Menelisik Konsep Dollar Cost Averaging (DCA) dan Manfaat Dalam Dunia Investasi

Secara praktisnya metode ini memberikan Anda kesempatan untuk membeli saham atau reksadana secara berkala.


Dollar Cost Avereging

Ilustari investasi dengan dollar cost averaging (Foto : Free for Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Investasi mulai banyak dicari dan dilirik oleh masyarakat, karena memberikan dampak positif untuk persiapan masa depan.

Namun, banyak yang mengalami permasalahan ketika sudah melakukan investasi, salah satunya sulit untuk menentukan dan mencari waktu yang tepat akan melepas nilai investasi yang dimiliki tersebut.

Banyaknya persoalan yang muncul tersebut, beberapa tips investasi saham dan reksadana memberikan metode untuk menghitungnya atau dikenal sebagai dollar cost averaging.

Apa itu DCA? Strategi yang khusus untuk melakukan investasi rutin dalam periode tertentu dengan jumlah yang sama dan tidak mempertimbangkan harganya, tapi tetap menikmati keuntungan.

Kenapa Bisa Memberikan Keuntungan?

Secara praktisnya metode ini memberikan Anda kesempatan untuk membeli saham atau reksadana secara berkala.

Proses perhitungannya didasarkan pada konsistensi dan mekanisme yang ringan, sehingga membuat investor tidak merasa kaget akan perubahan yang sedang terjadi tersebut, karena sudah ditentukan targetnya.

Untuk lebih mudah memahaminya, kami akan memberikan studi kasus yang akan membuat Anda lebih terbuka mengenal terkait konsep dollar cost averaging tersebut.

Misalnya, Anda mempunyai modal sebanyak 1 juta rupiah untuk investasi. Meskipun sudah dipersiapkan, namun sayang menghabiskan semuanya dalam satu kali pembelian.

Dengan demikian, tahapannya Anda melakukannya dengan proses mencicil setiap bulannya sebesar 200 ribu rupiah setiap bulannya selama 5 bulan.

Namun, perlu diingat harga saham itu fluktuatif, sehingga ada perubahan harga setiap bulannya. Bagaimana proses perhitungannya?

  • Bulan 1 : harga saham pertama Rp. 1000, maka mendapatkan 2  lot saham
  • Bulan 2 : harga saham naik Rp. 2000, maka mendapatkan 1 lot saham
  • Bulan 3 : harga saham turun Rp.500, maka mendapatkan  4 lot saham
  • Bulan 4 : harga saham naik Rp. 650, maka mendapatkan 3 lot saham
  • Bulan 5 : harga saham akhir Rp. 1000, maka mendapatkan 2 lot saham.

Akhirnya, masuk pada bulan ke 5, total saham yang Anda miliki mencapai 12 dengan harga Rp. 1.000.000.

Namun, apabila Anda langsung beli dengan harga yang sama pada bulan 1 dan langsung menghabiskan Rp. 1.000.000, maka total saham yang Anda miliki hanya 10 lot saja. Tentunya, metode DCA memberikan keuntungan yang menarik untuk dicoba.

Manfaat Metode Dollar Cost Averaging

  1. Sederhana dan Mudah

Untuk yang baru belajar dan mengenal investasi, rasanya metode DCA tidak begitu sulit untuk dipahami.

Karena tahapannya hampir sama layaknya Anda menabung setiap bulannya sesuai dengan target yang diinginkan. Tentunya Anda harus melakukannya terus menerus dengan nominal yang sama dan kondisi apapun itu.

Baca Juga:  6 Pekerjaan Menjanjikan di Masa Depan yang Paling Banyak Dibutuhkan

Metode ini rasanya cukup mudah untuk diterapkan, karena tidak memberikan dampak yang besar dalam skala yang tinggi. Karena, prosesnya terasa ringan dan tidak langsung menggelontorkan modal yang tinggi di awal.

  1. Konsep Cicilan Investasi

Jika Anda memahaminya, maka konsep dollar cost averaging hampir sama dengan konsep cicilan.

Tetapi dalam bentuk investasi yang memberikan Anda dapat melakukannya secara bertahap dan tidak langsung.

Dalam artian, apabila Anda mempunyai modal yang tidak begitu besar, maka Anda sudah memiliki nilai investasi yang berjalan.

Dampak yang terjadi adalah membuat strategi investasi yang Anda jalankan tersebut akan terlihat mudah dilakukan dan objektif.

  1. Terhindar Penentuan Waktu (Timing) Buruk

Banyak kasus yang terjadi pada investor tersebut adalah memutuskan untuk membeli atau menjual investasi yang diinginkan.

Sehingga selalu menebak dan menentukan pasar yang tidak menentu dan akhirnya tertunda atau tidak melanjutkan sama sekali.

Persoalan ini memang dikenal sebagai market timing, tetapi untuk yang baru memulai akan sulit memahaminya.

Ada banyak juga yang menjalankannya, akhirnya hanya mengalami kerugian dan gagal untuk melanjutkan.

Karena, melihat pasar yang luas dan menganalisis semuanya menjadi pekerjaan yang sulit dan tidak mampu untuk menganalisis secara tepat. Dengan demikian, perlu alternatif lain agar mampu mengelolanya dengan baik.

Nah, untuk mengatasi persoalan tersebut metode dollar cost averaging (DCA) dapat menjadi solusi terkait penentuan timing itu.

Karena apapun kondisi dan kemungkinan yang terjadi, prosesnya akan tetap selalu berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

  1. Minimalisir Keputusan Emosional

Aspek yang paling menakutkan ketika baru memulai investasi adalah langsung memutuskan kondisi berdasarkan kondisi emosional.

Faktor tersebut dipengaruhi oleh takutnya akan rasa kehilangan dan tidak ingin merasakan kerugian.

Hal inilah yang membuat banyak investor gagal berkembang dan tidak konsisten terhadap risiko yang dihadapi.

Berdasarkan riset yang ada, memang seorang investor akan lebih takut kehilangan dana yang besar dibandingkan harus menunggu keuntungan yang diharapkan.

Permasalahan tersebut akan berdampak besar, sehingga dalam dunia investasi naik turun harga sudah menjadi ritme yang rutin terjadi atau dikenal masa koreksi.

Nah, tertarik untuk memulai investasi? Pertimbangan menerapkan metode dollar cost averaging tersebut ya.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: jenis-jenis investasi, panduan investasi

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru