Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film

Review Film: the New Mutants

Bagaimana the New Mutants memberi kesegaran bagi penggemar X-Men? Apakah ramuan Josh Boone berhasil?

adegan-the-new-mutants
Cuplikan adegan the New Mutants.
the New Mutants
1.3 Nilai dari kami
Kelebihan
Menyenangkan menonton film superhero dinarasikan dengan pendekatan horor.
Kekurangan
Walau ditawarkan dengan pendekatan yang berbeda dengan franchise X-Men, the New Mutants justru menyajikan aspek sinematis yang boleh jadi tidak memuaskan.
Ringkasan Ulasan
the New Mutants memunculkan tanda tanya besar tentang kelanjutan franchise X-Men setelah diakuisi Disney-Fox. Filmnya sendiri tergolong buruk.
Naskah
Penokohan
Sinematografi
Jalan Cerita

the Monkey Times – Bukan pekerjaan mudah ketika seorang sutradara macam Josh Boone dipasrahi menggarap the New Mutants.

Paling tidak benak kita selalu akan membandingkan the New Mutants dengan franchise X-Men, yang sudah lama diakhiri dengan kematian Wolverine di film Logan (2017).

the New Mutants memang masih memperlihatkan proyeksi sinematis dimana semesta ceritanya terputus dengan semesta X-Men – walau toh beberapa bagian adegan di dalam the New Mutants masih secara gamblang menyebut ‘X-Men’ dalam beberapa percakapan antar tokoh mutants yang tampil dalam film tersebut.

Sinopsis the New Mutants

Setelah serangkaian peristiwa yang membunuh ayah dan tetangganya, Danielle “Dani” Moonstar menemukan dirinya terbangun di sebuah ruang perawatan di bangsal isolasi.

Rupanya bangsal itu adalah bagian dari “institut penyembuhan mental”, tempat dimana Dani dan beberapa mutan lainnya dirawat oleh seorang dokter bernama Cecilia Reyes.

Oleh Reyes, Dani diperkenalkan kepada empat remaja lain yang berada di dalam gedung: Samuel “Sam” Guthrie, Illyana Rasputin, Roberto “Bobby” da Costa dan Rahne Sinclair.

Bersama dengan Dani, kelimanya adalah mutan bermasalah, dan Dr. Reyes berusaha menyembuhkan mental mereka yang rusak, sebelum akhirnya dikirim ke sekolah istimewa untuk para mutan.

Serangkaian peristiwa yang terjadi di pusat penyembuhan yang dikelola Reyes membuat kelima mutan muda itu menyadari bahwa mereka bukan dibimbing untuk jadi lebih baik.

Pada gilirannya, mereka berusaha keluar dari institut yang mengurung mereka, dengan cara mencari cara melumpuhkan Reyes.

Baca Juga:

Review the New Mutants

Tadinya kami berharap ada sesuatu yang segar dan baru guna melengkapi narasi franchise X-Men yang secara umum penuh dengan bumbu cerita ala film-film superhero. Di titik itu the New Mutants berhasil menghadirkan elemen lain ke dalam film.

Sebut misalnya narasi psikis, supernatural, dan sebagian kecil elemen fantasi, yang dihadirkan guna melengkapi warna cerita film tersebut.

Dalam takaran tertentu, rasanya cukup menghibur ketika menonton adegan-adegan kecil dimana the New Mutants menghadirkan kesan sebuah film yang cerita utamanya bukan tentang mutants, melainkan tentang bocah remaja bandel – mutan pula! – yang tinggal di asrama dan melakukan sejumlah kenakalan yang membuat gurunya pusing setengah mati.

Nah, gambaran macam mengesankan kemiripan antara sekuen sinematis yang ditawarkan new Mutants dengan franchise X-Men. Bedanya: New Mutants terasa lebih gelap dari segi cerita.

“Lebih gelap” yang kami maksud di atas bukanlah pujian, sebab film tersebut dieksekusi dengan buruk. Sampai-sampai kami menganggapnya sebagai yang terburuk dalam semesta film mutan, terutama yang berhubungan dengan X-Men.

Kami menyebutnya buruk karena usaha Josh Boone dalam menghadirkan kesegaran narasi X-Men justru membuatnya terasa kurang digarap dengan serius. Porsi tiap karakter mutan yang dihadirkan ke dalam semesta New Mutants terasa kurang dibawakan dengan baik.

Persahabatan yang dibangun antar tokoh mutan terasa dibuat-buat. Pun dengan penokohan karakter tiap mutan yang gagal meninggalkan kesan mendalam – setidaknya bagi kami.

Walhasil, penonton tidak pernah punya kesempatan untuk merasakan the New Mutants sebagai film yang “wah” dan layak ditonton berulang-ulang.

Artikel Menarik Lainnya

Film

Film ini bisa Anda tonton dengan berlangganan Netflix terlebih dulu. Bagi penggemar setia Tarantino, film ini menarik untuk dimasukkan ke daftar putar.

Film

Film-film tersebut akan mulai bisa ditonton bulan Januari 2021. Anda tidak perlu membayar biaya tambahan apapun.

Film

Menonton film jadi salah satu upaya yang baik, untuk memastikan diri terhibur dengan tontonan bermutu.

Film

Dua film tersebut akan mulai tayang di platform Disney Plus tahun depan. Sebelum ditayangkan, kita simak dulu trailernya.

Film

Kali ini kami mengulas sebuah film spin off Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), yang berjudul Story of Kale: When Someone’s in Love.

Film

Film Rentang Kisah bercerita mengenai perjuangan seorang mahasiswa yang bertahan hidup di luar negeri (Jerman).

Film

Wonder Woman 1984 akan dirilis pada malam natal. Mengapa Warner Bros bersikeras menayangkannya di dua platform?

Film

Philip Seymour Hoffman adalah aktor berbakat, namun jalan hidupnya mengharuskannya mati sia-sia karena obat-obatan terlarang.