Disney Terancam kehilangan Hak untuk Memakai Karakter Avengers

Disney dan Marvel menghadapi tuntutan dari pihak-pihak yang mewakili hak para kreator superhero.


karakter avengers spider-man

Disney dituntut karena kepemilikan penuh atas sejumlah karakter avengers. (Foto: Pixabay)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Disney dan Marvel Studios sudah melalui jalan panjang dengan memproduksi sejumlah karakter Avengers, superhero yang tergabung di dalam Marvel Cinematic Universe.

Beberapa tahun lalu kita sempat menikmati hasil kerja kreatif mereka lewat saga Avangers dan banyak lagi film tunggal yang berkisah tentang petualangan masing-masing superhero

Belum lagi kalau kita mau menyebut sejumlah serial Disney+ yang berkaitan langsung dengan Marvel Cinematic Universe, semesta pahlawan super Marvel rasanya tidak akan berhenti begitu saja, setidaknya dalam waktu dekat.

Walau begitu semuanya bisa berubah dalam sekejap. Marvel dilaporkan sedang menghadapi tuntutan atas penggunaan karakter Thor, Falcon, Black Widow, Hawkeye, Ant-Man, Dr. Strange, Spider-Man, Iron Man, dan beberapa karakter lain.

Dikutip dari Hollywood Reporter, tuntutan tersebut dilayangkan oleh pihak yang mewakili para kreator yang menciptakan tokoh-tokoh superhero di atas, yakni Stan Lee, Steve Ditko dan Gene Colan.

Mereka adalah para kreator yang mewakili generasi emas Marvel Comics di dekade 1960-an.

Argumennya sederhana: pihak yang mewakili hak para kreator keberatan bila Disney dan Marvel memegang penuh kepemilikan karakter superhero tersebut, sebab secara hukum karakter yang dipakai Disney di produk sinematisnya hanya disewa untuk dipakai dalam jangka waktu tertentu.

Bila tuntutan tersebut dipenuhi, Disney berpotensi kehilangan kepemilikan karakter superhero yang menurut Hollywood Reporter bernilai triliunan dollar.

Sudah berlangsung sejak Agustus 2021

Tuntutan agar Disney melepas kepemilkan tunggal atas karakter superhero sudah dilayangkan sejak Agustus silam.

Pihak yang mewakili Steve Ditko melayangkan gugatan atas kepemilikan penuh Disney atas karakter Spider-Man. Menurut hukum hak cipta yang berlaku di Amerika Serikat, kreator maupun pewaris mereka bisa mengklaim kembali hak kepemilkan atas karakter yang mereka ciptakan setelah beberapa waktu.

Dalam konteks Spider-Man, Marvel dan Disney hanya berhak memakai Spider-Man hingga 2023.

Bila tuntutan pihak yang mewakili para kreator superhero dikabulkan, Disney dan Marvel dipastikan hanya memegang separuh dari keseluruhan hak, yang pada gilirannya harus dibagi bersama kreator asli.

Dari segi bisnis, berbagi kepemilkan berarti berbagi keuntungan, yang berarti Disney tidak akan bisa menerima keuntungan penuh dari setiap karakter superhero yang difilmkan di masa depan.

Hanya saja hukum tersebut hanya berlaku di Amerika Serikat, yang berarti Disney masih bebas memegang penuh hak kepemilikan atas karakter superhero yang dipakai di pasar di luar negara tersebut.

Baca Juga:  Review Film Rentang Kisah (2020)
Temukan artikel menarik lainnya di topik: avengers, disney, kabar sinema, marvel

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru