5 Alasan Mazda CX-3 2020 Layak Dipilih Sebagai Crossover Utama untuk Keluarga Muda

Kami punya alasan khusus untuk menyebut Mazda CX-3 sebagai pilihan paling jos untuk keluarga muda.


Mazda CX-3 oke
Oleh: Roda
Diterbitkan:

Sebetulnya ada banyak pilihan crossover di pasar mobil Indonesia. Tapi jujur aja, menurut kami Mazda CX-3 patut dipilih sebagai yang terciamik, apalagi buat keluarga muda.

5 Alasan Mazda CX-3 Kami Pilih Sebagai Crossover Jempolan

Hmmmm … masa sih? Terus apa kabar crossover yang lain semisal Honda BRV atau Toyota CH-R?

Pertama-tama harus kami akui dulu, bahwa sulit menetapkan kategori terbaik untuk sebuah mobil nanggung (kami lebih suka membuat istilah begitu ketimbang ‘crossover’) macam CX-3.

Maksudnya, dia nggak bisa disebut hatchback (karena ada Mazda 2 dan Mazda 3). Tapi di saat bersamaan dia juga nggak bisa disebut pure SUV karena bodi mobilnya yang emang terkesan kecil.

Tapi justru di situ menariknya Mazda CX-3. Bentuknya yang nanggung itu malah membuat kami terkesan.

Nah, berikut 5 alasan Mazda CX-3 terpilih sebagai crossover jempolan:

1. Dua varian baru Mazda CX-3

Baru kemarin Mazda Indonesia, lewat PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengumumkan kehadiran Mazda CX-3 berbarengan dengan saudara tuanya, Mazda CX-9.

Setelah sebelumnya hadir dalam dua tipe, GT dan Touring, PT EMI menambahkan dua varian baru, yakni Pro dan Sport.

PT EMI menyatakan kehadiran dua varian baru Mazda CX-3 itu dimaksudkan sebagai penyegaran. Bagi para petrolhead, itu berarti kemungkinan untuk menikmati lebih banyak opsi pembelian.

Tapi tunggu sebentar. Emang apa sih perbedaan di antara keempat varian Mazda CX-3?

Di atas kertas, perbedaan di antara keempat varian Mazda CX-3 memang terkesan tipis tipis.

bagian luar Mazda CX-3

Varian GT dan Touring, misalnya, hanya dibedakan berdasarkan luasan headroom di bagian depan kokpit. Dan karena versi Touring tidak menyertakan sunroof, ruang kepala di bagian depan kokpit jadi lebih luas dibanding versi GT yang menyertakan sunroof.

Lalu perbedaan kedua di antara versi GT dan Touring terlihat di pemilih bahan untuk jok mobil. Lainnya? Relatif sama. (Kamu bisa mengecek perbedaan Mazda CX-3 versi Touring dan GT lewat brosur resmi Mazda, dalam bentuk PDF, berikut ini.)

Nah, untuk versi Pro, kaca spion bagian dalam sudah dilengkapi fitur auto-dimming. Kemudian kursi pengemudi dan penumpang dilapisi nappa leather berwarna merah untuk mengesankan betapa cepatnya CX-3 versi pro. Di versi ini tempat duduk pengemudi bisa diatur secara elektrik.

2. Menjembatani gap antara hatchback dan SUV

rangka kokoh Mazda CX-3

Kami berpendapat bahwa hatchback merupakan tipe paling praktis di antara genre mobil kekinian. Dibawa kemana-mana lincah, dan memang cocok untuk daerah perkotaan.

Baca Juga:  Tumbuh Kembang Motor Listrik di Indonesia dinilai Bakal Lebih Cepat

Lain halnya dengan SUV, yang biasanya lebih cocok dikendarai di medan yang lebih berat. Yang menantang. Sekaligus yang bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian ketangguhan mobil itu sendiri.

Kami tidak tahu bagaimana sebetulnya kondisi pasar crossover SUV-hatchback di Indonesia ini. Toh, mungkin tipe itu nggak terlalu populer di Indonesia, dibanding jenis crossover lain seperti SUV-MPV, misalnya, dimana persilangan dua genre itu melahirkan LSUV macam Suzuki XL7, Xpander Cross, Toyota Rush, dan Daihatsu Terios.

Walau begitu mungkin Mazda punya proyeksi, bahwa diluar sana ada banyak keluarga modern Indonesia yang membutuhkan SUV nanggung (baca: compact) macam CX-3.

Jadi jangan heran kalau suatu waktu kamu bakal nemuin seorang ibu rumah tangga muda minta saran ke kamu sambil ngomong begini:

Gue nyari mobil yang kecil gitu, bukan hatchback juga sih, tapi yang lebih kayak SUV. Yang kelihatan lebih gede, aman, tapi tetap pas buat dipake jalan keluarga kecil gue.

Buat ibu muda kayak gitu, Mazda CX-3 bisa jadi jawaban paling pas.

3. SUV nanggung yang aman

Hatchback mungkin tidak seaman dan sekokoh SUV. Sebaliknya, SUV mungkin tidak sekompak dan seringan hatchback. Lalu, harga hatchback juga lebih terjangkau dibanding SUV.

Jadi bayangkanlah Mazda CX-3 sebagai hatchback yang naik kelas dan memberikan lebih banyak fitur keamaan berkendara.

Salah satu fitur keamanan yang pantas disebut di sini adalah BSM alias Blind Spot Monitoring. Di fitur ini, Mazda membenamkan sensor di bemper bagian belakang untuk mendeteksi mobil yang mendekat dan tidak terdeteksi mata pengemudi.

Selain itu kita juga patut menyebut fitur keamanan lain seperti ABS (Antilock Brake System) dengan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) dan Brake Assist (BA). Dynamic Stability Control (DSC). Traction Control System (TCS). Hill Launch Assist (HLA) dan Emergency Stop Signal (ESS).

4. Perhatian pada aspek keamanan bayi

Kalau kamu sedang membina keluarga kecil, dan kebetulan pula bayi, seluruh versi Mazda CX-3 dilengkapi dengan ISOFIX child seat di kursi baris kedua. Sepertinya Mazda paham betul bagaimana memenuhi keinginan keluarga kecil bahagia akan sebuah crossover yang aman dan nyaman.

5. Aspek harga yang kompetitif

kabin dalam Mazda CX-3

Harga Mazda CX-3 tergolong kompetitif. Kamu cukup menebus varian Sport dengan uang sebanyak Rp399,900,000. Sedangkan untuk varian Pro bisa kamu tebus dengan uang sebanyak Rp445,800,000.

Baca Juga:  Biar Tetap Nyaman, Begini Cara Riding aman di Musim Hujan

Untuk sebuah crossover yang memperoleh rating bintang-4 dari Euro NCAP, Mazda CX-3 rasanya patut jadi pilihan terbaik, apalagi kalau kamu sedang mencari mobil pertama untuk keluarga kecilmu.

Baca Juga:

5 Hal Menarik dari Mazda CX-9 2020 Terbaru

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar otomotif

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru