Connect with us

Hi, what are you looking for?

IKLAN

Mau Tahu Donk

Hewan Laut paling Mematikan bukan Cuma Hiu

Kehidupan di bawah laut memang indah. Penuh berkah. Namun kadang juga penuh dengan hewan-hewan mematikan.

pemandangan-laut
Kehidupan laut penuh berkah, namun disaat bersamaan juga penuh ancaman hewan mematikan. (Foto: Pexels)

the Monkey Times – Pada 2014, Bill Gates pernah memasukkan hiu dalam daftar hewan paling mematikan di muka bumi. Tahukah Anda berapa orang yang dicelakai hiu ketika itu, menurut Gates?

Dalam tulisannya yang berjudul The Deadliest Animal in the World, Gates menyebut hanya 10 orang – pada waktu tulisan itu dipublikasikan – yang tidak beruntung tewas karena serangan hiu.

Walau begitu, hiu dalam bayangan orang awam seperti kami sudah begitu menakutkan. Kami bisa berpendepat begitu setelah menonton film Jaws bertahun-tahun lalu.

Saking brutalnya serangan hiu di film Jaws, kami memandang hewan itu sebagai makhluk menakutkan selautan.

Tapi toh hiu rupanya bukan satu-satunya hewan yang patut ditakuti di laut. Dan karena itu ia juga bukan satu-satunya hewan laut paling mematikan.

Daftar hewan laut paling mematikan di muka bumi

Setidaknya ada 6 hewan laut paling mematikan yang hidup di ekosistem laut, yang perlu kita kenali.

  1. Gurita Cincin Biru
  2. Ikan batu
  3. Belut Moray
  4. Siput kerucut
  5. Ikan buntal
  6. Ubur-ubur

Gurita cincin biru

gurita cincin biru
Gurita Cincin Biru di kedalaman laut. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

Ini adalah hewan laut yang sekilas pandang terlihat indah, karena guratan totol cincin biru di sekujur tubuhnya.

Namun di balik keindahan itu tersimpan racun yang mematikan, yang bila disemburkan sanggup membunuh 26 orang dalam hitungan menit.

IKLAN

Gurita Cincin Biru bisa ditemukan dengan mudah di India, Filipina, Australia dan Jepang. Hewan laut ini biasanya cenderung bersembunyi di celah gelap di laut berkedelaman 50 meter.

Menurut Australian Institute of Marine Sciences, Gurita Cincin Biru umumnya memiliki panjang 6 cm, dengan masing-masing tentakel sepanjang 10 cm.

Ikan Batu

stonefish
Ikan Batu – Stonefish yang menyerupai karang. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

Perairan pantai Australia, India dan Indonesia jadi habitat tempat Ikan Batu (Stonefish) hidup. Beberapa spesiesnya bahkan hidup di Karibia dan Florida Keys.

Wujudnya yang menyerupai batu karang membuat ikan tersebut mudah disalahpahami. 13 duri yang menempel di sekujur tubuhnya mengandung racun mematikan.

Namun kabarnya belum pernah ada kasus kematian tahunan yang disebabkan Ikan Batu. Mungkin karena penawar racunnya sudah tersedia, jadi orang yang tersengat duri Ikan Batu tidak sampai mengalami kematian.

Belut Moray

moray eel
Penampakan Belut Moray. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

Di Samudera Hindia, Pasifik dan Atlantik, terutama di daerah perairan hangat, hiduplah Belut Moray, yang permukaan tubuhnya nyaris tanpa sisik.

Belut Moray merupakan tipikal belut gemuk yang gigitannya mematikan. Di beberapa bagian bumi, ada saja orang yang memakan Belut Moray meski dagingnya dikenal beracun.

Kendati jarang ada laporan kematian akibat Belut Moray, setidaknya kita harus mewaspadainya sebagai binatang laut yang mematikan.

Siput Kerucut

cone-snail
Cone Snail di perairan dalam. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

Siput Kerucut hidup di perairan hangat di dearah tropis, terutama di Laut Merah, Karibia, dan Samudera Hindia.

Sekilas pandang Siput Kerucut tidak berbahaya, namun racunnya mematikan bagi manusia. Mengutip Farandwide, binatang laut itu setidaknya menyebabkan kematian 36 orang dalam setahun.

Ikan Buntal

ikan-buntal
Ikan Buntal yang diawetkan di luar sebuah restoran di Tokyo, Jepang. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

Perairan Samudera Hindia, Atlantik dan Pasifik, merupakan habitat Ikan Buntal, yang nyatanya masih ada masyarakat yang mengkonsumsinya kendati racun ikan laut tersebut sangat berbahaya.

Tubuh Ikan Buntal (orang Jepang menyebutnya Fugu) sangat berbahaya karena disanalah duri ikan tersebut berada. Duri ikan tersebut mengembang ketika ia merasakan marabahaya, dan menyengat siapa pun yang dianggap mengancam hidupnya.

Menurut statistik, 2 sampai 3 orang per tahun tewas karena tersengat duri Ikan Buntal. Mengutip Farandwide kembali, jumlah kematian tersebut tampaknya bisa jauh lebih banyak, mengingat ikan tersebut banyak dikonsumsi di negara-negara seperti Jepang.

Ubur-Ubur

jellyfish
Ilustrasi ubur-ubur berenang di kedalaman laut. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

Boleh jadi orang menganggap Ubur-ubur sebagai hewan laut yang indah, karena memang terlihat demikian.

Kurang lebih ada 40 orang yang tewas per tahunnya karena disengat ubur-ubur. Hewan yang mudah ditemukan di laut mana pun itu memegang racun yang menyebabkan sakit kepala, muntah, detak jantung cepat dan edema paru.

Dari sekitar 2,000 jenis ubur-ubur, 70 di antaranya bisa membunuh siapa pun yang berada di dekatnya.

IKLAN

Artikel Menarik Lainnya

Sehat dan Bahagia

Kita tentu tahu 75 persen tubuh kita terdiri dari air. Tanpa air tubuh bakal mengalami dehidrasi. Dan tanpa air, sistem metabolisme tubuh takkan bisa...

Mau Tahu Donk

Hak bercerai tidak hanya milik lelaki. DI Indonesia, peraturan menyebut perempuan juga memiliki hak menggugat cerai suaminya.

Mau Tahu Donk

Sejarah perdagangan di seluruh negara cenderung mengenal mata uang sebagai alat transaksi yang sah, namun sistem perdagangan kuno seperti barter, toh, nyatanya masih dilakukan...

Mau Tahu Donk

Sistem perdagangan yang memanfaatkan metode barter tidak pernah mati. Bahkan masih dilakukan sampai sekarang.

Mau Tahu Donk

KIta sering melihat gunung menjulang tinggi. Namun tahukah kita apa saja tipe-tipe gunung yang ada di muka bumi?

Hai Indonesia

LIbur dan cuti bersama di bulan tersebut sudah diatur melalui SKB tiga menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan...

Cara Hidup

Asal disimpan dengan benar, beras bisa tahan sampai 30 tahun.

Cara Hidup

Minimalisme mungkin terdengar mudah diucapkan, namun susah dilakukan. Nah, kami mengajak Anda untuk memahaminya terlebih dulu.