Penulis: Rika Avisha

Alasan Kenapa Harus Baca Manhwa Action Fantasy Solo Leveling

Udah pernah baca?

the Monkey Times – Sewaktu kecil kita semua pasti pernah membaca komik Doraemon, Sinchan, Detektif Conan, Dragon Ball, dan lain sebagainya. Lebih tepatnya sih manga ya, karena berasal dari Jepang. Jika komik Jepang disebut dengan manga, maka sebutan untuk komik dari Korea Selatan adalah manhwa. 

Manhwa biasanya diterbitkan secara digital dan berwarna, setiap episodenya diunggah setiap minggu di platform komik online berbasis web ataupun mobile. Contohnya adalah komik yang diterbitkan di platform Webtoon, Kakaopage, dan sejenisnya.

Cara membacanya mirip dengan komik Eropa dan Amerika, yakni dari kiri ke kanan. Untuk genre atau tema komik beragam, mulai dari romance, horor, komedi, slice of life, drama, fantasi hingga action.

Apakah kamu termasuk pembaca manhwa? Kalau iya genre apa yang kamu sukai? Kalau saya sendiri romance, komedi dan action fantasi, cukup memenuhi asupan hiburan setiap hari. 

Tapi menariknya membaca manhwa itu tak sekedar hiburan loh, karena ada banyak sekali ilmu menarik yang selalu disisipkan penulis untuk para pembacanya. Salah satunya dari komik Solo Leveling yang dikarang oleh Chu Gong.

Ini merupakan manhwa bergenre aksi fantasi terbaik dan terpopuler saat ini. Tak hanya di Korea, tapi juga di Amerika Serikat dan berbagai negara lain, makanya sudah memiliki terjemahan dalam beberapa bahasa.

Solo Leveling selalu dinanti-nanti para pembaca internasional. Di Indonesia sendiri sudah rilis secara legal di salah satu platform baca komik online sejak Agustus 2020 dan kini telah sampai pada episode 174, dan masih berlangsung sampai tulisan ini diterbitkan.

Solo Leveling sama seperti kebanyakan manhwa lainnya yang diadaptasi dari web novel, terdiri dari 14 volume dengan 270 chapter dengan judul asli Na Honjaman Label-eob.

Untuk versi manhwanya diilustrasikan oleh Jang Sung Rak dibawah naungan Redice Studio. Kira-kira apa hal yang menyebabkan komik Solo Leveling begitu diminati oleh para pembaca webtoon?  

Ilustrasi Keren Penuh Warna, Mulai dari Karakter Hingga Adegan Pertarungan

Saya pribadi belum tertarik waktu pertama kali melihat posternya muncul di beranda Kakaopage, karena biasanya yang menerbitkan webtoon aksi fantasi keren itu ya Line Webtoon, contohnya saja Noblesse.

Para pembaca yang lain pun tahu kalau platform satu ini kebanyakan merilis webtoon bergenre romance saja. Kok bisa tiba-tiba baca ini? Kebetulan saat itu lagi banyak waktu luang dan membutuhkan asupan hiburan, tapi webtoon aksi fantasi yang biasanya saya baca belum menambahkan episode terbaru.

Coba-coba baca prolog Solo Leveling deh, berlanjut ke episode 1. Dua kata yang menggambarkan kesan pertama saya melihat art-nya, Keren banget! Pasti banyak dari pembaca yang menilai komik dari artnya bukan? Kalau menarik tentu menambah minat baca.

Apalagi genrenya action, artinya harus detail supaya pembaca dapat membayangkan adegan pertarungan layaknya melihat versi anime.

Walaupun kebanyakan isi komik hanya berwarna hitam putih, tapi tidak dengan Solo Leveling yang disajikan dalam format full color. Ini memudahkan pembaca mengenali karakter dan objek dalam manhwa tersebut.

Hadir dengan Plot Cerita Menarik dan Berbeda

Wow, baru kali ini nih saya menemukan sesuatu yang berbeda dari webtoon aksi fantasi. Alur ceritanya bikin penasaran, jadi ingin baca terus. Kalau biasanya saya bersabar menunggu episode gratis setiap minggu, maka untuk Solo Leveling saya rela membeli koin. 

Tak hanya punya art yang keren, tapi juga plot cerita menarik, berbeda, dan membuat penasaran dengan kelanjutannya.

Latar belakang alur cerita Solo Leveling sendiri tentang terbukanya gerbang antara dunia manusia dengan dunia monster yang disebut dengan “dungeon”.

Semenjak itu, beberapa manusia terpilih menerima kemampuan khusus yang disebut dengan hunter. Para hunter harus masuk ke dungeon untuk membunuh monster sebelum keluar menghancurkan dunia.

Tiap hunter memiliki tipe, peringkat, dan pekerjaan berbeda. Untuk tipe ada penyihir, pembunuh, pertahanan, dan penyembuh. Pekerjaan mulai dari memburu monster, menambang kristal berharga dalam dungeon, dan mengumpulkan bangkai monster.

Peringkat hunter dibagi dalam 7 golongan, mulai dari level nasional, level S, level A, level B, level C, level D, dan level E. Hunter berada di bawah naungan guild, dan guild diawasi dan diatur oleh organisasi hunter. Selain hunter, juga ada ruler dan monarch yang menjadi musuh terbesar mereka.

Solo Leveling berfokus pada Sung Jin Woo, karakter utama yang dicap sebagai hunter terlemah di dunia. Di awal diceritakan tentang perjalanan Jin Woo yang selalu hampir mati ketika memburu monster.

Hingga suatu hari ia masuk ke dungeon ganda bersama rekan hunter lainnya. Dari situlah perkembangan kekuatan Jin Woo dari seorang hunter level E menjadi hunter terkuat di dunia. Bisa dibilang karakter ini berhasil bangkit dari zero to hero.

Walaupun semakin kuat, Jin Woo memilih menyembunyikan kekuatan aslinya. Perlahan tapi pasti semua orang yang pernah meremehkannya kini menghormati dan mengandalkan Jin Woo. 

Penasaran dengan kisahnya? Coba baca komik Solo Leveling deh. Plot ceritanya mudah dimengerti kok. Kalian akan melihat perkembangan karakter utama dari yang tidak memiliki kekuatan apapun hingga bisa mengatasi satu dungeon sendirian!

Saking sukanya dengan Solo Leveling, para penggemar bahkan membuat petisi yang ditujukan kepada Netflix untuk segera membuat versi animenya. Kalau disetujui pasti bakalan keren banget, nih. Jadi gak sabar pengen nonton.