Cinta dalam Lembaran Kertas Coklat

Sedikit cerita tentang seseorang yang menjalin cinta lewat selembar surat.


ilustrasi cinta terdalam

Oleh: Mas Hadid

Diterbitkan:

the Monkey Times – Rasanya setiap orang pernah jatuh cinta, pernah begitu merasa dunia begitu indah gara-gara cinta, pernah diperbudak cinta, dan yang paling parah: pernah patah hati karena cinta. Tapi cinta di dalam lembaran kertas sungguh tak pernah sederhana.

Seorang pemuda jatuh cinta kepada gadis dengan rambut ikal dan suara lembut layaknya penyiar radio. Seketika si pemuda kehilangan akal. Jatuh cinta dengan sekeras-kerasnya. Kekurangan si gadis tidak dipedulikannya. Adalah rasa yang menggerakannya sedemikian rupa, hingga bisa mencintai sekeras-kerasnya.

Pernah suatu waktu saya diceritakan sebuah kisah antara Fulan dengan Bunga. Keduanya dipisah oleh jarak antar kota sejauh 500-an kilometer diantara dua titik terbit dan tenggelamnya matahari.

Mereka jarang bertemu. Paling pertemuan hanya tiga bulan sekali. Itupun sangat jarang. Omong-omong, si Fulan itu keras kepala. Tipikal pria yang mau melakukan apapun yang disuruh si Bunga.

Cinta dalam lembaran kertas coklat

Keduanya pun pernah bersepakat satu hal: mereka akan bertukar buku catatan. Jadi masing-masing memberikan sebuah buku kosong, dimana mereka berdua bisa mengisi setiap halamannya dengan cerita apa saja. Si Fulan memberikan buku kosong bersampul putih ke Bunga. Sebaliknya Bunga memberikan buku bersampul hijau berisi lembaran kosong kertas berwarna coklat.

Ketika tiba waktu berjumpa, mereka akan saling mengisi buku dengan catatan dengan pikiran masing-masing. Si Fulan mengisi bukunya dengan rangkaian kata-kata puitis yang sebetulnya tak terlalu romantis. Sementara si Bunga mengungkapkan begitu bahagianya dia menjalin hubungan dengan si Fulan.

Bagi Fulan, kertas kosong jadi medium ungkap hal-hal yang secara lisan tak bisa ia katakan kepada Bunga. Bagi Bunga kertas kosong jadi sebuah medium yang asing. Si perempuan tak pernah menulis apapun sebelumnya, apalagi mengungkap cinta dan kebahagiaan lewat tulisan.

Dan ketika keduanya sudah selesai menulis buah pikirannya masing-masing, tibalah waktu bertukar kedua buku. Si Fulan akan membaca tulisan Bunga, dan sebaliknya. Walhasil mereka tahu pikiran masing-masing.

Baca Juga: Karena Surat Cinta Untuk Pacar, Kita Pernah Dekat

Keduanya pun membawa pulang buku masing-masing.

Pernah suatu kali si Bunga menulis langsung di depan mata si Fulan. Betapa bahagianya si pria melihat pujaan hatinya terlihat antusias menulis rangkaian kalimat yang mengungkap betapa bahagianya di setelah diantar pulang oleh kekasihnya.

Baca Juga:  Persewaan Komik dan Kenang-kenangan yang Hidup

“Rasanya aku kehabisan kata-kata melukiskan perasaanku waktu itu. Pokoknya gembira,” begitu si Fulan bercerita kepada saya dengan mimik muka yang juga bahagia.

Begitulah kisah cinta dalam lembaran kertas coklat. Ia tak pernah sederhana, karena kata-kata berarti segalanya. Kalau sulit bicara dengan yang kamu cinta, kenapa tak mengungkapkannya dengan tulisan saja?

Temukan artikel menarik lainnya di topik: curahan hati

Atau baca artikel lain yang ditulis: Mas Hadid



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial