Beberapa Faktor yang Mungkin jadi Penyebab Maag

Jelas kondisi perut yang terasa perih akibat maag tidak boleh dianggap remeh. Namun pertama-tama Anda harus mengenali gejalanya dulu.


gejala-sakit-maag

Ilustrasi penderita maag. (Foto: Getty Images lewat Canva)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Sakit maag merupakan salah satu gangguan pencernaan yang bisa terjadi pada orang dewasa bahkan anak-anak sekalipun.

Nama lain penyakit yang mengacu pada proses pencernaan tubuh manusia ini dalam dunia kesehatan juga dikenal dengan sebutan dispepsia.

Tergantung dari penyebabnya, sakit maag bisa terjadi berkelanjutan atau sesekali pada setiap orang. 

Apabila aktivitas belajar anak terganggu dengan sering munculnya gejala sakit maag, segera mungkin lakukan diagnosa penyakit tersebut dan dapatkan perawatan medis sejak dini.

Dengan bantuan dokter, mudah bagi orang tua mengetahui faktor pemicu gangguan pencernaan pada anak berikut dengan solusi terbaik untuk mengobatinya.

Sehingga kekambuhan gejala bisa dihindari dan membuat anak tetap lancar dalam beraktivitas.

Beberapa Pemicu Sakit Maag pada AnakĀ 

Beberapa kondisi atau asupan makanan tertentu dapat menjadi penyebab utama munculnya gejala sakit maag pada anak.

Apabila tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab gangguan pencernaan ini, maka dalam dunia kesehatan dapat dikatakan sebagai dispepsia fungsional.

Berikut ini adalah beberapa faktor dan makanan yang apabila dikonsumsi anak dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan tersebut. 

  • Asap rokok.
  • Dispepsia yang disebabkan oleh induksi obat pada ibuprofen, aspirin, suplemen zat besi dan berbagai obat antibiotik lainnya. 
  • Tidur tidak nyenyak.
  • Cokelat.
  • Minuman berkarbonasi atau yang mengandung kafein.
  • Makan larut malam.
  • Makanan terlalu berminyak atau tinggi lemak.
  • Makanan terlalu banyak serat.
  • Makanan pedas.
  • Makan banyak atau secara berlebihan dalam satu waktu.
  • Kebiasaan makan buruk seperti terlalu cepat. 
  • Stres dan rasa cemas.

Untuk  pemberian suplemen atau obat antibiotik pada anak, silahkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk tahu mana yang bisa menjadi pemicu gangguan pencernaan.

Dengan demikian, Anda sebagai orang tua tau cara mengantisipasinya melalui obat lain atau alternatif yang diberikan dokter. 

Selain dari faktor dan makan di atas, penyebab gangguan pada anak bisa disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu yang cukup parah bila terjadi pada anak-anak, seperti:

  • Kanker perut, bisa menjadi penyebab terbesar dari sakit maag meskipun jarang terjadi pada anak-anak.
  • Obstruksi usus, gangguan pencernaan dapat disebabkan oleh kondisi penyakit obstruksi usus.
  • Penyakit celiac, dalam dunia kesehatan dikenal dengan celiac sprue atau gluten enteropathy. Sensitivitas gluten disebabkan oleh adanya kelainan pada kekebalan dan ini juga yang memicu gejala sakit maag. 
  • Gastroparesis, pergerakan lambung atau motilitas akan dipengaruhi oleh kondisi penyakit ini. Dimana gangguan pencernaan seringkali disebabkan oleh pergerakan makanan yang melambat karena lambung sedang mengalami gangguan motilitas. 
  • Infeksi, gangguan pencernaan yang penyebab utamanya datang dari infeksi bakteri Helicobacter pylori.
  • Ulkus peptikum, disebabkan oleh tukak atau luka di perut. 
  • Gastritis, masalah pencernaan karena luka dari peradangan perut.
  • Asam lambung atau gastroesophageal, kondisi dimana pencernaan mengalami gangguan seperti rasa mulas dan sebagainya. 
Baca Juga:  Bagaimana Menjaga kesehatan mental walau Segalanya tampak Serba Salah

Beberapa gejala sakit maag parah pada anak yang harus segera mendapat perawatan medis adalah:

  • Terdapat darah pada tinja, teksturnya lengket atau juga terlihat hitam.
  • Perut terasa tidak enak dan tidak kunjung sembuh sakitnya
  • berkeringat tanpa alasan
  • sesak napas
  • lebih dari sehari nafsu makan tak kunjung meningkat
  • mengalami penurunan berat badan
  • muntah darah

Tindakan Pencegahan Sakit Maag pada Anak

  • Hindari stres
  • Jauhkan anak dari jangkauan asap rokok
  • Makan secara perlahan dan kunyah makanan hingga hancur
  • Jangan terlalu banyak memberikan coklat
  • Hindari makanan berminyak dan berlemak tinggi seperti burger dan kentang goreng misalnya.

Disclaimer: artikel ini dirilis sebatas untuk menyebarkan pengetahuan mendasar yang berisi informasi penting tentang sakit maag. Bila Anda merasakan gejala maag atau merasa punya sakit maag, segera berkonsultasi ke ahli kesehatan untuk mendapatkan penanganan maupun pengobatan yang tepat.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: Pengetahuan sehari-hari

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru