Penulis: Dandun Kusuma

Kembalinya Philippe Coutinho eks Bintang Liverpool dan Debut Magical di EPL bersama Aston Villa

Sudah hampir 4 tahun ia meninggalkan liga Premier Inggris liga yang paling bergengsi di jajaran Eropa dan kembali meramaikan kancah persepakbolaan di Inggris. 

the Monkey Times – Little Magician julukan Philippe Coutinho yang di elu elukan para fans nya semenjak dia mendarat di English Premier League tahun 2013 – 2018 ketika ia berseragam jersey Liver Bird dengan klub dengan historis panjang dan memiliki anthems “Youll Never Walk Alone”. 

Sudah hampir 4 tahun ia meninggalkan liga Premier Inggris liga yang paling bergengsi di jajaran Eropa dan kembali meramaikan kancah persepakbolaan di Inggris. 

Coutinho menyepakati perpindahan ke Aston Villa di bawah kepemimpinan Manajer baru di Aston Villa Steven Gerrard setelah ia dimasukkan ke bursa transfer musim dingin Januari kemarin sebagai pemain pinjaman dari klub Barcelona.

Steven Gerrard bukanlah orang asing bagi Coutinho, di tahun 2014 Steven Gerrard masih bermain bersama Philippe Coutinho di Liverpool FC dan mereka sekarang bekerja sama  di klub Aston Villa namun kali ini kerjasama mereka berbeda.

Mereka berdua tidak bekerja sama di atas rumput melainkan antara sebagai pemain dan seorang Manajer tim dan Pelatih.

Aston Villa Versus Manchester United

Hari minggu dini hari tanggal 16 Januari 2022 dalam laga lanjutan pekan ke 22 liga Premier Inggris, ia melakukan debut pertama kalinya di Aston Villa sejak dalam waktu seminggu setelah peminjaman pemain yang masih berstatus pemain pinjaman dari Barcelona. 

Dalam wawancara sebelum pertandingan melawan Manchester United, Steven Gerrard mengatakan bahwa ia Coutinho akan di masukkan di waktu yang tepat. 

Pertandingan berlangsung sangat seru, masing – masing saling jual beli serangan dan saling mencetak kesempatan yang cukup mendebarkan. 

Bahkan Bruno Fernandes mencetak gol pada menit ke 6, dan ketika peluit panjang babak pertama ditiupkan Manchester United masih unggul terlebih dahulu 0 – 1 dimenangkan oleh tim tamu. 

Di babak kedua intensitas permainan dari tim kandang mulai meningkat, possesion ball juga dimenangkan oleh Aston Villa namun sering sekali tumpul dalam mencetak gol. Menit 67, Bruno Fernandes mencetak gol keduanya lewat serangan balik yang cepat dari para pemain Manchester United. 

Hal ini sempat membuat frustasi dan mental pemain dari Aston Villa turun, terbukti banyak passing bolanya banyak yang salah dilakukan oleh para pemain Villa.

Philippe Coutinho kemudian diturunkan oleh Steven Gerrard pada menit ke 68 persis setelah Bruno mencetak gol yang kedua kalinya ke gawang Martinez kiper Aston Villa.

Coutinho menggantikan Morgan Sanson, keputusan sang pelatih Villa, Steven Gerrard terbukti sangat tepat. 

Ia memandu teman – temannya di lini tengah dan memamerkan kualitasnya sehingga membuat kocar kacir pemain Manchester United dan dengan lebih dahulu mempunyai andil dalam gol pertama Villa, Jacob Ramsey di menit 77 sebagai pemberi assist. 

Hal tersebut secara langsung menaikkan semangat dan mental para pemain Villa. Penyerangan demi penyerangan dari Villa pun terjadi, sampai menit ke 82 Coutinho akhirnya mencetak gol yang membuat imbang perolehan hasil antara Aston Villa dengan Manchester United 2 – 2. 

Gol dari Coutinho yang berawal dari umpan datar Jacob Ramsey yang kemudian disambar dan disepak oleh Coutinho kemudian disambut meriah dan hangat dari pendukung dan rekan tim Aston Villa karena laga lanjutan ke 22 Premier League ini merupakan debut pertama kalinya bagi dirinya. 

Selepas laga tersebut mantan pemain Liverpool itu menyatakan bahwa dirinya bahagia bisa merasakan atmosfer Liga Inggris. Coutinho juga menyinggung soal karirnya yang naik turun di Barcelona. 

Seperti dilansir dari SkySport : “Ya, saya merindukan pertandingan – pertandingan ini, saya sangat senang berada di sini, mengenal rekan tim baru saya.” Itu adalah awal yang baik, kami memiliki permainan bagus dan kami terus percaya sampai akhir. Kami tidak kalah dan kami terus maju. 

Saya mengalami karir yang pasang surut, tapi itu masa lalu. Saya disini akan fokus pada tujuan klub dan pelatih, saya ingin melakukan pekerjaan dengan baik untuk ikut membantu rekan tim saya dan klub,” tutur eks pemain Liverpool tersebut melanjutkan.

Ralf Rangnick pelatih Manchester United asal Jerman ini mengaku kecewa dengan hasil imbang yang terjadi. “Ia, menyebut hal ini seperti kekalahan.” Sangat kecewa sangat sulit untuk menemukan hal positif setelah 95 menit. Dilansir dari Sportskeeda.

Rangnick menambahkan “kami memiliki periode dimana itu permainan terbaik yang kami miliki sejak saya datang. 

Rencananya adalah menekan mereka dari zona tengah. Kami melakukan dengan sangat baik di paruh babak pertama 30 menit awal. Akan tetapi menjadi sulit untuk bertahan melawan mereka di sepanjang waktu. 

Kami memberikan terlalu banyak bola. Dalam 15 menit terakhir kami tidak kompak seperti sebelumnya. Jujur saja rasanya seperti kekalahan.” Tutur Rangnick. 

Photo of author
Hanebu sauyun, digelar digulung. Penulis konten asal Jogja. Menyukai hal-hal berbau budaya dan sejarah.

Berita Terkini:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen

Artikel Terkait:

Philippe Coutinho
Kembalinya Philippe Coutinho eks Bintang Liverpool dan Debut Magical di EPL bersama Aston Villa
top-skorer-eropa
Top Skorer Eropa 2020/2021: Siapa mencetak Gol Paling Banyak?
paolo rossi
Paolo Rossi dan Cercaan untuk Italia di Piala Dunia 1982

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini