Bogor Depok Bekasi Perpanjang PSBB Sampai 1 Agustus

Bodebek memutuskan untuk perpanjang masa PSBB dengan tujuan mencegah rantai penularan COVID-19.


ilustrasi perpanjang PSBB Bodebek

Ilustrasi: tmtimes.id

Diterbitkan:

tmtimes.id – Wilayah Bodebek yang mencakup Bogor, Depok dan Bekasi memutuskan untuk memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai 1 Agustus 2020.

Keputusan tersebut didasari dengan landasan hukum dalam bentuk Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat (Jabar) Nomor:443/Kep.398-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan PSBB secara Proporsional di Wilayah Bodebek.

Keputusan Gubernur itu ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dalam PSBB proporsional, diberlakukan istilah kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan. Wujudnya diterapkan lewat Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

Pemberlakukan PSBB Proporsional didasarkan pada kajian epidemologi yang menghasilkan kesimpulan rata-rata angka reproduksi kasus Corora yang mencapai 1,73 selama 29 Juni – 11 Juli.

Dengan diperpanjangnya PSBB Proporsional, warga Bogor, Depok dan Bekasi diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Penerapan PHBS termasuk menerapkan berbagai macam protokol kesehatan, mulai dari memakai masker dan menjaga jarak.

Keputusan Bodebek memperpanjang PSBB selaras dengan keputusan Pemerintah Daerah Ibukota Jakarta yang juga memperpanjang PSBB transisi sampai 14 hari ke depan.

Dikutip dari Detik.com, Gubernur DKI Jakarta mengatakan positivity rate di Jakarta naik menjadi 5,9% dalam satu minggu terakhir.

Depok
Kota Depok. Foto: Wikimedia

Sementara itu berdasarkan statistik hingga 18 Juli 2020, jumlah penderita corona di Jawa Barat mencapai 5.461 orang.

Rinciannya 2.174 orang sembuh dan 190 orang meninggal dunia.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap berdisiplin serta mematuhi segala bentuk peraturan pencegahan penyebaran COVID-19.

“Dengan begitu, mata rantai penularan COVID-19 bisa diputus,” ujar Daud seperti dikutip Antara News.

Baca Juga:  Situasi COVID-19 Hari ini: 2,897 kasus Harian baru
Temukan artikel menarik lainnya di topik: covid-19

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru