Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Tidur dengan Lampu Menyala, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Tanpa kita sadari, kebiasan-kebiasaan yang dianggap membuat nyaman dan tidur lelap justru dapat mempengaruhi kesehatan.


lampu menyala

Ilustrasi lampu kamar menyala saat tidur (Foto : Julio Ricco?Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Sebagian orang mungkin memilih tidur dengan lampu menyala. Sementara yang lain memilih tidur dalam keadaan gelap supaya lebih nyenyak.

Iklan

Namun tahukah kamu bahwa tidur dengan lampu yang menyala itu bisa berdampak pada kesehatan?

Tanpa kita sadari, kebiasan-kebiasaan yang dianggap membuat nyaman dan tidur lelap justru dapat mempengaruhi kesehatan.

Iklan

Dilansir dari Sleep Foundation, tidur dengan lampu menyala akan mempersulit kamu untuk tidur nyenyak.

Hal ini dikarenakan paparan cahaya akan merangsang jalur saraf dari mata ke otak yang mengontrol fungsi tubuh sehingga membuat kamu sulit mencapai tidur yang lebih dalam.

Iklan

Resiko tidur dengan lampu menyala

Selain mempengaruhi otak, ada beberapa bahaya tidur dengan lampu menyala. Melansir halodoc.com, cahaya lampu juga dapat menimbulkan beberapa macam efek yang kurang baik bagi kesehatan tubuh, misalnya:

  1. Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Sebuah riset dari Massachusetts Institute of Technology mengungkap bahwa cahaya dapat mempengaruhi jam tidur seseorang.

Sebab, cahaya diketahui bisa mengatur fungsi sel, serta fungsi tubuh lainnya dengan cara membuat tubuh mengenal waktu.

Dikutip dari salah satu artikel kesehatan Snutz, dalam tubuh manusia ada dua gen yang punya kemampuan menekan tumor dan bertugas mengenal waktu. Tetapi, potensi penekanan tumor bisa menipis dan memburuk apabila terdapat cahaya terang.

Hal ini patut diwaspadai, terutama kaum wanita karena sangat berisiko memicu kanker payudara.

Perlu diketahui bahwa untuk menekan sel kanker, tubuh kita membutuhkan hormon melatonin yang banyak diproduksi di malam hari.

Akan tetapi produksi hormon ini bisa berkurang saat mata mendeteksi cahaya. Tubuh kita tak bisa memerangi sel kanker apabila kekurangan melatonin.

  1. Depresi

Dalam Journal of Affective Disorders menunjukkan bahwa seseorang yang tidur lampu menyala dapat dikaitkan dengan gejala depresi.

Alasannya, cahaya biru dari perangkat elektrok dapat membuat suasana hati menjadi buruk.

Pada orang dewasa, gangguan tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kemurungan dan emosi yang tidak terkontrol. Sedangkan pada anak-anak, mereka akan lebih hiperaktif bila kurang tidur.

  1. Insomnia

Insomnia merupakan kondisi dimana tubuh sulit tidur meski hari sudah larut. Gangguan tidur ini dapat menyebabkan kondisi fisik pengidap menjadi tidak cukup fit untuk melakukan aktivitas keesokkan harinya.

Walau tampak sepele, faktanya insomnia memiliki banyak risiko pada kesehatan. Mulai dari masalah mental, mengubah jam biologis tubuh, membuat perubahan hormon, dan lain-lain.

Pengidap insomnia bahkan berisiko mengidap kondisi medis tertentu seperti penyakit kardiovaskular dan obesitas.

Ada beberapa faktor penyebab insomnia, mulai dari akibat gaya hidup sampai kenyamanan ruangan kamar seperti lampu yang menyala saat tidur.

  1. Perubahan Hormon

Tidur dalam kondisi lampu menyala bukanlah keputusan yang baik karena dapat menyebabkan perubahan hormon pada tubuh.

Tubuh manusia sendiri didesain untuk terbangun saat muncul cahaya dan lelah kala gelap.

Desain ini bisa kacau apabila kamu tidur dalam keadan terang, membuat fungsi dan kerja hormon juga ikut terganggu.

  1. Obesitas

Temuan ini baru dipublikasikan di JAMA Internal Medicine yang menunjukkan bahwa kenaikan berat badan dan lampu menyala ternyata cukup berkaitan.

Sebelum itu juga ada penelitian yang menyatakan bahwa badan seseorang bisa gemuk apabila tidur dengan lampu menyala.

Mematikan lampu saat tidur mungkin merupakan aktivitas yang berguna untuk mengurangi risiko obesitas.

Kok bisa sih keduanya saling berhubungan? Hal ini karena efek cahaya yang bisa menurunkan produksi hormon melatonin.

Jika tubuh tidak memproduksi hormon tersebut sesuai kebutuhan maka akan mengganggu pola makan dan metabolisme.

Akan jauh lebih baik bila kamu tidur dalam keadaan gelap. Bila tidak terbiasa, coba gunakan lampu tidur yang memiliki intensitas cahaya lebih sedikit.

Buatlah suasana kamar yang teduh dan remang-remang. Dengan begini, produksi hormon melatonin tidak akan terhambat.

Lalu gimana dong kalau saya cuma bisa tidur dengan lampu menyala?

Sebagian orang memang sulit terlelap dalam keadaan gelap, seperti mereka yang punya phobia dengan kegelapan.

Jika kamu mengalami hal yang sama, coba mulai biasakan diri dengan tidur menggunakan lampu malam kecil yang memancarkan warna merah. Kenapa harus warna merah?

Menurut penelitian, bohlam lampu malam warna merah terbukti tidak memiliki efek buruk pada produksi melatonin. Bahkan bohlam jenis ini membantu kamu tertidur pulas.

Hal lain yang bisa dilakukan

Selain mematikan lampu, kamu juga perlu melakukan hal berikut sebagai kebiasaan tidur sehat.

  • Mengatur pendingin ruangan ke suhu rendah.
  • Hindari konsumsi makanan besar, kafein, dan alkohol di malam hari.
  • Berolahraga secara rutin pada waktu sore dan pagi hari.
  • Hindari tidur siang.
  • Kurangi penggunaan perangkat elektronik seperti gadget sebelum tidur.
  • Pastikan bangun dan tidur di waktu yang sama setiap hari.
  • Mulai matikan lampu atau menggunakan lampu tidur yang membuat suasana kamar lebih redup.
  • Memasang tirai gelap.

Kini kamu sudah tahu akan dampak kesehatan yang ditimbulkan dari kebiasaan tidur dengan lampu menyala.  Yuk mulai ubah kebiasaan buruk tersebut, karena sakit itu mahal loh harganya.

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei
Temukan artikel menarik lainnya di topik: panduan hidup sehat