Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sehat dan Bahagia

Yang mungkin Berubah dari Gaya Hidup Setelah Menikah

pernikahan
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Edward Olive lewat Canva)

Kalau kehidupan lajang identik dengan kebebasan dan keakuan, kehidupan pasca menikah akan sangat berbeda dan penuh tanggung jawab. Perubahan tersebut turut mendorong perkembangan pribadi yang menjalani.

Selain jadi lebih dewasa, gaya hidup setelah menikah juga akan berubah. Bagi kamu yang masih lajang, ini nih gambaran perubahan gaya hidup yang sebaiknya kamu tahu sedini mungkin.

Saat masih sendiri, kamu mungkin hanya perlu bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Tapi setelah menikah, ada tanggung jawab tambahan yang menanti.

Bagi suami, ada tanggung jawab memberi nafkah istri. Sedangkan bagi istri, ada tanggung jawab untuk melayani suami. Sesederhana itu rumusnya.

Tapi namanya hidup, selalu ada cobaan, bahkan setelah kamu menikah. Mungkin suatu saat kamu dan istri/suami cekcok. Mungkin suatu saat kalian berdua harus menghadapi ujian besar.

Mungkin saat punya anak, kalian berdua harus saling berdiskusi untuk memilih mana metode pengasuhan anak yang paling tepat.

Mungkin suatu saat kelak kalian berdua harus bersepakat tentang banyak hal, misalnya: apa yang harus dilakukan suami dan apa yang mesti dilakukan istri, serta di area rumah mana masing-masing dari kalian bertanggung jawab atasnya. Dan masih banyak kemungkinan lainnya.

Lihatlah. Kalian berdua menjadi dewasa bersama, di dalam sebuah ikatan pernikahan. Pastinya akan ada banyak hal yang berubah, termasuk gaya hidup.

Gaya hidup setelah menikah sudah pasti berubah

Apakah pernikahan membuat kita lebih bahagia? Well, kami tak bisa menjawabnya dengan pasti. Namun ada sebuah riset General Social Survey yang dilakukan antara 2010 – 2018, yang berusaha menjawab pertanyaan tersebut.

Dari 6,248 responden dewasa berusia 18-50 tahun yang disurvey sepanjang tahun-tahun itu, 41 persen diantaranya mengaku bahagia karena menikah.

Oke sampai disini boleh lah kita anggap menikah adalah salah satu cara untuk mendapat kebahagiaan. Namun pernikahan – sekali lagi – juga soal bertanggung jawab atas keutuhan mahligai rumah tangga.

Tanggung jawab tersebut akan tumbuh seiring dengan perkembangan keluarga. Saat ada anak dalam keluarga, tanggung jawab yang harus kamu emban tentu akan lebih besar.

Kehidupan setelah pernikahan tidak melulu tentang diri sendiri. Kamu mungkin termasuk pribadi yang mandiri. Banyak hal dilakukan seorang diri dan ditanggung sendiri. Tapi setelah menikah, hal tersebut tidak lagi bisa kamu lakukan.

Mandiri tidak bukan berarti melakukan dan menanggung semuanya seorang diri. Suami istri adalah pasangan yang saling berbagi, baik suka maupun duka. Di samping itu, berbagi pekerjaan dan tanggung jawab juga bisa menguatkan ikatan pernikahan.

Perubahan gaya hidup setelah menikah juga terjadi dalam aspek keuangan. Kalau sebelumnya semua penghasilan jadi milik sendiri, kini ada sebagian yang harus dibagi.

Mungkin ini tidak terlalu mengagetkan bagi kaum pria yang terbiasa hidup dalam kultur suami sebagai pemberi nafkah. Namun bagi kaum wanita, ada kemungkinan penyesuaian akan terasa lebih tricky.

Nongkrong di kafe, beli baju baru sampai traveling, semua itu bisa kamu lakukan tanpa pikir panjang saat masih lajang. Tapi setelah berkeluarga, ada banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan seperti ini.

Tanggung jawab dan keterikatan dengan keluarga adalah bagian dari gaya hidup setelah menikah. Kamu tidak bisa bebas main ke tempat yang kamu mau tanpa memikirkan pasangan atau anak-anak. Bahkan meski keluarga mengizinkan, kamu pasti akan tetap kepikiran.

Rumah tangga memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, tagihan listrik hingga cicilan, semua itu membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Mungkin kamu punya impian yang ingin diwujudkan. Tapi saat terbentur akan realita yang ada, kamu harus berpikir ulang dan bekerja ekstra keras.

Meski demikian, setiap orang berhak mewujudkan impiannya. Hanya saja, apa yang ingin kamu raih jangan sampai mengorbankan keluarga.

Sebelum menikah, keluargamu terbatas pada orang tua, saudara kandung dan saudara dari ayah dan ibu. Tapi setelah menikah, keluargamu akan membesar. Bukan hanya orang tua dan saudara, kamu juga akan berhubungan dengan keluarga pasanganmu.

Menjaga hubungan baik tidak hanya harus dilakukan dengan pasangan. Kamu juga harus menjaga hubungan dengan orang tua dan saudaranya. Dengan kata lain, ego harus lebih ditekan dan lebih toleran.

Gaya hidup setelah menikah itu memang penuh tantangan. Meski pembahasan di atas terkesan menakutkan, sebenarnya ada hal-hal menyenangkan yang hanya bisa dirasakan setelah menjalani kehidupan pernikahan. Sisi inilah yang membuat hidup pasca menikah terasa lebih berwarna.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Artikel

Otomotif

Volvo memperkenalkan sedan S60 generasi ketiga, yang menantang keberadaan BMW Seri 3 dan Mercedes Benz S-Class.

Sepakbola Inggris

Liverpool mengalami kesialan kala bertandang ke markas Brighton, yang berhasil menahan imbang anak asuhan Jurgen Klopp dengan skor 1-1.

Surat

Surat ini kutujukan untuk pujaan hati. Aku memujamu setiap saat. Sampai-sampai semuanya terasa begitu indah.

Surat

Surat ini kutujukan untuk sosok istimewa. Ayah yang kuingat sebagai seorang sosok pekerja keras yang rela berkorban untuk keluarga.