Liverpool 2 vs 1 West Ham: Diogo Jota sang Penyelamat Liverpool

Dominasi mutlak Liverpool atas West Ham membawa tuan rumah mengungguli tim tamu. Liverpool untuk sementara bertengger di puncak klasemen Liga Premier Inggris.


Ilustrasi kemenangan Liverpool atas West Ham
Diterbitkan:

the Monkey TimesPergerakan tanpa bola, plus kerjasama yang baik antara Shaqiri dan Jota di menit ke-85, membantu Liverpool mengalahkan West Ham di Anfield, pada lanjutan pertandingan Liga Premier Inggris matchday 7, Sabtu malam (31/10/20).

Iklan. Konten berlanjut di bawah.

Pertandingan tersebut patut diberi perhatian, mengingat Liverpool datang dari belakang, setelah ketinggalan terlebih dulu dari West Ham.

Liverpool harus girang menyaksikan performa Jota. Apalagi sang pemain sudah dua kali berturut-turut melakukan hal yang sama. Pekan lalu dia muncul dari bangku cadangan, untuk kemudian mencetak gol yang menentukan kemenangan Liverpool atas Sheffield United.

Iklan. Konten berlanjut di bawah.

Kemenangan Liverpool atas West Ham juga mencatat fakta lain: ini adalah kali ketiga Liverpool menang di Anfield setelah kebobolan lebih dulu.

Dimulai dari kekonyolan

West Ham unggul di menit ke-10 setelah Pablo Fornals menghukum kesalahan konyol Joe Gomez dan mengkonversinya jadi sebuah kerugian untuk tim tuan rumah.

West Ham pun kebobolan dengan kekonyolan yang kurang lebih sama dengan kesalahan Joe Gomez. Ini terjadi ketika Masuaku melanggar Salah di kotak penalti West Ham, lima menit jelang babak pertama usai.

Salah dengan mudah menghukum kesalahan itu. Dan kedudukan berubah imbang untuk kedua tim di menit ke-42.

Jota masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan tersebut. Setelah sempat mencetak gol yang dianulir pada menit ke-77, kesempatan kedua untuk Jota datang lima menit sebelum pertandingan berakhir.

Pertukaran bola di depan kotak penalti West Ham diselingi keputusan Shaqiri yang mengirim umpan terobosan kepada Jota yang terlihat berlari tanpa bola.

Jota menyambut umpan gemilang tersebut dan menceploskan bola ke gawang West Ham di menit ke-85. Jota menjadi penyelamat Liverpool untuk kedua kalinya dalam dua pertandingan beruntun.

Dengan kemenangan tersebut, Liverpool mencetak rekor 63 pertandingan tanpa kalah di Anfield. Rekor termutakhir ini melampaui rekor serupa yang pernah dibuat sepanjang 1978 – 1980, demikian catatan Sky Sports.

[wpse_match ID=11415]

Bagaimana Liverpool mendominasi

Dengan statusnya sebagai penyelamat, kayaknya Jota udah pantes jadi pemain utama Liverpool. Setuju?Click to Tweet

Menit-menit awal pertandingan memperlihatkan kegugupan Liverpool yang membuat West Ham bermain dengan lebih leluasa.

Namun bukan berarti West Ham lebih unggul secara permainan ketimbang Liverpool. Agaknya lebih pas bila kita mengatakan Liverpool melakukan kesalahan yang kemudian berhasil dieksploitasi West Ham – salah satunya lewat gol pertama mereka.

Liverpool kemudian bekerja keras menembus barikade West Ham yang bermain lebih rapat dan terorganisir dengan baik. Walhasil, gol penalti Salah sebetulnya tidak mengubah alur pertandingan.

Namun semuanya berubah ketika Jota dan Shaqiri masuk ke lapangan mulai menit ke-70. Hasilnya kemudian terlihat ketika Jota menciptakan dua peluang, dimana salah satunya dikonversi menjadi gol.

Masuknya Jota dan Shaqiri mutlak mengubah alur serangan Liverpool. Yang mesti dicatat juga: pergerakan tanpa bola Jota relatif mematikan bagi lawan.

Gol Jota yang dianulir pada menit ke-77 memperlihatkan bagaimana Jota memanfaatkan gerak tanpa bola itu untuk mencetak gol.

Ketika bek-bek West Ham sibuk menghentikan ancaman Mane, Jota tidak terkawal, datang dari lini kedua, dan mencetak gol memanfaatkan bola rebound – meski golnya itu kemudian dianulir wasit.

Gerak tanpa bola juga lah yang membuat Jota mampu mencetak gol bagi Liverpool di lima menit terakhir pertandingan.

Walau mata penonton mungkin sebagian besar mengarah ke performa Jota, kita tidak boleh melupakan Nat Phillips.

Malam itu Liverpool memberi kesempatan bagi bek Nat Phillips untuk melakukan debut, yang berakhir dengan baik.

Nat berhasil mematikan gerak striker West Ham, Sebastian Haller, dan melakukan sapuan bersih sebanyak 9 kali, yang berarti lebih banyak ketimbang pemain bertahan Liverpool lainnya, yang diturunkan di pertandingan tersebut.

Artikel ini diperbarui pada:
Temukan artikel menarik lainnya di topik: hasil liga premier inggris, kabar sepakbola

Bagikan artikel ini