Bagaimana Arturo Vidal memberi Berkah untuk Inter

Mendapatkan seorang ‘veteran’ di lapangan tengah merupakan berkah. Ini berlaku untuk Inter yang mengontrak Arturo Vidal tanpa membayar sepeser pun kepada Barcelona.


Arturo Vidal di Bayern Muenchen.

Arturo Vidal bersama tim Bayern di Doha 2018. (Foto: Wikipedia)


Oleh: Bola

Diterbitkan:

the Monkey Times – Selasa kemarin (22/09/2020), Inter merampungkan proses transfer Arturo Vidal dari Barca. Boleh jadi kepindahan sang pemain memberikan berkah untuk Inter. Setidaknya klub Italia itu tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun untuk mengeluarkannya dari Barcelona.

Inter memberikan kontrak 2 tahun untuk Vidal, dengan opsi perpanjangan. Keputusan yang masuk akal, mengingat usia Vidal yang tidak lagi muda. Walau begitu ada satu pertanyaan yang menggantung: bisakah Vidal memberikan kontribusi besar untuk Inter?

Arturo Vidal tahun ini berusia 33 tahun. Dan di medan olahraga macam sepakbola, 33 tahun merupakan usia menjelang senja. Lebih jauh lagi, kemampuan seorang pemain sepakbola biasanya menurun di usia tersebut.

Jadi sebetulnya Inter sedang berjudi karena membeli seorang pemain yang sedang memasuki fase “sebentar lagi pensiun.”

Walau begitu, pelatih Inter, Antonio Conte, tetap menginginkannya. Mungkin karena faktor mereka berdua pernah menjalin kerjasama apik ketika Vidal berbaju Juventus di tiga musim, 2011/12 sampai 2014/15.

Conte melatih Juventus selama tiga musim. Artinya, Conte pernah melatih Vidal. Dengan demikian, sang pelatih kemungkinan besar hafal dan cocok dengan gaya permainan Vidal.

Di Juventus, Vidal berperan sebagai salah satu aktor sentral perolehan 4 trofi Serie A. Selama empat musim itu, Vidal tampil dalam 124 pertandingan Serie A dan mencetak 35 gol serta 22 assist.

Inter butuh gelandang tipe “badak”?

Seragam 22 untuk Arturo Vidal
Arturo Vidal memilih nomor 22 untuk seragamnya di Inter.

Suatu kali Vidal sempat mensifati dirinya sebagai pemain tengah yang berbeda. “Ada banyak gelandang yang (posisinya) mirip (denganku), tapi aku berbeda. Aku harus menyerang, bertahan dan berlari sebanyak mungkin,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Sport.es.

Dalam takaran tertentu, opini Vidal atas dirinya sendiri itu bisa dibenarkan. Setidaknya bila kita mengacu pada sejumput statistik permainan Vidal ketika bergabung dengan Bayern Muenchen sepanjang musim 2015/16 sampai 2017/18.

“Pada musim 2016/17, sama seperti musim sebelumnya, Vidal melakukan lebih banyak pelanggaran (46 kali) dan menerima lebih banyak kartu kuning (8 kali) ketimbang pemain Bayern Munich lainnya,” tulis situs resmi Bundesliga.

Walau begitu, pemain internasional Chile itu juga sangat aktif dalam penyerangan. Masih mengutip situs resmi Bundesliga, di musim yang sama Vidal rata-rata melakukan 107 kali sentuhan bola per pertandingan dan hanya melakukan kesalahan operan sebanyak 12 persen.

Singkat cerita, Vidal dipuji di Bundesliga karena berhasil membangun jembatan kokoh antara lini serang dan lini tengah Bayern.

Baca Juga:  Serie A Matchday 19: Inter gagal Memanfaatkan Terpelesetnya Milan

Baca Juga: Kalahkan Roma 3-1, Inter masih Terus Tancap Gas

Dengan mempertimbangkan statistik tersebut, Vidal rasanya patut dipuji sebagai gelandang tengah dengan energi yang melimpah. Dengan mempertahankan permainan yang keras seperti badak namun masih menyisakan banyak energi untuk melakukan penyerangan – dan juga mencetak gol, Vidal seolah-olah memperlihatkan kelasnya sebagai seorang pemain tengah.

Itulah kenapa kedatangan Vidal ke Inter membuat klub tersebut seolah memperoleh berkah. Di Inter, Vidal telah memilih nomor untuk seragamnya, dan itu adalah: 22.

Kita tinggal menunggu waktu berjalan untuk melihat pembuktian penting: akankah Vidal mampu menularkan turah energinya ke Inter?

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar sepakbola

Atau baca artikel lain yang ditulis: Bola

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru