4 Tips Memperkenalkan Diri Saat Wawancara Kerja Untuk Pemula

Sebelum pergi wawancara kerja, sebaiknya kamu nggak kikuk. Dan jangan lupa siapin diri baik-baik.


wawancara kerja

Ilustrasi wawancara kerja. (Foto: istimewa)


Oleh: Ika Umi Hayati

Diterbitkan:

the Monkey Times – Apakah ini pengalaman pertama Anda mengikuti seleksi wawancara kerja? Dalam situasi tersebut rasanya akan sangat menegangkan dan bingung untuk menghadapinya.

Hal ini sangat wajar terjadi, karena baru dalam mengikutinya. Sebenarnya tidak perlu panik dan ragu, karena semakin Anda merasa demikian akan membawa pandangan buat pewawancara. 

Untuk menghadapinya Anda akan jauh lebih baik apabila santai dan tenang menghadapinya, merasa tenang dan nyaman akan membuat semuanya akan jauh lebih mudah.

Nah, apabila Anda ingin mendapatkan kesan yang baik saat memperkenalkan diri ketika wawancara, kami akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan, simak yuk bahasannya. 

Tips Perkenalkan Diri Saat Wawancara

Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda eksekusi untuk menghadapi wawancara.

Hal ini mencakup dari faktor apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh ketika interview.

Nah, untuk lebih lengkapnya simak beberapa penjelasannya dibawah ini ya agar mendapatkan pandangan. 

  1. Bercerita Tentang Profesional Kerja 

Tahap awal ketika Anda melamar pekerjaan dan mendapatkan kesempatan untuk wawancara kerja, bukan masalah personal dan kehidupan pribadi yang harus dibahas.

Namun, hal yang harus Anda lakukan itu bercerita tentang profesionalitas kerja. Dalam tahap ini akan membuat Anda bisa memaksimalkan segala potensi yang ada pada diri Anda depan pewawancara. 

Ada banyak topik yang bisa Anda bahas dan jelaskan, mulai dari pengalaman kerja sebelumnya, kegiatan magang, dan berbagai aktivitas lainnya.

Tidak hanya tentang berapa lama Anda bekerja dan posisi yang dilamar saja, tetapi Anda juga harus menceritakan secara lengkap terkait tugas dan peranan yang Anda lakukan ketika bekerja tersebut. 

Dengan penjelasan dengan baik dan informatif akan memberikan kesan berbeda dengan kandidat lainnya, samping itu juga hal ini memperlihatkan aspek dedikasi dan tanggung jawab yang Anda lakukan.

Bahkan, jauh lebih menarik lagi apabila Anda mendapatkan achievement atau keberhasilan pada suatu kegiatan yang dilakukan. 

  1. Jelaskan Hobi Produktif

Ada saja tipikal pewawancara biasanya akan menanyakan mengenai hobi yang biasa Anda lakukan untuk menemani keseharian.

Apabila Anda ingin mendapatkan impresi yang baik, maka ceritakan tentang hobi yang dikuasai tersebut bisa menghasilkan dampak yang produktif untuk diri Anda, tidak hanya dapat menghasilkan materi atau tidak. 

Namun, poin yang harus Anda pahami hobi tersebut bisa membangun diri Anda atau tidak.

Baca Juga:  Duduk Perkara Kelebihan Blogging di era Serba Vlogging

Karena hal ini untuk mengukur komitmen dan tanggung jawab yang ada, sebab bukan hanya faktor kesenangan secara personal saja. Tapi nilai yang Anda dapatkan dari menggeluti dan menekuni hobi yang sedang Anda senangi tersebut. 

Apabila Anda bisa menjelaskan dengan baik dan lengkap, maka ketika berlangsung interview akan bisa mendalami diri Anda yang lebih jauh lagi.

Faktor inilah yang harus Anda perhatikan, semakin tertarik pewawancara pada diri Anda, waktu yang digunakan itu akan semakin lama dan obrolan akan jauh lebih jauh lagi kedepannya. 

  1. Pandangan Kedepan

Aspek ini tidak ada yang menjamin dan semuanya masih dalam tahap bayangan, tetapi tidak ada salahnya melihat dan merencanakan tentang masa depan.

Dengan memiliki pandangan kedepan membuat Anda bisa menentukan jalan hidup yang ingin diambil dan mempunyai responsibilitas terhadap diri sendiri untuk masa mendatang. 

Hal ini akan menggambarkan diri Anda mempunyai perencanaan yang matang dan tidak hanya menjalani kehidupan dengan ikut takdir yang ditentukan.

Maksud dan tujuan dari pertanyaan tersebut menginginkan Anda selalu mempunyai rencana yang tepat dan tidak sembarangan dalam melihat serta menentukannya. 

Untuk lebih mudah dalam memperhatikannya, Anda bisa menjelaskan mengenai minat, keunggulan dan kekurangan, bakat yang dimiliki, dan tantangan kedepannya.

Jangan sampai Anda menyikirkan sisi rasionalnya, karena pewawancara akan mengetahui kalau yang Anda jelaskan hanya rencana kosong yang tidak sesuai dengan implementasi yang ada. 

  1. Hindari Penjelasan Personal Berlebihan

Tujuan wawancara ini memang untuk mengenali diri Anda secara lebih lengkap, namun bukan berarti Anda dengan bebas bercerita semuanya.

Harus ada batasan yang dilakukan dan pahami kalau Anda sedang dalam posisi untuk kebutuhan kerja, sehingga konsep yang harus Anda ketahui mengenai aspek profesionalitas yang ditekankan. 

Apalagi pewawancara itu bukan sahabat dekat Anda yang bisa menjelaskan tentang apapun tentang kehidupan yang Anda jalankan.

Karena itu kondisi yang berbeda dan perlu ada batasan-batasan yang jelas agar wawancara perkenalan diri yang Anda lakukan tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai ekspektasi yang diharapkan. 

Hindari untuk curhat, apalagi tentang beban hidup. Keadaan terus memang bisa Anda ceritakan kepada teman atau sahabat dekat.

Namun, pewawancara tidak ingin mengetahuinya dan terpenting kebutuhan yang Anda lamar tersebut cocok atau tidak dengan kebutuhan yang ada, sehingga jangan coba-coba ya atau nama Anda akan dicoret untuk tahap selanjutnya. 

Baca Juga:  4 Fakta Menarik Lukisan Terbaik Guernica Pablo Picasso

Nah, itulah beberapa tips yang harus Anda lakukan ketika memperkenalkan diri saat wawancara kerja. 

Temukan artikel menarik lainnya di topik: interview kerja, Pengetahuan sehari-hari, tips wawancara kerja

Atau baca artikel lain yang ditulis: Ika Umi Hayati



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial