Cara Menghitung Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Selama Diet

Ketika diet, ada banyak hal yang mesti dipersiapkan, termasuk cara menghitung jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Yuk baca supaya tahu caranya!


Cara menghitung jumlah kalori

Oleh: Kaisar

Diterbitkan:

the Monkey Times – Kita semua belum pernah melihat wujud kalori, tapi kita tahu bahwa kita harus mengontrol jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh selama periode diet. Pertanyaannya sekarang: bagaimana cara menghitung jumlah kalori?

Karena memang pada dasarnya kegiatan diet identik dengan tindakan berpantang. Jadilah pantangan mengkonsumsi kalori jadi sebuah dasar yang diajarkan dalam setiap tips diet.

Nah, selama ini dalam keyakinan kita, mengontrol dan memantau jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh itulah yang jadi kegiatan wajib selama diet.

Apa sih sebetulnya fungsi kalori bagi tubuh manusia?

Penjelasan tentang Fungsi Kalori bagi Manusia

Kalau kita tinjau dari segi pengertiannya. Kalori adalah satuan yang dipakai untuk mengukur jumlah energi yang tersimpan di minuman dan makanan yang ada di sekitar kita.

Kalori bukan hanya penting bagi seseorang yang melakukan diet. Lebih jauh lagi, dzat itu juga penting artinya bagi tubuh.

Dan sepertinya kalori memang ada dimana-mana. Setiap satu gram lemak mengandung 9 kalori. Satu gram protein mengandung 4 kalori. Dan 1 gram karbohidrat mengandung 4 kalori.

Kenapa orang cenderung percaya bahwa diet yang sukses sudah pasti harus mengurangi kalori? Karena asumsinya setiap kegiatan diet pasti mengusahakan pengurangan jumlah lemak yang masuk ke dalam tubuh.

Dengan demikian kita menemukan dua rumusan:

  • Diet sukses kalau orang memakan sedikit kalori.
  • Seorang manusia bisa membakar lebih banyak kalori dengan cara berolahraga.

Lagi-lagi pertanyaannya: apa kita mesti mengurangi makanan berlemak?

Sebelum menjawabnya, kita mesti memahami bahwa manusia membutuhkan energi, dan karena itulah kita membutuhkan kalori. Jadi kalori itu seperti bensin untuk mobil.

Makanan dengan jumah kalori yang cukup memberikan nutrisi penting dan energi untuk tubuh, yang pada gilirannya digunakan tubuh untuk membangun tulang yang kuat dan otot yang sehat.

Jadi makanan berlemak pun punya arti bagi tubuh manusia.

Lebih jauh lagi, kalori ada di dalam setiap jenis makanan yang kita konsumsi, dan minuman yang kita minum setiap hari. Walaupun tidak semuanya sehat.

Kalori di minuman bersoda, misalnya, fungsinya tidak penting sama sekali. Sebab kalori di dalam soda tidak punya nilai nutrisi.

Hubungan Kalori dan Lemak

Kalori dan diet

Tubuh manusia unik karena hubungan antara kalori dan lemak yang boleh dibilang cukup aneh. Sederhananya, lemak di dalam tubuh baru dibakar bila persediaan kalori yang bersumber dari makanan berkarbohidrat sudah habis.

Baca Juga:  Yang mungkin Berubah dari Gaya Hidup Setelah Menikah

Gimana ceritanya kalori bisa habis?

Ya bisa. Sebab mekanisme tubuh pun ikut membakar kalori. Saat dalam kondisi diam, seluruh organ di dalam tubuh manusia membakar kalori.

Ketika saluran pencernaan mengolah makanan, proses ini pun ikut membakar kalori. Dan ketika seorang manusia bergerak, gerakannya itu pun membakar kalori.

Baca Juga: Manfaat Air Putih dan Rekomendasi Waktu yang Tepat untuk Meminumnya

Nah, ketika tidak semua kalori ikut terbakar di dalam tubuh, sisanya disimpan dalam bentuk lemak. Kebayang kan betapa rumitnya hubungan lemak dan kalori? Sebab sebelum membakar habis lemak, kita mesti membakar kalori dalam jumlah yang wajar.

Jenis Lemak yang Baik Dikonsumsi

Bersikap selektif terhadap jenis lemak yang masuk ke dalam tubuh merupakan sikap yang baik. Artinya kita harus tahu jenis lemak macam apa yang aman dikonsumsi.

  • Lemak Monosaturated

Alpukat dan minyak zaitun merupakan dua jenis bahan makanan yang baik bagi tubuh karena mengandung lemak monosaturated.

  • Lemak polyunsaturated

Biji chia, walnuts, salmon, sarden, dan tuna merupakan jenis-jenis makanan berlemak yang aman dikonsumsi dan baik untuk menyertai proses diet.

Jenis lemak yang harus dihindari

Semua jenis lemak dengan embel-embel ‘saturated’ dan ‘trans’ biasanya jelek bagi tubuh. Karena itu sebaiknya kamu menghindari mentega dan lemak sapi.

Lalu cek juga komposisi pada label makanan, dan hindari makanan yang dibuat dengan bahan ‘hydrogenated’ atau ‘partially-hydrogenated’. Karena sudah dipastikan mengandung lemak ‘trans’.

Lemak ‘trans’ dianggap buruk sebab dianggap sebagai biang keladi kemunculan penyakit fatal seperti stroke, jantung koroner, dan diabetes tipe 2.

Nah, jenis lainnya seperti lemak ‘saturated’ masih aman dikonsumsi, meski jumlahnya mesti dibatasi. Katakanlah kamu memakan 2,500 kalori dalam sehari, maka lemak ‘saturated’ masih boleh dikonsumsi kurang dari 7% dari keseluruhan jumlah kalori harian.

Cara Menghitung Jumlah Kalori

Kurangi kalori yang masuk ke tubuh.

Rumus menghitung kalori sebetulnya rumit, karena tergantung pada jenis aktivitas harian, berat badan, jenis kelaim, dan umur.

  • Untuk pria. Hitung dengan rumus 66,5 + 13,8 x (berat badan kg) + 5  x (tinggi badan cm) : 4,7 x (usia.). 
  • Untuk pria. Hitung dengan rumus 655,1 + 9,6 x (berat badan kg) + 1,9 x (tinggi badan cm) : 4,7 x (usia.)

Kalau hasil penghitungan sudah keluar, hitung lagi menggunakan cara berikut ini:

  1. Bila Anda tidak melakukan apa-apa: (hasil hitungan) x 1,2
  2. Kalau hanya melakukan aktivitas ringan: (hasil hitungan) x 1,375
  3. Hanya melakukan aktivitas sedang: (hasil hitungan) x 1,55
  4. Melakukan aktivitas berat: (hasil hitungan) x 1,725
  5. Melakukan aktivitas sangat berat: (hasil hitungan) x 1,9
Baca Juga:  Berapa Gelas Kopi yang Wajar Dikonsumsi dalam Sehari?

Demikianlah cara menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan selama diet. Kalau kamu merasa tidak yakin dengan hasil hitungan sendiri, berkonsultasi dengan ahli gizi jadi jalan keluar terbaik yang bisa dilakukan.

Tetap sehat dan bahagia ya!

Temukan artikel menarik lainnya di topik: panduan hidup sehat, tips sehat

Atau baca artikel lain yang ditulis: Kaisar

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru