Penulis: tmtimes bola

Bayern vs PSG: Final dua tim Agresif dan Berbahaya

Baik Bayern maupun PSG menyimpan sejarahnya sendiri. Bayern tampak unggul di semua lini. Walau begitu, PSG punya keunggulan tersendiri.

tmtimes.id – Bentang periode Desember 2019 sampai Agustus 2020 relatif panjang, namun cukup untuk menunjukkan kualitas dua tim yang berlaga di final Liga Champions 2019/2020. Dan satu kesamaan antara PSG dan Bayern di periode tersebut: mereka berdua sama-sama hanya merasakan satu kekalahan.

Sebelum melawan Lyon di babak semifinal, Bayern terakhir merasakan kekalahan pada Desember 2019. Dan itu terjadi ketika mereka ditaklukkan Borussia Mönchengladbach 2-1 di pertandingan Bundesliga yang berlangsung pada 7/12/2019.

Lalu satu-satunya kekalahan PSG terjadi pada bulan Februari 2020, ketika mereka ditaklukkan Borussia Dortmund 2-1 di partai pertama babak 16 besar Liga Champions. Aha. Yang menaklukkan mereka adalah tim Jerman, meski toh akhirnya mereka membalasnya di partai kedua. Akhirnya skuad asuhan Rudi Garcia itu menang 2-0 dan lolos ke babak selanjutnya.

Sekilas fakta panjangnya rekor tidak terkalahkan kedua tim menghasilkan hipotesis sementara: baik Bayern maupun PSG sungguh agresif dan berbahaya. Karena sama-sama berbahaya, sulit bagi kita untuk meraba pemenang laga final keduanya yang menurut rencana bakal dilangsungkan pada Minggu 23 Agustus 2020 mendatang.

Dari pihak Paris, mereka punya kecepatan Kylian Mbappé, kreativitas Neymar dan kegigihan Ángel Di María. Tiga-tiganya sungguh patut diwaspadai pertahanan Bayern. Omong-omong soal produktivitas, Mbappé adalah pencetak gol terbanyak bagi skuad Paris musim ini di Liga Champions. Dia sudah mencetak 5 gol – rata-rata 0,56 gol per pertandingan di Liga Champions.

Sebaliknya dari pihak Jerman, tim bavaria itu tampaknya tidak punya sekelompok figur ekstra jenius yang benar-benar menjadi jangkar tunggal bagi tim. Memang ada Lewandowski, sang top skorer sementara Liga Champions dengan 15 gol. Tetapi keberadaannya tak begitu berarti tanpa pemain lain di sisinya. Sebut misalnya Gnabry yang begitu menakutkan di laga melawan Lyon. Atau pemain senior seperti Thomas Müller yang berpengalaman mengalahkan Dortmund di final Liga Champions 2013.

Bayern vs PSG: statistik musim ini di Liga Champions

kemenangan Bayern atas Chelsea 4-1
Foto: Instagram/fcbayern

Baiklah. Kita sudah tahu: kedua tim sama-sama agresif. Sama-sama punya pemain berbahaya. Sama-sama merasakan satu kekalahan selama 9 bulan terakhir.

Tapi kalau mengamati statistik Liga Champions, Bayern tampak lebih berbahaya ketimbang PSG. Mereka memenangi semua pertandingan, mulai dari fase grup sampai semifinal. Mencetak gol terbanyak (42 gol). Menghasilkan 6763 operan, dan melakukan percobaan gol sebanyak 230 kali.

Sekarang kita bandingkan dengan PSG. Tim asal Paris itu menang 8 kali, seri 1 kali dan kalah 1 kali mulai dari fase grup. Mencetak 25 gol. Menghasilkan 6133 operan, dan melakukan percobaan gol sebanyak 123 kali.

Artinya kalau tolak ukurnya adalah statistik per tim selama Liga Champions bergulir, Bayern jauh lebih agresif ketimbang PSG.

Sejarah pertemuan Bayern vs PSG

Gol Bernat ke gawang Leipzig
Laga PSG vs Leipzig.

Sejarah mencatat 8 kali pertemuan Bayern dan PSG, dan semuanya terjadi di fase grup Liga Champions. PSG menang sebanyak 5 kali, dan sisanya dimenangkan Bayern sebanyak 3 kali.

Pertemuan pertama kedua tim di ajang Liga Champions terjadi pada 1994. Ketika itu PSG mengalahkan Bayern dalam dua pertemuan, masing-masing dengan skor 2-0 (14/09/94) dan 1-0 (23/11/94).

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 2017 silam. Dan mereka berdua saling mengalahkan dalam dua kali laga fase grup. PSG menang 2-0 di Paris (27/09/17), yang kemudian dibalas Bayern 3-1 di Muenchen (05/12/17).

PSG lebih superior ketimbang Bayern dalam soal rekor pertemuan antara kedua tim. Tapi kita jangan lupa satu hal: Bayern lebih berpengalaman di Liga Champions.

Mereka masih punya Manuel Neuer, Thomas Müller, Jérôme Boateng dan David Alaba. Keempat pemain itu adalah orang-orang yang tersisa dari rezim lama Bayern ketika memenangkan Liga Champions 2013 silam.

PSG sendiri adalah tim debutan. Mereka belum pernah sekali pun mencicipi final sepanjang sejarah kompetisi Liga Champions. Satu-satunya prestasi terbaik mereka terjadi pada 1995 ketika berhasil mencapai semifinal.

Dari segi pengalaman, Bayern tentu lebih “dewasa” ketimbang PSG. Namun apakah ukuran kedewasaan itu menjamin kemenangan Bayern di laga final 23 Agustus 2020 nanti?

Kemungkinan formasi Bayern vs PSG

Paris: Rico; Kehrer, Thiago Silva, Kimpembe, Bernat; Paredes, Marquinhos, Herrera; Di María, Mbappé, Neymar
Diragukan tampil karena cedera: Gueye, Kurzawa, Navas, Verratti

Bayern: Neuer; Kimmich, Boateng, Alaba, Davies; Goretzka, Thiago; Perišić, Müller, Gnabry; Lewandowski

Artikel Terkait:

Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Ingatkan Pentingnya Transparansi Komoditas Guna Mencegah Korupsi Pangan

Jalur KA Sulawesi

Dua Jalur Kereta Sulawesi Dijadwalkan Beroperasi pada Oktober 2022

West Ham VS Totenham

West Ham vs Tottenham, Bisakah The Hammers Menang Di Kandang Sendiri?

ilustrasi Arsenal menang

Arsenal menang 3-1 atas Aston Villa, Hati Arteta Gembira

layanan BI-Fast

Layanan BI-FAST akan Menurunkan Biaya Transfer jadi Rp 2.500

hasil liga inggris tadi malam

Hasil Liga Inggris Tadi Malam: MU Keok, Liverpool Puas, Chelsea Lega