Connect with us

Hi, what are you looking for?

Musik

In Rainbows: Album Radiohead Paling Ceria

Ketimbang album-album sebelumnya, In Rainbows bolehlah dibilang sebagai album besutan Radiohead yang paling ceria.

In Rainbows album Radiohead paling ceria

Selepas melakoni tur untuk album Hail to The Thief pada 2004, Radiohead memutuskan untuk lepas kontrak dari EMI. Major label yang telah menaungi mereka selama sepuluh tahun lebih.

Sempat tak merilis album hingga 2006, Radiohead pun akhirnya merilis In Rainbows pada 2007. Album panjang ketujuh Radiohead itu menawarkan nuansa musik yang berbeda dibanding album-album sebelumnya. Terutama, di rea Ok Computer hingga Hail to The Thief.

Iklan

Album yang Paling Ceria

Dari OK Computer hingga Hail to The Thief, Radiohead menawarkan musik dengan nuansa yang muram, tegang, sekaligus cemas. Ini tak lepas dari penulisan liriknya yang abstrak dan multitafsir, serta eksplorasi musiknya yang memadukan musik rock elektronik. Khusus album Amnesiac, Thom Yorke cs menambahkan unsur jazz ke dalam albumnya.

Di Hail to The Thief, liriknya bahkan jauh lebih kritis. Hal ini wajar karena album itu dibuat dan dirilis di masa pemerintahan Jos W Bush yang kontroversial itu.

Hal-hal di atas tak akan kamu temukan di In Rainbows. In Rainbows memang masih memakai lirik yang abstrak dan multitafsir. Hanya saja, isi liriknya tidak segelap di OK Computer, Kid A, dan Amnesiac; serta tidak sekritis Hail to The Thief.

Musiknya pun masih memakai perpaduan rock, elektronik, dan sedikit jazz. Namun, kadarnya saja yang ringan. Kadar musiknya yang seperti itulah yang bikin In Rainbows terdengar begitu ceria. Seolah menyiratkan semangat baru Radiohead yang kini telah berkarier tanpa bantuan major label.

In Rainbows sendiri cocok menetralisir telinga kita. Terutama, setelah mendengarkan album OK Computer, Kid A, Amnesiac, ataupun Hail to The Thief.

Dari 15 Steps hingga Videotape

In Rainbows punya 10 lagu di dalamnya. Sebagian besar lagu di dalamnya pernah dibawakan secara live, entah itu oleh Radiohead ataupun oleh Jonny Greenwood dan Thom Yorke. “15 Steps”, “Bodysnatchers”, dan “Nude” adalah beberapa lagu In Rainbows yang sebelumnya pernah dibawakan secara live oleh Radiohead.

“15 Steps” adalah track pembuka In Rainbows yang dimulai dari bunyi loop drum yang bakal bikin kamu ingin berjoget. “Bodysnatchers” adalah lagu kencang yang berisi harmonisasi tiga gitaris Radiohead yang begitu distortif, namun masih dalam kadar yang ringan.

“Nude” adalah satu-satunya lagu yang paling ngejazz di In Rainbows. Lagu ini punya bass line yang statis dari Colin Greenwood, serta lirik yang seolah-olah menyindir mereka yang terlalu banyak berkhayal di hidupnya.

“Weird Fishes/Arpeggi” menawarkan harmonisasi tiga gitaris seperti halnya “Bodysnatchers”. Hanya saja, harmonisasi ketiganya jauh lebih lembut, lantaran ketiganya memakai petikan gitar arpeggio, serta efek gitar yang lebih clean.

Di bagian interlude, kamu bakal mendengarkan solo gitar yang ambience dari Ed O’Brien. Selain permainan gitar, daya tarik lainnya dari “Weird Fishes…” adalah backing vokal yang diisi oleh Ed O’Brien. Terutama, setelah Thom Yorke mulai menyanyikan bagian verse 3 lagu tersebut.

“Weird Fishes/Arpeggi” sendiri pernah dimainkan dua kali, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam album. Pertama, di Either Festival pada 2005. Di event ini, “Weird Fishes…” dibawakan oleh Thom Yorke dan Jonny Greenwood bersama dengan London Sinfionetta Orchestra, serta Arab Orchestra of Nazareth.

“Weird Fishes…” kembali dibawakan pada 2006. Saat itu, lagu tersebut dibawakan oleh Radiohead di event Bonnaroo Festival.

“All I Need” merupakan lagu berirama pelan dengan hentakan drum yang mirip lagu-lagu triphop. Di lagu ini, Jonny memainkan organ dan glockenspiel secara simultan. Lirik lagunya sendiri terlihat seperti lagu cinta yang ditulis oleh seorang pria insecure.

“Faust Arp” adalah track paling pendek di In Rainbows. Lagu sepanjang 2 menit 10 detik ini berisi nyanyian lirih Thom Yorke, suara gitar akustik, serta bebunyian string section yang bikin lagunya sedikit lebih megah.

“Reckoner” adalah lagu dengan hentakan drum yang terinspirasi oleh musik Red Hot Chilli Peppers. Di track selanjutnya, ada “House of Cards” dengan genjrengan gitar yang begitu chill dari seorang Thom Yorke.

Di tengah lagunya, kita akan disambut oleh bunyi ambience gitar dari Jonny Greenwood dan Ed O’Brien. Lepas dari House of Cards, kita akan mendengarkan “Jigsaw Falling into Place” yang berirama kencang. Musiknya sendiri dibuat dari perpaduan gitar akustik, gitar elektronik, backing vokal yang repetitif, serta suara string yang berasal dari keyboard.

In Rainbows pun ditutup oleh Videotape yang berirama pelan, serta kental dengan bunyi piano dari Thom Yorke. Videotape sendiri tadinya akan dijadikan track pembuka untuk In Rainbows.

Punya Side-B Album yang Tak Kalah Ceria

Dua tahun setelah In Rainbows dirilis, Radiohead merilis side-B album tersebut, dengan judul In Rainbows disc 2. Side album itu dirilis bersama dengan edisi spesial dari In Rainbows.

Walau hanya sebagai album “bonus”, In Rainbows disc 2 rupanya juga menawarkan nuansa “ceria” yang sama dengan In Rainbows. Ada 8 lagu di In Rainbows Disc 2. Dua di antaranya adalah “Last Flower” dan “Bangers + Mash”.

Seperti halnya “Videotape”, “Last Flower” juga menggunakan piano sebagai instrumen utama. Hanya saja, “Last Flower” tidak memakai unsur tambahan berupa drum dan synthesizer layaknya “Videotape”.

“Last Fower” hanya berisi nyanyian Thom Yorke yang diiringi piano, lantas dilengkapi petikan gitar saat lagu memasuki outro. “Last Flower” sendiri telah dipakai sebagai salah satu soundtrack untuk salah satu film Jepang berjudul Confessions.

Sementara itu, “Banger+Mash” adalah lagu sepanjang 3 menit 19 detik yang terdengar begitu riang dan spontan. Di lagu ini, Thom Yorke bernyanyi sambil bermain drum bersama drummer Radiohead, Phil Selway.

“Melengkapi” OK Computer

Banyak forum musik yang menyatakan kalau In Rainbows dan OK Computer “saling melengkapi”. Anggapan ini muncul setelah mereka menganalisis kedua album itu dengan pendekatan Binary Theory.

Dalam teori tersebut, OK Computer direpresentasikan sebagai angka 01. Representasi itu muncul dari fakta yang menyebutkan kalau OK Computer mulanya diberi nama Zeroes and Ones.

Adapun In Rainbows dilambangkan dengan angka 10. Angka itu dipakai karena In Rainbows dirilis 10 tahun setelah OK Computer, punya lagu berjumlah 10 buah, serta versi online album tersebut dirilis pada 10 Oktober. Dalam Binary Theory, angka 01 dan 10 salinglah melengkapi.

Teori tersebut diperkuat dengan susunan playlist yang berisi lagu-lagu OK Computer dan In Rainbows yang digabung menjadi satu. Dari playlist bernama “OK Rainbows” itu, disimpulkan kalau lagu-lagu In Rainbowsyang “ceria” mampu melengkapi sisi “muram” yang ada di OK Computer.

Adapun susunan playlist OK Rainbows sendiri adalah:

1. “Airbag” (OK Computer)
2. “15 Step” (In Rainbows)
3. “Paranoid Android” (OK Computer)
4. “Bodysnatchers” (In Rainbows)
5. “Subterranean Homesick Alien” (OK Computer)
6. “Nude” (In Rainbows)
7. “Exit Music (For A Film)” (OK Computer)
8. “Weird Fishes/Arpeggi” (In Rainbows)
9. “Let Down” (OK Computer)
10. “All I Need” (In Rainbows)
11. “Karma Police” (OK Computer)
12. “Fitter Happier” (OK Computer)
13. “Faust Arp” (In Rainbows)
14. “Electioneering” (OK Computer)
15. “Reckoner” (In Rainbows)
16. “Climbing Up The Walls” (OK Computer)
17. “House Of Cards” (In Rainbows)
18. “No Surprises” (OK Computer)
19. “Jigsaw Falling Into Place” (In Rainbows)
20. “Lucky” (OK Computer)
21. “Videotape” (In Rainbows)
22. “The Tourist” (OK Computer)

Iklan

Artikel Menarik Lainnya

Iklan