31 Unit HondaJet dikirim Honda Aircraft Company tahun Lalu

Kalau kamu berpikir Honda adalah sebuah nama merek mobil atau motor yang merajai jalanan Indonesia, maka kamu salah. Honda juga adalah nama yang melekat pada merek jet pribadi yang dikembangkan Honda Aircraft Company.


HondaJet di angkasa

Armada HondaJet berada di udara. (Foto: Honda Aviation Company)


Oleh: tmtimes news

Diterbitkan:

the Monkey Times – Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa mereka berhasil mengirim 31 pesawat jet pribadi secara global tahun lalu, demikian pernyataan dalam rilisan pers yang tertulis di situs resmi Honda Jet.

Lebih jauh lagi, Honda Aircraft Company juga mengumumkan bahwa mereka adalah perusahaan yang paling banyak mengirim jet pribadi selama empat tahun berturut-turut.

Data pengiriman tersebut berdasarkan kutipan statistik yang mereka ambil dari General Aviation Manufacturers Association (GAMA).

“Walaupun pandemi COVID-19 ikut menurunkan bisnis pengiriman jet secara global, dibandingkan tahun sebelumnya, kami melihatnya [sebagai industri] yang berubah ke [arah] yang lebih aman dan [merupakan] moda transportasi yang berkelanjutan,” demikian pernyataan CEO dan Presiden Honda Aircraft Company, Michimasa Fujino seperti dikutip the Monkey Times dari laman resmi Honda Jet (Sabtu, 27/02/2021).

Baca Juga: Nasib industri Penerbangan: Dari jualan Piyama sampai terbang ke Antartika

Menurut Fujino, HondaJet mampu pulih dengan cepat ke tingkah sebelum COVID mewabah. Dia berpendapat pencapaian HondaJet merupakan tanda konsumen jet pribadi di seluruh negara semakin melihat potensi dari bepergian secara pribat.

“Kami percaya HondaJet akan terus berkontribusi terhadap pemulihan pasar bisnis penerbangan,” katanya.

Saat ini sekitar 170 HondaJet dioperasikan secara global, dengan jam terbang lebih dari 68,000 jam.

Pasar mereka tersebar luas di berbagai belahan bumi, termasuk di Jepang, Rusia, India, Timur Tengah, China, Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa, dan Amerika Utara.

Perusahaan tersebut tahun lalu bahkan melakukan ekspansi dengan membuka pasar di Rusia dan Pakistan.

Baca Juga:  Betapa Kecewanya Taiwan ketika Tidak Diundang Pertemuan WHO
Temukan artikel menarik lainnya di topik: berita internasional, berita transportasi

Atau baca artikel lain yang ditulis: tmtimes news


Artikel Terkait



Terbanyak Dibaca



Artikel Terbaru