Penulis: Dandun Kusuma

Profil Zinedine Zidane: Legenda Pesepakbola Kelas Wahid

Zizou membuat debut pengalamannya berkarir di sepakbola untuk Cannes pada umur 17 tahun, di dalam debutnya itu ia mencetak gol.

the Monkey Times – Zizou, sebuah sapaan dari pemain sepakbola kelas wahid di Dunia Sepakbola yaitu Zinedine Zidane. Mantan pesepakbola yang lahir pada tanggal 23 Juni 1972 di Marseille, Prancis. Salah satu pesepakbola besar yang memimpin Prancis juara Piala Dunia tahun 1998. 

Siapakah Zinedine Zidane ?

Zinedine Yazid Zidane adalah seorang anak imigran Aljazair, kedua orang tuanya merupakan keturunan dari Aljazair, mereka pergi dari kampung halamannya kemudian masuk Perancis di kawasan La Castellane dikarenakan terjadinya perang di Aljazair waktu itu. 

Sewaktu kecil dia tumbuh belajar sepakbola di sebuah jalanan yang keras dan gang – gang yang sempit di La Castellane, Marseille.

Setelah tumbuh berkembang di klub pemuda lokal, Zinedine yang berusia 14 tahun ditemukan di kamp pelatihan oleh tim pencari bakat federasi sepakbola Prancis oleh Jean Varraud perekrut asal As Cannes dan memberikan kesempatan untuk Zinedine Zidane mengasah keterampilannya di divisi pemuda Cannes selama tiga tahun.

Debut Karir Profesional

Zizou membuat debut pengalamannya berkarir di sepakbola untuk Cannes pada umur 17 tahun, di dalam debutnya itu ia mencetak gol. Selama kurang lebih 3 tahun menjalani karir profesionalnya di Cannes kemudian di tahun 1992 di usianya 20 tahun dia pindah menjajaki klub Bordeaux kota pelabuhan di Perancis bagian barat daya.

Gelandang serang ini semakin terkenal semasa di Bordeaux karena kepiawaiannya dalam teknik sepakbola, passing, kontrol bola nya, tembakan, serta kecerdasan dalam mengatur ritme permainan saat bertanding dan pokoknya adalah pemain yang serba bisa.

Sangat rentan terhadap ledakan kemarahan apabila dipicu oleh lawan tandingnya. Tahun 1996 klub besar di Italia yaitu Juventus melirik Zidane dan tidak selang lama akhirnya Zidane pindah ke Juventus.

Langkah ini membuat peningkatan dalam ekspektasi tim serta pemilik tim dan tentunya para pendukung La Vecchia Signora (Si Nyonya Tua). Namun Zinedine Zidane mampu membuktikan asa ekspektasi dari semua elemen di Kota Si Nyonya Tua Juventus.

Dia akhirnya mampu menghadapi tantangan dengan membawa Juventus meraih Piala Super Italia, Piala Super UEFA, Piala Interkontinental, serta sepasang gelar seri A selama dua musim berikutnya.

Pada puncaknya ketika Prancis menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1998 Zidane mempelopori perjalanan Les Bleus dalam turnamen melalui passing – passing yang akurat dan tajam, serta kepiawaiannya dalam dribbling bola sehingga sering mengecoh lawannya.

Hal ini membuatnya mampu mencetak dua gol saat Prancis menghadapi Brasil di Final dan menang 3-0. Dengan hasil tersebut Zidane bak Pahlawan Nasional di Prancis mayoritas warga negara Prancis mengelu-elukan nama Zizou.

Selang dua tahun kemudian, Zidane kembali menjadi andalan tim Prancis menuju kejayaan Internasional kembali, dengan kemenangan 2-1 atas Italia untuk kejuaraan Piala Eropa. 

Setelah membawa Piala Dunia dan Piala Eropa tahun 1998 dan 2000. Zidane menandatangani kontrak dengan klub raksasa Spanyol terkenal dengan pemain bintangnya Real Madrid dengan biaya transfer yang masuk rekor dunia saat itu lebih dari 66$ juta dollar.

Investasi yang besar itu pun juga menuaikan hasil. Zidane  mampu membantu tim bertabur bintang tersebut memenangkan gelar Liga Champions yang didambakan di tahun pertamanya ia debut di Real Madrid dan La Liga di musim berikutnya.

Piala Dunia tahun 2006 di Jerman mengindikasikan bahwa Zidane akan pensiun di karir sepakbolanya.Tampaknya karirnya menuju kemerosotan dan menutup buku cerita ketika Prancis maju ke Final melawan Italia.

Tidak disangka perbuatan Zidane kepada Marco Materazzi mengejutkan ratusan juta mata penduduk Dunia yang melihat laga Final Piala Dunia tersebut.

Zidane dengan tiba – tiba meninju dada dari Marco Materazzi dengan kepalanya  atas kemarahannya saat Marco Materazzi melakukan provokasi yang membuat Zidane tersulut marah di sela – sela perpanjangan waktu.

Dengan kelakuan yang tidak sportif tersebut Zidane dikenai hukuman kartu merah dan akibatnya dikeluarkan dari permainan. Dan Prancis kalah dalam adu Pinalti dengan Italia.

Memulai Karir Sebagai Pelatih 

Zidane merintis karir pelatihnya dimulai dari sewaktu bergabung dengan Real Madrid di front office sebagai penasehat dan diangkat sebagai direktur olahraga klub pada tahun 2011.

Selang satu tahun diumumkan bahwa legenda pesepakbola dari Prancis akan mulai melatih di akademi muda Real Madrid dan pada tahun 2014 diangkatlah Zidane memimpin sebagai pelatih di Klub B Real Madrid.

Selanjutnya Zidane mengambil alih sebagai manajer utama tim Real Madrid. Banyak yang meragukan keahlian Zidane sebagai manajer di hadapan pemilik dan basis penggemar Real Madrid yang menuntut ekspektasi tinggi terhadap ikon legenda sepakbola tersebut.

Dengan langkah sigapnya si Ikon legenda sepakbola tersebut dapat membungkam kritik dengan sederet kesuksesannya yang bisa dibilang diluar batas ekspektasi.

Dia memenangkan tiga gelar Liga Champions berturut – turut, selain itu juga membawa Piala Super UEFA, dua Piala Dunia antarklub FIFA,, satu gelar La Liga dan satu gelar piala Super Spanyol sebelum Zinedine Zidane mengumumkan untuk mengundurkan diri dari Real Madrid pada bulan Mei 2018.

Namun, selama kurang dari satu tahun Zidane kembali melatih Real Madrid pada bulan Maret 2019.

Sederet Peninggalan Penghargaan

Tahun 2004, Zidane telah dinobatkan sebagai pemain sepak bola Eropa terbaik dalam 50 tahun terakhir oleh UEFA Golden Jubilee Poll dan dimasukkan dalam FIFA 100, daftar di Pele dari 125 pemain besar Dunia sepanjang masa yang masih hidup.

Zidane tetap menjadi salah satu pemain hebat yang memenangkan penghargaan pemain terbaik Dunia FIFA Ballon d’Or sebanyak tiga kali.

Menerima penghargaan Golden Ball pada Piala Dunia 2006 sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut mengungguli fabio seorang bek dari Italia dalam perolehan suara meskipun kalah dengan Italia.

Namun di Piala Dunia tahun 1998 Zinedine Zidane yang membawa Prancis juara tidak mendapatkan Golden Ball yang saat itu didapatkan oleh Ronaldo dari Brasil negara yang menjadi Runner Up yang mengambil hadiah penghargaan tersebut. 

Keluarga Zinedine Zidane

Orang tua Zinedine Zidane yang bernama Smile Zidane (Ayah) dan Malika Zidane (Ibu) memutuskan pindah ke Prancis dari Aljazair karena wilayah kampung halaman tersebut sebelum bergejolak perang pada tahun 1953.

Para imigran Aljazair ini awal mula di Distrik utara Barbes dan Saint Denis pada pertengahan tahun 1960 pindah ditampung di daerah LA Castellane, Marseille Prancis. Ayahnya bekerja sebagai penjaga gudang dan penjaga malam di sebuah Emporium, sementara ibunya adalah seorang Ibu rumah tangga.

Keluarga itu menjalani kehidupan yang cukup nyaman dengan standar lingkungan yang terkenal buruk di lingkungan Marseille karena tingkat kejahatan dan penganggurannya yang tinggi.

Zidane memuji pendidikannya yang ketat dari Ayahnya karena cahaya penuntun dalam karirnya.

Istri dari Zinedine Zidane bernama Veronique Fernandez dari Aveyron of Spanish yang dengannya dikaruniai empat anak  yaitu Enzo Zidane Fernandez lahir 24 Maret 1995, Luca Zidane Fernandez lahir 13 Mei 1998, Theo Zidane Fernandez lahir 18 Mei 2002 dan Elyaz Zidane Fernandez lahir 26 Desember 2005.

Cukup menarik mengulas profil Zinedine Zidane sang bintang lapangan hijau dengan segala lika-liku karinya.

Photo of author
Hanebu sauyun, digelar digulung. Penulis konten asal Jogja. Menyukai hal-hal berbau budaya dan sejarah.

Berita Terkini:

Kenapa mobil butuh asuransi
Kenapa Mobil Butuh Asuransi?
teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton

Artikel Terkait:

Profil Zinedine Zidane
Profil Zinedine Zidane: Legenda Pesepakbola Kelas Wahid

Logo the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini