Bagaimana Mandiri Institute menganalisis Tren Belanja awal Tahun

Menurut Mandiri Institute, kunci pemulihan ekonomi ada di kembalinya mobilitas dan kelas menengah atas yang tidak lagi menahan belanja.


ilustrasi tren belanja

Ilustrasi orang berbelanja di supermarket. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)


Oleh: Data Keeper

Diterbitkan:

the Monkey TimesMandiri Spending Indexing merupakan metode yang dipakai Mandiri Institute untuk menganalisis bagaimana konsumen di Indonesia menghabiskan uangnya untuk berbelanja.

Dengan memakai metode tersebut, Mandiri Institute memasukkan sejumlah variabel sub-kategori belanja, termasuk di dalamnya fashion, household, restoran, dan supermarket.

“Komposisi ini digunakan sebagai pembobot untuk menyusun indeks belanja yang dapat membantu pemerintah dan sektor usaha untuk mengamati pergerakan belanja masyarakat Indonesia sejak awal 2020 hingga saat ini,” kata Kepala Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono seperti dikutip the Monkey Times (16/02/2021) dari Antara.

Pada dasarnya Mandiri Institute melakukan kajian khusus terkait tren belanja dengan memanfaatkan high frequency transaction data.

Berdasarkan data tersebut, mereka menyimpulkan tren belanja di Indonesia menunjukkan perbaikan, hampir di semua wilayah kecuali Bali dan Yogyakarta. Kita tentu tahu keduanya adalah destinasi wisata yang terkenal di Indonesia.

Yudo sekaligus menyebut indeks belanja di Bali menunjukkan posisi 39,4. Data itu kemudian dipakai Yudo untuk mengingatkan bahwa Bali membutuhkan perhatian khusus guna menghindari ketimpangan ekonomi.

Selanjutnya pembatasan mobilitas dan kegiatan sosial, serta pandemi COVID-19, merupakan dua faktor yang menekan aktivitas belanja dan ekonomi masyarakat. Jadi meski pemerintah mengumumkan penurunan laju penularan COVID-19, keinginan berbelanja masyarakat masih tertahan.

Golongan menengah atas disebut Yudo sebagai kelas yang masih menahan kegiatan berbelanja, dalam arti menghabiskan uang untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

Dia yakin kunci pemulihan ekonomi – agar bisa kembali ke pra-pandemi – ada pada normalnya mobilitas distribusi vaksin COVID-19 serta pengendalian pandemi.

Khusus untuk daerah tujuan wisata seperti Bali dan Yogyakarta, kembalinya mobilitas masyarakat diyakini bisa menahan pelemahan belanja di kawasan yang mengandalkan kunjungan turis domestik maupun asing.

Baca Juga:  Kasus Harian Corona 13 September: 2,552 Orang Sembuh Hari ini
Temukan artikel menarik lainnya di topik: berita ekonomi dan bisnis, berita hari ini

Atau baca artikel lain yang ditulis: Data Keeper

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru