Biografi Pablo Picasso, Sang Pelukis Revolusioner Abad ke-20

Picasso merupakan tokoh yang membuat langkah awal lahirnya seni modern melalui lukisan-lukisan gaya kubisme.


Pablo Picasso sang pelukis hebat

Potret Picasso dari dekat sekali. (Foto: Twitter)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Jika membicarakan salah satu pelukis yang jadi ikonik di abad 20-an, nama Pablo Picasso tak mungkin tidak disebut.

Iklan. Konten berlanjut di bawah.

Ialah Pablo Ruiz Picasso, sang jenius berbakat yang membuat dunia terkagum-kagum dengan karyanya.

Saat masih kecil, bukannya bermain dan belajar hafalan seperti anak-anak seumurannya, ia malah mendedikasikan waktunya untuk menggambar.

Iklan. Konten berlanjut di bawah.

Picasso merupakan tokoh yang membuat langkah awal lahirnya seni modern melalui lukisan-lukisan gaya kubisme.

Bakat Pablo Picasso muncul dalam usia muda sekali dan dia sudah jadi pelukis jempolan pada umur belasan tahun.

Iklan. Konten berlanjut di bawah.

Dunia pun mengenal sosok ini sebagai sang pelukis revolusioner yang sangat dikagumi.

Kehidupan Pablo Picasso

Pelukis Pablo Ruiz Picasso lahir pada tanggal 25 Oktober 1881 di Malaga, Spanyol dan wafat pada tanggal 8 April 1973.

Ia merupakan seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme, dan berasal dari keluarga yang hidupnya penuh dengan kreativitas.

Ayahnya bernama Josse Ruiz Blasco, seorang profesor seni dan ibunya bernama Maria Picasso Lopez.

Bisa dibilang bahwa bakat sang pelukis revolusioner ini diturunkan dari sang ayah.

Pelukis ini punya nama lengkap yang sangat panjang, Pablo (atau El Pablito) Diego Jose Santiago Francisco de paula Juan Nepomuceno Crispin Crispy Niao de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso Lopez.

Picasso memang anak yang produktif daripada anak-anak seumurannya yang hanya sibuk bermain.

Sepasang bola matanya yang tajam menunjukkan bahwa di masa depan ia akan menjadi seseorang yang namanya dikenal oleh seluruh dunia.

Picasso pernah bercerita bahwa saat ia masih kecil, ibunya yaitu Marie Picasso Lopez memberikan gambaran mengenai masa depan seseorang.

Kata Ibunya, jika dia memilih menjadi seorang prajurit, maka ia akan berakhir sebagai seorang jenderal.

Kalau ia memilih menjadi biarawan, maka ia akan berakhir sebagai seorang paus. Namun ia juga bisa memilih berakhir sebagai seorang Picasso dengan menjadi pelukis.

Picasso selalu mengenang petuah dari ibunya, dan menjadikan hal tersebut sebagai pegangan hidup.

Selama hidupnya, Picasso menjalin hubungan asmara dengan banyak wanita. Namun, dia hanya menikah dua kali. Pertama dengan Olga Khokhlova dan kedua besama dengan Marie Therese Walter.

Latar Belakang Pendidikan

Meski bukan siswa cerdas di sekolah, Picasso menunjukkan bakat luar biasa dalam menggambar.

Saat menjadi murid ayahnya, ia selalu melakukan eksperimen untuk mengerahkan semua hal yang dipelajari dan bisa dikembangkan.

Sang ayah, Jose Ruiz Blasco terus mendukung bakat sang anak sampai menggelar pameran seni lukis pertama Picasso yang kala itu baru berusia 13 tahun.  

Picasso selalu punya keinginan untuk belajar. Baginya, perbedaan kota ataupun negara itu bukan masalah yang menjadi penghalang untuk mendapatkan banyak ilmu.

Ini dibuktikan dari keberhasilan Picasso yang lolos ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona pada usianya yang baru menginjak 14 tahun.

Nah, ada juga cerita menarik semasa ia sekolah, katanya Picasso lebih memilih bolos dan menjelajahi jalan Barcelona daripada mentaati peraturan sekolah. Saat berjalan-jalan, picasso selalu menggambar pemandangan kota yang ditemuinya.

Dua tahun setelahnya ketika ia berusia 16 tahun, Picasso memutuskan pindah ke Royal Academy of San Fernando yang ada di Madrid.

Namun ia tetap merasa jenuh dan frustasi dengan pelajaran klasik serta teknik yang diajarkan sekolah.

Menurut Picasso, sekolah terus mengajarkan hal yang sama dan berulang-ulang. Tidak ada suatu hal baru yang bisa ia pelajari selama di sekolah.

Akhirnya Picasso kembali melewatkan pelajaran untuk berjalan-jalan di kota sambil melukis apapun yang tampak menarik di matanya, seperti prostitusi, pengemis, dan orang-orang Gipsi.

Tak lama berselang, Picasso pun bergabung dengan Els Quatre dan membawanya kembali ke Barcelona.

Els Quatre sendiri merupakan tempat para artis, kritikus, dan penyair saling bertukar ide yang diperoleh dari luar Spanyol. 

Di usia 23 tahun, Picasso memutuskan untuk pindah ke kota pusat seni dunia pada masa itu, yakni Paris.

Karya Lukisan Pablo Picasso yang Mengubah Pandangan Seni

Picasso menghasilkan 20.000 karya dalam hidupnya, ia juga sering berganti gaya lukisan.

Seperti gaya lukisan biru dan merah jambu, hingga berubah drastis ke gaya kubisme. Perubahan gaya lukisan Picasso sedikit banyak dipengaruhi oleh temannya, Goerges Braque.

Pada 1907, Picasso muncul dengan karya luar biasa yang tidak pernah dilukis oleh siapa pun.

Ia menggunakan gaya kubisme yang mana mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni dalam lukisan berjudul Les Demoiselles d’Avignon.

Dalam lukisan ini, Picasso menampilkan lima pelacur telanjang yang teristorsn dengan warna abu-abu, hijau, serta warna biru yang mencolok di mata.

Ini bukan berarti ia asal-asalan membuat lukisan, ketidaksembarangan Picasso dibuktikan dengan beberapa ekperisemen terhadap perspektif dan distorsi suatu lukisan.

Gaya kubisme dari Picasso telah mengubah penilaian dunia terhadap seni lukisan yang tidak hanya mengutamakan keindahan, tapi juga eksperimen.

Beberapa karya Picasso yang terkenal di dunia diantaranya ada La Reve, Femme Assise Dans Un Fauteuil, The Weeping Woman, dan masih banyak lagi.

Pablo Picasso adalah seniman yang berkepribadian kuat, melankolis, serta punya jalan hidup bebas.

Hampir sebagian besar karyanya itu mencerminkan kepribadian sang pelukis ini, dan uniknya lagi sumber inspirasinya adalah wanita.  Tak heran jika Picasso sampai dijuluki Don Juan, alias cowok yang punya banyak gebetan. 

Artikel ini diperbarui pada:
Temukan artikel menarik lainnya di topik: biografi tokoh, Karya Pablo Picaso, narasi tokoh

Bagikan artikel ini