Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Topik: Narasi

6 Alasan Tak Menikah Muda, Terlalu Banyak Risiko yang Perlu Dipertimbangkan

Keputusan untuk menikah muda atau tidak tentu menjadi hak setiap individu karena yang akan menjalaninya adalah diri sendiri, bukan orang lain.


menikah muda

Ilustrasi cincin pernikahan (Foto : Bayrina/Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Menikah muda mungkin jadi dambaan bagi beberapa pasangan, namun perlu diingat bahwa tidak semua orang punya pikiran yang sama tentang hal tersebut.

Iklan

Bagi kamu yang sudah memasuki usia 20 tahun keatas, pasti sering menerima pertanyaan tentang kapan rencana untuk menikah. Biasanya dari teman, kerabat, atau bahkan keluarga sendiri.

Sebenarnya pertanyaan ini cukup wajar, apalagi kita tinggal di negara Indonesia yang kebanyakan masyarakatnya memandang positif hal tersebut karena secara agama dapat menghindari perzinahan.

Iklan

Namun kalau dipikir-pikir lagi, menanyakan perihal pernikahan kepada seseorang sebenarnya cukup sensitif dan menyebalkan ya.

Apalagi bagi mereka yang masih punya fokus pada pencapaian lain atau bisa jadi belum menemukan pasangan yang tepat.

Iklan

Keputusan untuk menikah muda atau tidak tentu menjadi hak setiap individu karena yang akan menjalaninya adalah diri sendiri, bukan orang lain.

Kita semua tahu bahwa akan ada banyak rintangan yang perlu dihadapi, tanggung jawab besar terhadap pasangan, keluarga, finansial, bahkan aturan hidup pun yang harus disepakati dengan orang yang akan selalu bersama kita sampai akhir hayat.

Namun sayang kebanyakan dari masyarakat kita masih berpikiran sempit, bahkan terkesan nyinyir saat mengetahui ada seseorang yang secara sudah cukup matang tapi masih hidup sendiri.

Tapi, kalau belum siap lahir dan batin, kenapa harus memaksakan diri? Menikah muda justru menjadi pilihan yang buruk, kalau belum benar-benar siap mengarungi bahtera rumah tangga, bisa-bisa akan berakhir dengan perceraian.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab seseorang memilih untuk menikah muda, yakni terlalu banyaknya risiko yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya gangguan psikologis.

Kondisi ini umum terjadi karena ketidaksiapan dalam menanggung kewajiban sebagai suami atau istri. Sebelum mengambil keputusan terkait pernikahan di usia muda, kamu dapat mempertimbangkan alasan berikut.

Belum Menemukan Jati Diri

Tidak semua orang yang berusia 20-an telah menemukan jati dirinya. Jangan terburu-buru untuk menikah muda apabila kamu termasuk tipe orang yang masih dalam pencarian jati diri.

Karena dalam pernikahan dibutuhkan perilaku dan sikap yang matang. Begitu pula bagi kamu yang masih ingin menikmati hidup.

Di masa muda, kita akan lebih sibuk belajar, bekerja, nongkrong, traveling, atau meniti karir yang menjadi mimpi sejak kecil.

Sayangnya beberapa dari hal tersebut terpaksa harus dikorbankan jika sudah mengurus rumah tangga. Meskipun masih bisa dilakukan atas seizin pasangan, pastinya tidak akan seleluasa seperti saat masih sendiri.

Potensi KDRT Akibat Ketidaksiapan Secara Mental

Pasangan yang akan menikah punya kesiapan mental yang berbeda. Akibatnya sangat rentan terjadi kesalahpahaman antara pasangan yang belum siap secara mental, dan lebih fatalnya lagi dapat menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga.

Belum Punya Calon

Kamu masih jomblo atau merasa belum cocok dengan pasangan yang sekarang? Wajar kok, hal ini umum terjadi pada orang-orang.

Keputusan untuk menikah bukanlah hal yang mudah, benar-benar harus diperhitungkan. Kalau belum punya calon, kenapa harus terburu-buru? Santai saja.

Dampak Buruk Secara Psikologis

Melakukan pernikahan dini bisa berdampak buruk bagi psikologis seseorang yang belum matang secara emosi.

Ketika menjalani kehidupan rumah tangga, mereka akan sangat rapuh dan merasa berat mengemban tanggung jawab besar terhadap pasangan. Hal ini bisa jadi pemicu perceraian.

Finansial Belum Matang

Berdasarkan data dari pengadilan agama, di tahun 2020 lalu tercatat telah terjadi sebanyak 291.677 kasus perceraian di Indonesia. Seringnya terjadi pasangan muda, yang disebabkan oleh masalah ekonomi.

Dalam pernikahan, keuangan bisa jadi hal yang sensitif karena harus bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Jika kamu belum mandiri secara finansial, tidak ada salahnya menunda pernikahan daripada menimbulkan masalah baru. Hal ini sangat rentan memicu ketergantungan satu sama lain, dan buruknya lagi bisa menyebabkan relasi kuasa yang tak setara.

Ego Masih Tinggi

Setiap manusia memiliki egonya masing-masing. Apalagi saat masih muda, mungkin cukup sulit mengendalikannya.

Dalam pernikahan, kamu juga harus menghadapi ego milik pasangan, lho. Jika tidak bisa mengendalikannya, hal ini dapat menyebabkan pertengkaran terus menerus.

Pengendalian ego baru akan membaik jika kamu bisa belajar mengalah dan berpikiran lebih dewasa lagi.

Jadi, silahkan pertimbangkan ulang keputusan untuk menikah jika masih egois untuk menang sendiri.

Sebenarnya sih, tidak masalah kalau kamu ingin menikah muda, asalkan sudah siap secara fisik, mental dan finansial.

Karena saat menjalani kehidupan rumah tangga nanti yang dibutuhkan pasangan bukan hanya cinta, tapi juga komitmen dalam berbagai hal.

Kalau dirasa belum siap dan belum menemukan pasangan yang tepat, ya silahkan nikmati hidupmu secara bebas.

Menikah bukanlah suatu perlombaan yang harus segera kamu lakukan. Jadi, tak perlu memikirkan omongan orang lain, karena kamu lah yang bertanggung jawab atas dirimu sendiri.

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei