Cara Diet yang Benar dan Sehat Berdasarkan Usia dan Jenis Makanan

Diet yang benar dan sehat selalu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.


Ilustrasi diet yang benar dan sehat

Oleh: tmtimes news

Diterbitkan:

the Monkey Times – Selalu ada seseorang yang mendambakan tubuh proporsional, dalam arti berat badan seimbang dan kelihatan ideal dari luar. Untuk keperluan itu, biasanya orang akan melakukan diet yang benar dan sehat.

Akan tetapi wajar bila ada pertanyaan: memangnya diet yang sehat itu kayak apa sih?

Sedikit bocoran resmi. Badan Kesehatan Dunia, alias WHO, jelas-jelas mengatakan bahwa diet sehat merupakan metode untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit fatal seperti diabetes, kanker, dan jantung.

Walau sudah ada definisi yang jelas, sebagian besar orang melakukan diet karena ingin menurunkan berat badan. Kadang ada saja orang yang menginginkan hasil singkat: jadi kurus dalam waktu sebulan.

Padahal bisa jadi keinginan tersebut berlebihan.

Rumus utama diet yang benar dan sehat

Sedikit berbeda dengan anggapan umum, diet bisa dilakukan baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Artinya Anda tetap bisa memberikan asupan gizi seimbang kepada anak-anak, dan hal itu sudah bisa dikategorikan sebagai diet.

Diet untuk orang dewasa

Infografis diet yang benar dan sehat menurut WHO

Rumus diet sehat untuk orang dewasa terbilang sederhana. Berikut rumusannya, seperti yang dianjurkan WHO:

  • Makan kacang-kacangan, sayuran, buah, dan biji-bijian. Dari golongan biji-bijian, Anda bisa memilih beras merah, gandum, millet dan jagung yang belum diproses.
  • Habiskan setidaknya lima porsi (400 gram) sayuran dan buah-buahan setiap hari.
  • Mengkonsumsi gula kurang dari 5-10% dari total asupan energi harian. Dengan kata lain, orang dengan berat badan seimbang yang mengkonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari sudah cukup dengan konsumsi gula sebanyak 12 sendok teh per hari.
  • Mengkonsumsi lemak kurang dari 30% dari total asupan energi harian. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi lemak dari minyak kanola, zaitun, kedelai, biji bunga matahari, kacang-kacangan, alpukat dan ikan.
  • Konsumsi garam kurang dari 5 gram sehari, atau sekitar satu sendok teh.

Menurut WHO, diet sehat dengan mengurangi asupan lemak berarti berusaha menghindari konsumsi makanan yag mengantuk lemak jenuh.

Lemak jenuh biasanya ditemukan di daging berlemak, ghee, keju, krim, kelapa, minyak kelapa, dan mentega.

Lalu kalau Anda demen memakan gorengan atau jenis makanan yang dipanggang, termasuk makanan dalam kemasan, itu semua tergolong ke dalam lemak jenuh. Sebisa mungkin hindari makan makanan seperti itu.

Jenis lemak lain yang terkandung dalam daging unta, kambing, domba dan sapi juga sebainya dikurangi konsumsinya. Lemak jenis ini biasa desebut lemak trans.

Baca Juga:  Hi, Pria Bermasalah! Ini Dia Ciri-Ciri Sperma yang Baik dan Sehat

Namun bila masih dikonsumsi, Anda boleh memakan makanan dengan lemak jenuh kurang dari 10% dari total asupan energi harian; dan lemak trans sebanyak 1%.

Diet untuk anak-anak dan balita

Infografis diet sehat untuk anak dan balita

Dalam dua tahun usia balita, orang tua mesti memberikan nutrisi optimal, supaya anak bisa tumbuh maksimal. Dan yang lebih penting lagi, supaya perkembangan kognitif anak bisa ditingkatkan.

WHO menyebutkan bahwa langkah tersebut bisa membantu mengurangi resiko anak mengalami obesitas di kemudian hari.

Berikut saran yang diberikan WHO terkait dengan diet sehat untuk anak dan balita:

  • Balita harus mendapat asupan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama setelah kelahiran.
  • Balita harus mendapat asupan ASI eksklusif sampai anak berusia 2 tahun.
  • Orang tua harus memberikan asupan makanan bergizi, aman, dan penuh nutrisi untuk bayi. Hindari penambahan gula dan garam ke dalam makanan pelengkap.

Jadi sebelum Anda melakukan kegiatan pelengkap diet seperti berolahraga, pastikan bahwa makanan yang masuk ke tubuh Anda benar-benar berkualitas, sehat, dan aman bagi tubuh.

Sumber:

  • who.int. Healthy Diet
  • who.int. 5 Keys to a Healthy Diet
Temukan artikel menarik lainnya di topik: tips gaya hidup, tips sehat

Atau baca artikel lain yang ditulis: tmtimes news

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru