Connect with us

Hi, what are you looking for?

IKLAN

Sehat dan Bahagia

Apakah Susu Alternatif Bisa Mengganti (Manfaat) Susu sapi?

Susu sapi seringkali dipandang sebagai produk minuman yang tidak lagi bermanfaat. Tapi apakah klaim itu benar?

ilustrasi-susu-sapi-murni
Peternakan penghasil susu sapi. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

the Monkey Times – Barangkali Anda sering melihat pemandangan di rak bagian produk susu di supermarket, di mana emosi belanja Anda dirangsang lewat beberapa macam produk alternatif pengganti susu.

Sebut misalnya susu almond, susu kelapa, susu kedelai, susu kacang mede, susu rami, dan banyak lagi jenis alternatif produk susu yang disebut-sebut bisa menggantikan peran susu sapi – atau bahkan: produk-produk alternatif tersebut diklaim jauh lebih bermanfaat ketimbang produk susu sapi.

Label yang melekat pada klaim seperti itu memang muncul beberapa kali lewat sejumlah media. The Asian Parent, misalnya, sempat merenteng enam alasan susu sapi tidak selalu baik bagi semua orang. Salah satu alasannya: susu sapi tidak mudah dicerna oleh orang yang sistem pencernaan tubuhnya sulit mentolerir laktosa.

Kompas.com sempat menulis bahaya susu sapi, sembari memberi catatan ‘jika dikonsumsi berlebihan’.

Sederhananya, susu sapi mengandung residu antibiotik dan hormon yang berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh, reproduksi dan syaraf, serta bisa memicu kemunculan kanker jenis tertentu; karenanya kita tidak boleh berlebihan meminum susu.

Tapi dengan wacana media yang relatif buruk dalam memandang manfaat susu sapi, apakah lantas kita boleh mengabaikannya begitu saja. Dalam arti: apakah kita harus menghentikan konsumsi susu sapi?

Apakah susu sapi masih bermanfaat bagi manusia?

produk-berbasis-susu
Ilustrasi produk berbasis susu sapi. (Foto: Pexels lewat Canva Pro)

Klaim tentang ‘bahaya susu sapi’ sebetulnya bisa ditambahkan dengan klaim serupa yang mengatakan susu sapi dan produk turunannya kemungkinan bisa meningkatkan resiko kemunculan penyakit kronis. Katakanlah seperti obesitas, diabetes tipe 2, kanker, dan osteoporosis.

Klaim tersebut memunculkan skeptisisme manfaat susu yang mungkin tidak sebagus yang dicitrakan sebelumnya.

Dan barangkali ia juga yang memicu kemunculan berbagai produk alternatif susu seperti disebut di bagian awal artikel ini.

Secara konseptual, klaim tentang manfaat susu alternatif selain susu sapi sebetulnya ada banyak. Kita bisa menyebut salah satu, misalnya, susu kedelai yang mampu menurunkan kolesterol, meningkatkan kesuburan, mencegah kanker, mengurangi gejala menopause, menurunkan berat badan, menyehatkan sistem syaraf, memaksimalkan fungsi sel darah merah, dan menyehatkan jantung, seperti diklaim Sehatq lewat artikel tentang manfaat susu kedelai.

Walau begitu sebuah artikel berjudul Milk and dairy products: good or bad for human health? An assessment of the totality of scientific evidence menulis susu berbasis tumbuhan dan susu berbasis sapi berbeda secara (kandungan) nutrisi. Dan kedua jenis tersebut juga benar-benar makanan yang berbeda.

Karena alasan itu pula dibutuhkan studi lebih menyeluruh yang mampu mengungkap nilai kesehatan susu berbasis tumbuhan bagi tubuh manusia.

Artikel Milk and dairy products sekaligus menyoroti beberapa bukti saintifik manfaat susu sapi yang rasanya perlu dicatat disini:

  • Berbagai bukti saintifik menyimpulkan manfaat susu dan produk minuman (berbasis susu sapi) berhubungan dengan penurunan resiko obesitas pada anak. Dan bila dikonsumsi orang dewasa, susu sapi menunjukkan kemampuan membantu meningkatkan komposisi tubuh, sekaligus membantu menurunkan berat badan.
  • Konsumsi susu dan produk susu juga dikaitkan dengan penurunan resiko diabetes tipe 2, sekaligus membantu menurunkan resiko kemunculan penyakit cardiovascular, terutama stroke.
  • Susu sapi juga memberi manfaat besar untuk membantu kepadatan mineral tulang, sekaligus menurunkan resiko perapuhan tulang.
  • Di antara berbagai jenis kanker, konsumsi susu tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker pankreas, kanker ovarium, atau kanker paru-paru, sedangkan bukti risiko kanker prostat yang dipicu konsumsi susu tidak konsisten.

Dengan fakta saintifik seperti tertulis diatas, susu sapi murni maupun produk berbasis susu sapi tentu saja masih mampu memberi manfaat besar bagi manusia, kan?

IKLAN

Artikel Menarik Lainnya

Sehat dan Bahagia

Kita tentu tahu 75 persen tubuh kita terdiri dari air. Tanpa air tubuh bakal mengalami dehidrasi. Dan tanpa air, sistem metabolisme tubuh takkan bisa...

Sehat dan Bahagia

Memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan jadi sebuah kewajiban yang harus Anda lakukan sekarang.

Sehat dan Bahagia

Tanda hipertensi bisa dikenali dengan mudah, termasuk diantaranya rasa sakit di daerah tertentu. Begini cara mengenalinya.

Sehat dan Bahagia

Pandemi bisa saja mengakibatkan masalah mental serius. Dan karenanya kita wajib menjaga kesehatan mental pribadi.

Sehat dan Bahagia

Selama bisa menjaga diri dan tetap patuh pada protokol kesehatan, berkencan di era pandemi bukan kegiatan haram yang perlu dijauhi.

Sehat dan Bahagia

Sebagian besar orang di Indonesia akan menyebut nama Bear Brand setiap kali teringat susu beruang. Tapi apa kita tahu apa saja manfaatnya?

Sehat dan Bahagia

Panduan berikut berisi informasi dasar tentang kehamilan. Hubungi ahli kesehatan dan kandungan guna mendapat info lebih lengkap tentang kehamilan yang sehat.

Sehat dan Bahagia

Diet yang benar dan sehat selalu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.