Car Free Day yang Dimulai Lagi Mungkin akan Membawa Masalah

Car free day akan diberlakukan lagi hari Minggu (21/06), dengan pemotongan durasi. Yakin sudah aman dan bisa menjaga diri?


Ilustrasi car free day Jakarta

Ilustrasi pesepeda di car free day.

Diterbitkan:

tmtimes.id – Saya tidak tahu kapan pastinya orang-orang Jakarta mulai menggilai kegiatan olahraga outdoor, tapi beberapa hari belakangan saya melihat rombongan pesepeda di beberapa ruas jalanan ibukota.

Setelah beberapa bulan mengurung diri di rumah, mungkin para pesepeda beranggapan bahwa berolahraga jadi cara paling pas untuk menghindari kesumpekan pikiran – selain untuk tujuan menjaga kebugaran.

Jumat malam (19/6), misalnya, saya menyaksikan kerumunan pesepeda di sepanjang rute Blok M sampai Sudirman-Thamrin. Di hari biasa sebelum wabah COVID-19, area yang disebut terakhir itu merupakan lokasi car free day yang diadakan setiap hari Minggu.

Di tengah keputusan sebagian warga yang mulai kembali kepada sepeda, Pemprov DKI memutuskan membuka kembali car free day mulai Minggu besok (21/06). Cuma tidak seperti biasanya, kali ini sesi hari bebas kendaraan bermotor di sepanjang Sudirman – Thamrin dibatasi mulai dari pukul 06:00 – 10:00 saja.

“Saat ini kita masih dalam pelaksanaan PSBB transisi, untuk itu tahap awal pelaksanaan HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor – red) waktunya hanya sampai jam 10. Selanjutnya akan kami evaluasi,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo seperti dikutip Wartakota-Tribunnews.

Baca Juga: Kelaziman Baru di Tengah Wacana Ketakutan akan Virus

Selama hari bebas kendaraan bermotor, pedagang kakilima tidak boleh berdagang di sepanjang Sudirman-Thamrin. Selain itu setiap warga yang berkegiatan di sana harus memakai masker dan menjaga jarak.

Kabarnya Pemprov DKI juga akan mengerahkan Satpol PP, TNI dan Polisi. Tujuannya untuk mengawasi kegiatan warga dan menertibkan warga yang tidak menjaga jarak selama car free day berlangsung.

Lalu kabar selanjutnya bakal terdengar membahagiakan bagi para pesepeda. Dilansir dari Tempo.co, ada dua lajur yang disediakan untuk pesepeda dan pejalan kaki. Sebalah kanan untuk pesepeda, sebelah kiri untuk pejalan kaki.

Masalahnya sekarang, sudah tepatkah keputusan Pemprov DKI Jakarta itu? Di tengah kurva positif pandemi yang selalu melampaui angka 1,000 selama lima hari berturut-turut, kita sepatutnya mempertanyakannya.

Baca Juga: Indonesia Mengerahkan Aparat untuk Menyambut New Normal

Selama Maret – Juni, kita sudah terlampau sering mendapat informasi kasus COVID-19 yang muncul karena dipicu oleh klaster baru. Kita tentu nggak asing dengan klaster Gowa yang dipicu oleh kegiatan jamaah ijtima tabligh akbar di Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  KH Miftachul Akhyar ditunjuk Sebagai Ketua MUI 2020-2025

Kita pernah pula mendengar klaster lain, mulai klaster Jakarta, klaster Indrogrosir di Yogyakarta, sampai klaster Karombasan di Sulawesi Utara. Pendek kata, semua jenis kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah banyak saat ini patut diwaspadai sebagai pemicu kenaikan pasien positif corona.

Dengan dihadirkannya momen car free day kembali setelah sekian lama “diliburkan”, saya justru bertanya-tanya. Lebih tepatnya khawatir terhadap kemungkinan munculnya klaster baru.

Bisakah kita menjaga diri kita dengan cara menjaga jarak dari orang lain, apalagi selama car free day yang pastinya bakal diramaikan suasana dimana kita akan bertemu banyak orang dalam satu kerumunan?

Saya harus mengakui itu sulit dilakukan. Saya tentu tak bisa menyuruh para pejalan kaki dan pelari di car free day untuk menjauh dari saya. Paling banter yang bisa saya lakukan adalah menjaga diri, misalnya dengan mencari area car free day yang tidak terlalu ramai.

Baca Juga: Pakai Mobil Pribadi, Tinggalkan Transportasi Massal

Lagipula, rasanya aparat pemerintah akan kerepotan mengatur, misalnya, jarak antara satu pelari di area car free day, dengan pelari lainnya di area yang sama. Jalanan bukan ruangan kantor dimana sekumpulan orang bisa diatur jarak antar tempat duduknya dengan mudah!

Liputo memang mengatakan petugas akan menegur warga di car free day yang tidak mematuhi aturan menjaga jarak dan memakai masker. Tetapi sekali lagi. Tentu saja itu bukan perkara yang mudah.

La wong selama seminggu belakangan saya juga masih sering melihat orang-orang bebas berkerumun di tempat-tempat tertentu kok. Tak ada petugas yang menegur.

Padahal kita tahu sendiri: kerumunan orang banyak mengundang resiko bahaya yang besar di tengah pandemi.

Penulis: Pemburu Berita

Sumber:

  • wartakota.tribunnews.com. DKI Jakarta Pangkas Satu Jam Car Free Day, Hanya Sampai Jam 10.00 WIB mulai Minggu Juni 2020
  • metro.tempo.co. Car Free Day di Jakarta Buka Lagi, Pesepeda Punya Jalur Sendiri


KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru