Media Sosial

Hi, cari artikel apa?

DigiDay

Poco M3 Dirilis: Sah disebut Entry-Level Killer

Seseorang yang sedang mencari smartphone terbaru, dan penghasilannya di bawah 5 juta per bulan, kemungkinan besar akan mencari handphone yang harganya di bawah 2 juta.

spek-entry-level-poco-m3
Poco M3 sah disebut entry level killer.

the Monkey Times – Di titik itu, pasar handphone di Indonesia sudah penuh sesak dengan berbagai macam pilihan. Sebut misalnya disini: Poco M3. Smartphone satu ini dilabeli sendiri oleh Poco sebagai entry-level killer.

Xiaomi Indonesia sudah mengumumkan perilisan Poco M3 kemarin. Dan terus terang saja, sebelumnya kami cukup pesimis karena bisa jadi label entry-level killer cuma berakhir sebatas jargon.

Sederhananya, tadinya kami berpikir jangan-jangan harga Poco M3 tidak semanis jargonnya. Namun ternyata kami salah.

Baca Juga:

Dalam acara perilisan Poco M3 yang disiarkan langsung secara daring, Poco M3 dirilis ke pasar Indonesia dengan harga first sale mulai Rp 1,799,000 untuk varian 4GB + 64GB.

Sedangkan untuk varian 6GB + 128 GB, M3 dijual di harga Rp 2,199,000. Perangkat tersebut bisa dibeli mulai 26 Januari 2021 di situs resmi Xiaomi Indonesia.

Dari segi harga, Poco M3 boleh dibilang berhasil dengan statusnya sebagai entry-level killer. Dengan rentang harga mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 jutaan, tentu perangkat tersebut mudah menarik hati para pekerja kelas menengah ke bawah Indonesia.

Sekadar mengingatkan, berikut spesifikasi handphone Poco M3 yang kemarin dirilis Xiaomi Indonesia:

LabelSpesifikasi
Dimensi162.3 x 77.3 x 9.6 mm
Bobot198 g
MaterialPlastik polikarbonat di bagian frame dan Gorilla Glass di bagian layar.
Tipe SIMDual SIM
LayarIPS LCD 6.53 inci, 1080 piksel, 400 nits
Tipe OSAndroid 10, MIUI 12
ChipsetQualcomm SM6115 Snapdragon 662 11nm
CPU & GPUOcta-core (4×2.0 GHz Kryo 260 Gold & 4×1.8 GHz Kryo 260 Silver) | Adreno 610
Kamera belakang48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
2 MP, f/2.4, (macro)
2 MP, f/2.4, (depth)
Kamera depan8 MP, f/2.1, (wide)

Sekilas pandang, Poco M3 cenderung lebih dari cukup bila diperlakukan sebagai smartphone sehari-hari, meski speknya tidak elok bila dibandingkan dengan handphone lain berada di kelas yang lebih atas.

Dari segi pemakaian prosesor, misalnya, walau Snapdragon 662 tergolong tua dari segi umur – karena dirilis 2020 silam – namun dari segi efisiensi seharusnya masih cukup bagus.

Berdasarkan hasil benchmark yang pernah dilakukan Notebookcheck, Snapdragon 662 berada setingkat di atas Snapdragon 660 dan 665, meski kualitasnya masih kalah dengan Mediatek Helio P65 dan Samsung Exynos 9611.

Plus, dengan harga yang relatif terjangkau, seorang pengguna mendapat perangkat handphone dengan layar FHD (1080 piksel), kapasitas baterai 6,000 mAh, dan penyimpanan internal yang cukup besar.

Dan bila Anda membutuhkan handphone yang mudah disimpan di kantong celana, M3 boleh lah Anda masukkan dalam daftar prioritas perangkat smartphone baru yang ingin dibeli.

Dengan kata lain, cukup lah Poco M3 disebut entry-level killer. Bila ada adagium yang mengatakan “Anda mendapat kualitas sesuai harga yang dibayar”, maka handphone satu itu membuktikan bahwa “Anda bisa mendapat kualitas lebih, tanpa perlu membayar lebih banyak.”

Itulah ciri entry-level killer khas Poco M3.

iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

DigiDay

Sebaiknya Anda memperbarui APKPure ke versi baru, sebelum serangan Trojan jahat menginfeksi perangkat Anda.

DigiDay

Supaya jadi benar, kamu mesti tahu beberapa mitos seputar mengecas baterai hp sepanjang malam. Benarkah buruk bagi smartphone kita?

DigiDay

Jadi bagaimana? Apa kualitas kameranya cukup oke untuk disebut-sebut sebagai mid-range killer?

DigiDay

Di tengah situasi global terkait vaksinasi COVID-19, Facebook takkan memberi ampun bagi para penyebar hoax tentang vaksin.

Ekonomi

Wabah COVID-19 membuat penjualan smartphone secara global menurun pada 2020. Akankah penjualannya naik tahun ini?

DigiDay

Poco agaknya senang betul melabeli produknya dengan embel-embel "killer". Ketika Poco F1 dirilis pada 2018, perangkat smartphone satu ini dilabeli sebagai flagship killer.

DigiDay

Belantara aplikasi perpesanan bergoyang oleh kabar perubahan Kebijakan Privasi Whatsapp terbaru dimana aplikasi tersebut dikabarkan akan berbagi data penggunanya ke Facebook, perusahaan yang memilikinya.

DigiDay

Signal sempat memperoleh popularitas dadakan. Apa yang membedakan aplikasi tersebut dengan Whatsapp?