jaguar
  • Kapibara
  • Dan masih banyak lagi

Hewan krepuskular yang hidup di alam liar akan mencari makan dan bersosialisasi pada waktu yang paling aman untuk keluar, yakni pagi dan sore hari.

Kemudian beristirahat sambil bersembunyi dari predator pemangsa di siang hari. Selain beberapa hewan di atas, ada juga hewan gurun seperti kadal dan ular juga termasuk golongan krepuskular.

Sedangkan hamster diketahui menunjukkan ciri-ciri krepuskular di alam liar. Untuk menghindari predator, hewan ini akan berdiam diri sepanjang hari di bawah tanah dan meninggalkan liangnya sekitar satu jam sebelum terbenamnya matahari.

Ketika malam hari tiba, mereka akan kembali ke tempat yang aman. Perilaku krepuskular pada hewan memang merupakan adaptasi antipredator.

Sedangkan untuk burung hantu bertelinga pendek yang dijumpai di Kepulauan Galapagos, species ini menunjukkan perilaku krepuskular.

Burung hantu bertelinga pendek akan berburu saat senja dan kembali ke sarangnya pada waktu malam hari. Kemudian melanjutkan perburuan pada waktu fajar.

  1. Kucing Liar Termasuk Golongan Krepuskular Tipe Predator

Beberapa karnivora seperti bobcat (Lynx rufus) termasuk hewan krepuskular. Mereka biasanya bangun sebelum matahari terbit dan tiga jam sebelum matahari terbenam.

Sedangkan di waktu siang dan malam hari tiba, spesies predator ini akan beristirahat. Bahkan jaguar yang biasanya digolongkan sebagai spesies nokturnal juga lebih aktif pada waktu senja dan fajar karena lebih mudah mencari mangsanya.

Fakta bahwa beberapa spesies kucing juga termasuk krepuskular tentu cukup mengejutkan, karena biasanya hewan ini terlihat aktif sepanjang hari.

Nah itu dia beberapa fakta unik tentang krepuskular, binatang bangun pagi dan sore hari saja.

Baca Juga:  Sejarah Traveling Manusia Zaman Purba
Temukan artikel menarik lainnya di topik: Fakta unik hewan

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru